Sepanjang perjalanan pulang ke rumah Freen lebih banyak diam dan sering melamun. Ada banyak hal yang Freen pikiran salah satunya adalah acara reuni yang akan diadakan satu minggu lagi.
Kebanyakan orang biasanya terlihat antusias dan senang ketika menghadiri acara reuni. Mereka bisa bercengkrama dan bernostalgia mengingat masa lalu mereka. Namun tidak untuk Freen..... Datang ke acara reuni berarti Freen harus berjumpa dengan para sahabat sekaligus musuhnya..
Orang yang dia sayangi, maupun orang yang paling Freen benci akan berkumpul menjadi satu didalam sebuah acara reuni. Orang yang paling tidak ingin Freen temui di sepanjang masa hidupnya..
Seng Wancai...... Mantan suami Freen
Freen sebenarnya masih belum siap bertemu dengan seng. Luka batin yang jamur itu tinggalkan cukup dalam dan hampir membuat Freen trauma. Orang yang dulu paling dia cintai kini menjadi orang yang paling dia benci.. Dan Freen benar-benar bersyukur bisa lepas dari bajingan itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sikap Freen masih tetap sama bahkan saat makan malam. Freen banyak melamun dan tidak banyak mengobrol. Becky dan Eliana kebingungan dengan sikap Freen yang tiba-tiba berubah jadi lesu. Mereka pikir pasti ada masalah namun Becky dan El memilih untuk tetap diam dan menunggu hingga Freen siap berbagi masalahnya pada mereka.
"Mommy....... "
Panggil Eliana
"Hmm? "
Freen berdehem
"Malam ini kita tidur sama daddy lagi yaaa.."
Eliana memohon
"Eh.... Ta-tapi... "
Freen terlihat ragu
"Ya.. Kalian boleh tidur di kamar daddy"
Becky menyaut
"Benarkah...? ASIKKKKKK!!! "
Sorak Eliana
Eliana terlihat senang dan melompat-lompat. Anak itu terlihat gembira karna hari ini mereka bisa tidur bersama.
Namun itu semua hanyalah sebuah rencana yang disusun dengan sangat baik oleh 2 orang..... Sebenarnya El hanya pura-pura bertanya kepada Becky agar rencananya terlihat mulus. Mereka ingin memastikan jika Freen tidak merasa sendirian dan sedih, dan nanti malam mereka akan mencoba untuk menghibur Freen.
Tapi sepertinya rencana yang mereka rencanakan tidak berjalan mulus, karna El langsung tertidur ketika Freen membelai kepalanya. Anak itu sepertinya terlalu nyaman bahkan sampai melupakan rencananya sendiri. Kini hanya tinggal Becky dan Freen yang masih dalam kondisi terjaga.
Bingung...... Semuanya bingung...
Becky kebingungan dengan tingkah aneh Freen sementara Freen kebingungan bagaimana cara mengajak Becky pergi ke acara reuni....
Lama mereka terdiam akhirnya Becky mulai mencairkan suasana...
"Freen... Mau temani aku minum....? "
Becky menatap Freen
"Hmm... Boleh, sekaligus ada hal yang ingin aku bicarakan"
Freen berbisik
Becky jadi gugup ketika tau ada hal yang ingin Freen diskusikan... Berbagai pikiran negatif mulai berdatangan dalam kepala Becky berputar bagai kaset rusak. Apa Freen ingin cerai..? Atau Freen ingin kembali ke orang tuanya...? Entahlah hanya Freen yang bisa menjawab itu...
Mereka akhirnya pergi ke ruang tamu dan duduk berdampingan sambil Menyesap teh hangat yang di seduh oleh Freen. Tidak ada yang bicara baik Becky maupun Freen. Semuanya terdiam dengan pikiran Masing-masing. Dan akhirnya Becky mencoba memulai percakapan.
KAMU SEDANG MEMBACA
BENANG MERAH (BECKFREEN)
Fiksi IlmiahKisah dari perjalanan hidup Becky seorang impoten, Freen perempuan mandul dan seorang anak kecil usia 3 tahun. Ketika takdir mempermainkan garis kehidupan sebelum mempertemukan kedua benang merah .. Ini cerita diluar nalar banget... Diluar imajina...
