"Kenapa gak mau dijodohin sama gue?"
"Males! Lo bukan tipe gue!"
"Kalo gue berubah jadi tipe lo berarti bakal mau?"
***
Nadine si anak manja yang begitu disayang Mami-Papinya menolak keras saat mau dijodohkan dengan Isa--anak rekan bisnis sang Papi...
Finally akhir tahun ketemu lagi sama Nadine-Isa nih seng hehe
krn gatau besok bakal bisa update apa ngga aku mau ngucapin selamat tahun barunya sekarang aja, happy new year ya seng ♡
Btw aku ada bikin IG nih, buat kalian yang mau dapet update-an soal Nadine-Isa dan kawan-kawan boleh mampir ya (semoga) aku lebih aktif disana🙏🏻
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku jg rencananya mau bikin Daily AU gitu tp masih bingung bikinnya yg before/after pacaran. Kalo enggak keberatan aku mau minta poling kalian dibawah nanti ya seng ♡♡
🌹 Happy Reading 🌹
~~~
"Gak ada ya lo pada pacaran sementara gue disini sibuk bakar-bakar!" Sambil berkacak pinggang Abim menunjuk-nunjuk Isa yang malah anteng duduk sambil memeluk Nadine, memakai capitan pemanggang.
Mereka ada di salah satu villa properti keluarga Isa didaerah puncak, Bogor. Staycation dengan dalih merayakan masa ujian yang sudah berakhir.
"Isa kampret, sini lo!" Tangan Abim cepat beralih, menunjuk Ale yang malam ini juga ikut bergabung atas ajakan Lara. "Lo juga anak baru gak ada ya istilah tamu disini. Sini lo bantuin gue!"
"Yaelah, Bim. Nyerocos aja mulut lo. Bilang aja lo kepanasan liat sang mantan bawa gandengan," celetuk Sena, berhasil memancing tawa semua orang.
Mereka kompak meledek Abim yang mukanya memang sudah merah akibat kelamaan terkena asap saat memanggang.
"Iya gue udah gosong bukan kepanasan lagi. Puas lo, sialan!?" sungut Abim makin kesal.
"Lo yang bikin ribet ya, anjing!" Kaca langsung menyambar. Pisau yang dia pegang untuk memotong semangka sampai teracung saking tidak terimanya mendengar keluhan Abim. "Kalo hasilnya gak sesuai selera lo entar lo sendiri yang manggang ulang! Gak usah bacot lo, diem aja disitu. Panggang muka lo sampe gosong sekalian!"
Sumpah serapah Abim langsung tertahan di tenggorokan jika yang mendebatnya adalah Kaca. Reaksi itu sukses membuat tawa semua orang kembali berderai.
"Sini Bim, gue bantuin." Ale suka rela menghampiri Abim sambil masih tertawa-tawa. Tangannya cekatan mengambil capitan dan ikut membolak-balik hasil panggangan. "Tapi bener lo masih ada hard feeling ke gue gara-gara Lara?"
"Brengsek ngapain gue ngurusin mantan yang cuma jadian sebulan!" timpal Abim kepalang emosi. Sebal dia kalau sedang serius begini tapi terus dibecandai.