14

698 52 0
                                        

Jongseong berteriak meminta dilepaskan dari cekalan menyakitkan para pengawal Ayahnya. Ia terduduk di samping tubuh Sunghoon yang terbujur lemah tak berdaya dengan dipenuhi darah di seluruh tubuhnya. Mimpi buruk yang ia takuti selama ini menjadi kenyataan. Melihat Sunghoon dengan tubuh terkoyak dan teronggok seperti mayat.

Dalam hidupnya, Jongseong hanya meminta ketenangan dan Sunghoon datang kepadanya dengan cara tak terduga. Membersamainya dan sebabkan ketenangan yang ia impikan itu. Hidupnya hampir sempurna jika monster sialan dan Ayahnya tidak datang tiba-tiba kemudian merenggut paksa kebahagiaan yang sudah ada di depan mata.

Jongseong angkat kepala Sunghoon dan ia letakkan di pahanya. Ia cium kening, pipi serta bibir Sunghoon yang penuh darah itu buat Sunghoon sunggingkan senyuman tipis. Jongseong genggam jemari Sunghoon coba salurkan cintanya.

"Sunghoon, aku mencintaimu Sunghoon."

Jongseong kecup jemari Sunghoon, air matanya menetes ikut membasahi pipi Sunghoon.

"Sunghoon, kau harus hidup Sunghoon. Kau harus melihat pertumbuhan anak kita nanti Sunghoon."

Sunghoon hanya tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya. Kepalanya dan badannya terasa sangat sakit. Monster-monster itu masih mengelilinya. Jadi apa kehidupannya berakhir seperti ini? Mati dengan cara mengenaskan dan dibantai oleh kaumnya sendiri?

"Cepat, ikat dia kembali. Waktuku terbuang sia-sia hanya karena mengurusi bocah tak tahu malu itu." Ucap Sang Ayah

Jongseong kembali berteriak, melawan. Ia tak mau meninggalkan Sunghoon sendirian dengan keadaan tak layak. Ia ingin Sunghoon bersamanya.

"Ayah! Bawa Sunghoon juga Ayah, dia Ayah dari anak-anakku! Ayah, aku mohon. Tolong bawa dan selamatkan Sunghoon, Ayah!"

Sang Ayah tak perduli dengan teriakan Jongseong. Untuk apa menyelamatkan monster mengerikan seperti Sunghoon?

Sunghoon memejamkan matanya. Dia berjanji jika ia tidak akan mati dengan mudah hari ini. Dia akan hidup hanya untuk Jongseong beserta anaknya.

"Jongseong, aku mencintaimu. Tolong jaga anak kita, dia yang akan menyelamatkanmu nantinya."

Eternal Love Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang