"Kenapa gak mau dijodohin sama gue?"
"Males! Lo bukan tipe gue!"
"Kalo gue berubah jadi tipe lo berarti bakal mau?"
***
Nadine si anak manja yang begitu disayang Mami-Papinya menolak keras saat mau dijodohkan dengan Isa--anak rekan bisnis sang Papi...
OMG helooks so fiiiineee😍 Beneran deh ini tuh vibesnya Isa bgtttt🥺
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Btw seng, aku memutuskan buat ganti judul cerita ini hehe Soalnya yg sekarang kayak lebih menggambarkan isi ceritanya aja so .. yah jadinya gini💋
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan lupa vote ya, krn vote itu gratis🤗
🌹Happy Reading 🌹
~~~
"Ish! Gara-gara Mami sama Papi nih!"
Nadine terus menggerutu sambil tergesa memasuki gedung tempat resital Isa. Well, dia telat hampir 30 menit dari waktu dimulainya acara.
Setelah menyodorkan kartu undangan ke resepsionis, Nadine segera diantar ke tempat berlangsungnya acara. Sebelum beranjak Nadine sempatkan bercermin di cermin tinggi yang berdiri disudut lobi.
Make up, checklist. dress, checklist. Hairdo, checklist. Oke, perfect!
Nadine diantar duduk ke salah satu seat kursi depan. Baru sedetik duduk tiba-tiba dia dikejutkan oleh sapaan akrab Tante Sarah yang ternyata duduk percis disampingnya bersama Om Rendra.
"Hai, Sayang! Glad to see you there. Isa pasti senang sekali tau kamu datang!"
Nadine tersipu malu. Buru-buru menyambut hangat cipika-cipiki Tante Sarah. Juga membalas senyum ramah Om Rendra.
"Maaf aku datangnya telat, Tante."
Tante Sarah menggeleng lembut. "It's okay. Isa masih belum tampil, kok. Pasti macet banget ya tadi?"
Nadine mengangguk lesu. Sedikit mengeluh. "Mami sama Papi pergi trip bisnis lagi. Jadi aku hectic banget tadi siapin semuanya sendiri—maksudnya dibantuin Mbak Atik juga, sih. Tapi dikit kok Tante," ringisnya diakhir.