Lanjuttt...
Bisakah thor dapat 150 vote untuk ch ini...? 🥺🥺🥺 rasanya sulit banget buat dapetin 150 votee.....
Bisakah kalian bantu thor...?
Becky berdiri menggendong Eliana menuju kamar Freen. Eliana terlihat panik setengah mati dan berusaha untuk menghentikan Becky. Anak itu tau persis apa yang akan dilakukan daddynya dan El takut jika Freen tidak siap..
"No!!! Daddy!!! "
Eliana berteriak sambil terisak memberontak di pelukan Becky
Freen panik ketika mendengar suara Eliana berteriak sambil menangis. Wanita itu keluar dengan tergesa-gesa membuka pintu kamar.
Ceklek........ .
"Ah... Kebetulan sekali... Bisa kita bicara Freen...? "
Tanya Becky dingin
.
.
.
.
.
Freen terdiam, Becky sangatlah berbeda.. Biasanya Becky akan selalu terlihat tenang seperti air yang tenang namun kali ini suaranya terdengar dingin dan menakutkan.
Apakah aku melakukan kesalahan...?
Batin Freen
"Ummm te-tentu tuan.... Apakah saya melakukan kesalahan..? "
Tanya Freen gugup sambil sambil melihat Eliana yang terlihat gusar.
Mereka kini masuk kedalam kamar El dan duduk berhadap-hadapan. Becky duduk tenang bersama Eliana yang terlihat sangat gugup, matanya menatap Freen setajam silet, seolah-olah tatapannya bisa saja membuat nyawa Freen melayang.
"Hari ini Eliana meminta izin dariku untuk memanggilmu sebagai mommy, putri ku bercerita tentang kalian yang memutuskan untuk berperan sebagai anak dan ibu... Apakah itu benar...?"
Tanya Becky dengan nada dingin
"I-iya benar, lebih tepatnya saya yang meminta Eliana untuk memanggilku sebagai mommy, maafkan saya jika sudah lancar tuan Armstrong"
Jawab Freen yang merasa tidak enak karna sudah lancang
"Tidak kah kau tau betapa pentingnya panggilan itu nona Freen.....? "
Tanya Becky emosi
"Dad-dadyyyy~~ hiks~~"
Eliana mencoba melerai
Freen terdiam ketika mendengar pertanyaan dari Becky... "
Tidakkah kau tau betapa pentingnya panggilan itu nona Freen.....?
Tidakkah kau tau betapa pentingnya panggilan itu nona Freen.....?
Tidakkah kau tau betapa pentingnya panggilan itu nona Freen.....?
Pertanyaan Becky terus berputar dikepala Freen bagaikan kaset rusak.. Freen terlalu cepat mengambil keputusan dan tanpa sadar Freen melupakan jika Becky adalah ayah kandung dari El.. Seharusnya Freen terlebih dahulu meminta izin dari Becky, sebelum meminta El secara langsung memanggilnya mommy.
Freen merasa malu dan bersalah kepada Becky. Mungkin karna rasa sayang dan takut kehilangan El dalam diri Freen sudah sangat besar jadi Freen sedikit bertindak tergesa-gesah tanpa memikirkan dampak dan akibat bagi orang di sekitarnya, termasuk Becky...
Namun nasi sudah menjadi bubur... Tidak ada jalan kembali lagi bagi Freen. Jadi apa yang akan dilakukannya hanyalah berjuang dan terus berjuang sambil mengabaikan rasa malu dan harga diri yang dia punya..
KAMU SEDANG MEMBACA
BENANG MERAH (BECKFREEN)
Ciencia FicciónKisah dari perjalanan hidup Becky seorang impoten, Freen perempuan mandul dan seorang anak kecil usia 3 tahun. Ketika takdir mempermainkan garis kehidupan sebelum mempertemukan kedua benang merah .. Ini cerita diluar nalar banget... Diluar imajina...
