Alamak—Rizky Febian ft. Adrian khalif
🌹Happy Reading 🌹
~~~
"El, bangun."
"Elisye."
"Sayang?"
Nadine menahan senyum saat panggilan-panggilan itu terus terdengar dibarengi usapan lembut di pipinya. Dia sudah bangun, kok. Tapi diperlakukan manis begini Nadine jadi malas membuka mata.
"Nakal, ya." Bisikkan itu mendarat tepat ditelinga. Membuat Nadine bergidik dan refleks membuka mata.
"Ish, geli tau!" gerutu Nadine dengan suara parau khas bangun tidur.
Isa terkekeh pelan. Dengan gemas mencubit hidung Nadine sampai si empu merengek. "Ayo, bangun! I have a surprise for you."
Mendengarnya membuat bola mata Nadine berbinar terang. "Apaaa?"
"Bangun dulu. Terus mandi."
"Apa dulu, ih! Jangan main rahasia-rahasiaan. Gak sukaa!"
Isa menyeringai kecil. Tampak menikmati raut jengkel Nadine sekarang. "Namanya surprise ya harus rahasia, dong?"
Nadine kian cemberut.
"Bangun dulu, oke?"
Dengan malas Nadine merentangkan tangan. Minta digendong. Isa yang paham segera menunduk hendak membawa perempuan itu kedalam gendongan.
Namun, semua niat itu buyar. Nadine terdistraksi oleh perut telanjang Isa yang—helloo? Kenapa dia baru sadar Isa hanya memakai celana training tanpa atasan!?
Damn, he so fucking hot!
My hottie boyfie!
Mengikuti arah tatapan Nadine, seketika Isa berubah pikiran. Tangan yang awalnya ingin menggendong kini beralih mengungkung. Menahan bobot tubuhnya yang condong menindih Nadine.
"Lihat apa, hm?"
"Ke—kenapa baju ... gak pakai?” tanya Nadine belepotan. Tatapan Isa sudah lebih dulu membuatnya gagal fokus.
Kepala Isa makin condong. Satu kecupan ringan dia daratkan disudut bibir Nadine. "Baru selesai mandi."
"Tapi aku ... belum mandi." Nadine memalingkan muka saat Isa kembali merunduk. Berniat menciumnya.
"I know, makanya dari tadi aku bangunin kamu."
Tapi Isa tidak berhenti. Kembali kepalanya turun. Kali ini lebih teliti. Tangannya lebih dulu menahan pipi Nadine mengarahkan bibir mereka untuk bertemu. Namun—
"Spada sepupuku ter—ANJING MATA SUCI GUEEE!!! ARGGGGH BANGSAT WISANGGENI!!! SIALAN LO ANJING!!!"
—Kehebohan yang dibawa Abim menggagalkan semuanya.
Kedua sejoli itu kompak menoleh ke arah pintu. Ribut-ribut Abim barusan hanya meninggalkan gerutuan samar yang terdengar menjauh bersama suara-suara lain. Menyisakan Reja yang dengan santai masih menetap.
"Need some condoms?"
Tanpa ancang-ancang Isa melempar bantal disampingnya dengan keras ke arah Reja.
"Shut up!"
Sayangnya Reja berhasil menangkap bantal itu dengan mudah. "I just wanna help you both." Setelahnya, dengan santai—lagi, Reja ikut melenggang pergi. "Be careful, then."
KAMU SEDANG MEMBACA
The First Red Rose
Teen Fiction"Kenapa gak mau dijodohin sama gue?" "Males! Lo bukan tipe gue!" "Kalo gue berubah jadi tipe lo berarti bakal mau?" *** Nadine si anak manja yang begitu disayang Mami-Papinya menolak keras saat mau dijodohkan dengan Isa--anak rekan bisnis sang Papi...
