IZNA-Izna.
(Play diatas ya 👆🏻)
Udah vote belum? Kalo belum vote dulu ya, commentnya sekalian hihi tengsss🫶🏻
🌹 Happy Reading 🌹
~~~
Tiga tahun sudah berlalu sejak generasi terakhir Bhumi I dan II berinteraksi. Tentu moment langka seperti pertandingan persahabatan yang dilaksanakan hari ini menambah debar tak sabar dihati semua orang. Bahkan Tribun lapang basket SMA Bhumi II saja kini sudah ramai dipadati penonton.
Adanya moment ini juga dimanfaatkan dengan baik oleh si trio admin gosip—Nadine, Lara dan Diora. Mereka sudah standby duduk cantik disalah satu spot strategis. Well, meski website mereka masih dalam proses pemulihan mereka tentu tidak mau ketinggalan berita hot agar tetap up-to-date.
"Gue udah bilang males ikut! Kenapa lo berdua maksa banget sih!"
Yah ... Sayangnya antuasiasme mencari bahan gosip ini sepertinya hanya dirasakan oleh Lara dan Diora.
"Nadine," panggil Lara sambil sedikit melorotkan letak sunglasses yang bertengger di hidungnya. "Lo kangen Isa, 'kan? Kalau iya, berarti pilihan lo buat duduk disini sekarang udah bener."
"S-siapa yang kangen Isa sih! Ngaco!" Lihat pipinya yang merona. Nadine hanya menambah senyum jenaka di wajah para sahabatnya. "Ekhem, lagian apa hubungannya coba?"
"Lo gak tau? Isa ikut main gantiin anak basket yang cedera." Diora ikut menimpali. Suaranya terdengar samar karena beradu dengan desing halus kipas portable yang dipegangnya. "Ini info valid. Gue denger langsung dari Eja."
"Exactly. Jadi please, stop murung gak jelas dan menyebar aura negatif. Bukan lo banget tau, Sist. Disini, lo bisa lihat Isa sepuasnya."
Nadine diam. Merenung.
Sejak perbincangan terakhir mereka malam itu, Isa memang tidak pernah lagi muncul disekitarnya. Seolah sengaja menghindar dari kemungkinan adanya pertemuan diantara mereka. Menyedihkannya, hal itu ternyata berhasil membuat Nadine jadi uring-uringan dan merasa ... kehilangan.
Tapi jika boleh jujur, sebenarnya alasan Nadine enggan keluar dari kelas hari ini bukan karena itu. Melainkan, dia takut tidak sengaja berpapasan dengan Noah, juga partner asusilanya—Salsa.
Mereka pasti akan ikut berpartisipasi mewakili Bhumi II. Mengetahui fakta bahwa orang-orang sialan yang pernah menyakitinya masih bisa exist dan berprestasi membuat Nadine tambah insecure.
"Eh, Nad, itu Isa!"
Suara nyaring Lara merenggut kembali kesadaran Nadine yang sempat tercuri oleh ratapan nasib. Matanya reflek mengedar, mencari dimana sosok Isa yang sudah berhari-hari tidak dilihatnya itu berada.
Tubuh Nadine mendadak kaku saat berhasil menemukan posisi Isa. Disana, tepat dibawah sisi tribun seberang tempat duduknya. Isa tampak asyik berbincang bersama seorang perempuan, Bela.
***
"Wassap, Sa! Gila, gue lihat-lihat makin cakep aja lo di Bhumi II."
KAMU SEDANG MEMBACA
The First Red Rose
Fiksyen Remaja"Kenapa gak mau dijodohin sama gue?" "Males! Lo bukan tipe gue!" "Kalo gue berubah jadi tipe lo berarti bakal mau?" *** Nadine si anak manja yang begitu disayang Mami-Papinya menolak keras saat mau dijodohkan dengan Isa--anak rekan bisnis sang Papi...
