Busy woman-Sabrina Carpenter🍹
Long time no see seng! Sorry baru bisa update hehe
Jangan lupa pencet tombol vote, penuhin comment and share juga ya! Makasi😚🫰🏻
🌹Happy Reading🌹
***
"Bagaimana Jogja, Nduk? Betah menginap disini?" Pertanyaan itu keluar dari si pemilik kediaman, Raden Ayu Sentani Manik Koesoema Diningrat atau Eyang Uti—begitu beliau dipanggil.
Koesoema Diningrat sendiri adalah trah ningrat yang sangat tersohor. Selama puluhan tahun, trah ningrat ini tetap bertahan dalam kejayaan. Dikatakan, bahkan seorang kepala negara sekalipun tidak akan berani mencari gara-gara dengan golongan mereka.
Dan pagi ini, semua anggota keluarga utama trah ini hadir untuk sarapan bersama—dengan Nadine sebagai satu-satunya orang asing yang ikut bergabung.
Sesi sarapan belum sepenuhnya dimulai. Para pelayan masih sibuk menata wadah makanan diatas meja. Dan sambil menunggu sarapan siap disajikan, Eyang Uti, dengan tutur katanya yang lembut dan bersahaja berinisiatif mengajak semua orang berbincang ringan.
Tentu saja Nadine tidak menjadi pengecualian.
"Lebih dingin dari Jakarta, Eyang." Nadine meringis kecil. "Tapi Nadine suka kok menginap disini. Suasananya tenang dan masih asri. Nyaman sekali. Terima kasih ya, Eyang. Sudah kasih Nadine kesempatan menginap dirumah Eyang."
Senyum di wajah Eyang Uti kian lebar. Padahal mereka baru bertatap muka dan berkenalan pagi ini. Namun, tampaknya Nadine sudah berhasil menggaet hati beliau. Dasar si social butterfly.
"Kamu ini mirip sekali dengan Nenekmu dulu, Kinanti. Sifatnya persis seperti ini. Hangat dan menyenangkan. Membuat suasana ramai." Kalimat itu merujuk pada Omanya dari pihak Papi yang tanpa Nadine sangka ternyata kenalan baik Eyang Uti waktu masih muda.
"Mas Isa, sering-sering ajak Nadine main ke sini, ya."
Isa yang duduk persis disebelah Nadine tampak mengangguk ringan dengan gerak sopan. "Iya, Eyang. Nanti Isa ajak lagi kalau orangnya berkenan."
Nadine yang mendengarnya reflek menyahut, "Aku pasti mau, 'kok!" Dan hal itu sukses membuat satu meja tertawa. Tawa pelan yang terdengar elegan. Khas kalangan atas yang terbiasa menerapkan manner.
Berbicara soal kasta. Sama halnya seperti keturunan ningrat yang lain, trah Koesoema Diningrat juga menyematkan gelar kebangsawanan dalam nama keturunan mereka. Terkhusus bagi mereka yang masih memiliki darah murni.
Tante Sarah sendiri sebagai putri sulung dari pasangan mendiang Raden Mas Santoso Bagoes Koesoema Diningrat—Eyang Kakung dengan Eyang Uti memiliki nama lahir Raden Ayu Sarah kemuning Koesoema Diningrat. Sebelum menggantinya menjadi Sarah kemuning Bakrie paska menikah dengan Om Rendra.
Menurut info yang Tante Sarah bagi, orang tuanya itu sebenarnya masih sepupu jauh. Mereka sengaja dijodohkan demi menjaga garis keturunan Koesoema Diningrat tetap murni.
Menilik dari status mereka yang seorang ningrat agung, tidak heran jika trah ini tidak ingin sampai darah biru yang mengalir dalam tubuh mereka menjadi rusak dan tercemar.
Namun, tampaknya peraturan ini hanya menjadi cerita lama di masa lalu. Sebab seperti yang sudah diketahui, Tante Sarah sendiri menikah dengan Om Rendra yang bukan bagian dari trah mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
The First Red Rose
Teen Fiction"Kenapa gak mau dijodohin sama gue?" "Males! Lo bukan tipe gue!" "Kalo gue berubah jadi tipe lo berarti bakal mau?" *** Nadine si anak manja yang begitu disayang Mami-Papinya menolak keras saat mau dijodohkan dengan Isa--anak rekan bisnis sang Papi...
