Guys, let's go streaming pookie & Bad desire!
Lagunya enak-enak polll!
🌹 Happy Reading 🌹
~~~
Pergi ke Jogja selama dua hari ternyata mampu membuat Nadine yang biasanya ogah menyambut hari senin kini menjadi sosok yang paling semangat dan penuh energi positif.
Sejak pagi wajahnya sudah berseri-seri. Tiap yang berpapasan semuanya langsung disapa dengan senyum kelewat lebar. Bahkan sampai hari beranjak siang battery social-nya tetap full energy.
"Seriusan, Sist. Nama lo lagi jelek banget ini." Lara sampai frustasi melihat tingkah sahabatnya yang malah senyum-senyum sendiri bak orang gila. Padahal namanya sedang jadi buah bibir satu sekolah.
"Lagian siapa sih yang sok ngide bikin base gosip sekolah di X? Mentang-mentang kita lagi hiatus seenaknya aja main nyerobot kerjaan orang!"
"Tapi gue ngerasa ada yang janggal sama rentang waktu website kita eror sama munculnya akun ini. You know ... semacam ajang balas dendam," sambung Diora. Berspekulasi. "Mana gosip tentang lo yang paling naik lagi, Nad. Gue sama Lara sih, masih mending."
"Udah, biarin. Gue juga udah duga sih, cepat atau lambat gue pasti bakal viral gara-gara pacaran sama Isa. It's okay. Gue udah siapin mental."
Ya, meski tidak munafik Nadine agak ngeri kena bully BPPI alias Barisan Perempuan Pemuja Isa. Bukan apa-apa, Nadine hanya malas berurusan dengan mereka.
"Lagian sekarang di kepala gue udah gak ada space buat mikirin hal lain. Isinya full Isa doang."
"Najis! Geli banget gue dengernya."
"Sumpah, Nad. Kali ini gue setuju sama Lara."
Nadine tertawa tanpa dosa. Ya mau bagaimana lagi? Dia benar-benar sedang dimabuk Isa.
Satu kecupan di pelipisnya membuat Nadine menoleh. Dan sang pacar ada dibelakangnya. Duh, rasanya masih deg-degan menyebut Isa pacar.
"Sorry, aku telat datengnya. Kamu nunggu lama, ya?"
Yes, sekarang Nadine dan Isa sudah pakai aku-kamu.
"Iyaa. Lama banget!" Nadine mencebik manja. Tangannya langsung terulur minta dipeluk yang syukurnya disambut baik oleh Isa. "Kangeeeen."
Gemas. Isa hadiahkan satu lagi kecupan dipuncak kepalanya. "Miss you more, Elisye. Always."
"Sini, Tan. Gue juga mau ketjup. Biar kita enggak kalah saing sama yang baru jadian." celetuk Abim. Mengejek sepupunya. Kepalanya bahkan sampai condong ke arah Lara. Siap mengecup.
KAMU SEDANG MEMBACA
The First Red Rose
Roman pour Adolescents"Kenapa gak mau dijodohin sama gue?" "Males! Lo bukan tipe gue!" "Kalo gue berubah jadi tipe lo berarti bakal mau?" *** Nadine si anak manja yang begitu disayang Mami-Papinya menolak keras saat mau dijodohkan dengan Isa--anak rekan bisnis sang Papi...
