Sunghoon menggenggam erat jemari milik Jongseong, sesekali ia berikan kecupan yang menunjukkan kerinduan mendalam yang dirasakannya sedangkan Jungwon pergi ikut bermain dengan Wonyoung dan Yujin, meninggalkan Jongseong dan Sunghoon untuk melepas rindu.
"Terima kasih karena sudah bertahan sampai saat ini."
Sunghoon tersenyum mendengar kalimat yang terucap dari bibir Jongseong. Satu kecupan ia bubuhkan di bibir indah milik Jongseong, buat Jongseong tersenyum senang. Waktu yang Jongseong gunakan untuk menunggu Sunghoon tidak terbuang sia-sia, karena Sunghoon bahkan datang menghampirinya tanpa kekurangan apapun. Wajahnya masih tampan, luka-luka yang ada di tubuhnya bahkan tak terlihat sama sekali.
"Terima kasih sudah bersedia menungguku selama ini. Ada banyak hal yang aku lewatkan bersamamu juga bersama Jungwon."
"Sekarang kita bisa melakukannya bersama, Sunghoon. Jungwon akan sangat senang bisa bertemu dengan Ayahnya. Aku akan menjelaskannya nanti kepada Jungwon dan juga aku akan bertemu Ayahku agar kau bisa tinggal di sini. Selamanya."
Sunghoon masih mengingat dengan jelas kenangan 5 tahun yang lalu ketika dirinya dikepung seorang diri oleh para prajurit kerajaan karena dituduh menyembunyikan Jongseong. Bagaimana Ayah Jongseong memandangnya dengan jijik karena dirinya seorang monster bahkan dengan tidak tahu malunya menghamili Jongseong yang notabenenya merupakan satu-satunya penerus kerajaan dan hari ini Sunghoon dipertemukan kembali. Tidak cukup di situ, Ayah Jongseong bahkan membawa beberapa monster lain yang selama ini selalu berada di sekitarnya.
"Aku sudah bertemu dengan Ayah dan Ibumu. Mereka menyambutku dengan baik dan juga menawariku untuk menetap di sini."
"Sungguh?"
Sunghoon menganggukkan kepalanya, diikuti oleh Jongseong yang memeluknya erat. Jongseong bersyukur dalam hidupnya karena dipertemukan dengan Sunghoon yang nyatanya tidak sama seperti dirinya. Walaupun kisah cinta mereka tidak berjalan dengan mudah, mereka berhasil melewatinya.
Jongseong lepaskan pelukannya, ia bawa jemarinya untuk menyentuh wajah Sunghoon yang selama 5 tahun ini tidak pernah ia lihat. Sunghoon tetap tampan dan semakin tampan. Buat Jongseong terkekeh melihatnya.
"Ibu, Ibu."
"Bibi Wonyoung dan Bibi Yujin mengejarku, mereka menggelitiki perutku Ibu."
Jongseng segera lepaskan jemarinya setelah mendengar teriakan Jungwon yang kini sedang berlari ke arahnya dan hal itu membuat Sunghoon terkekeh geli.
"Aku tidak mau bermain dengan Bibi Wonyoung dan Bibi Yujin lagi."
Jungwon memberengut lucu. Disusul dengan tawa Wonyoung dan Yujin yang berjalan ke arah mereka bertiga. Hasilkan dengusan dari Sunghoon atas sifat jahilnya.
"Maafkan kami Jungwon, kau sangat lucu dan itu membuat kami ingin menjahilimu terus-menerus." Ucap Yujin
Jungwon tetap memberengut lucu. Tidak mau memandang ke arah Wonyoung dan Yujin. Wonyoung dan Yujin tersenyum melihatnya. Bagaimana bisa Sunghoon mempunyai anak yang lucu sekali seperti Jungwon?
"Kalau kami tidak dimaafkan, kami pamit pergi ya Jungwon. Jadi nanti kami tidak bisa menemanimu bermain."
"Jungwon maafkan tapi jangan menjahili Jungwon dan Bibi Wonyoung serta Bibi Yujin harus menemaniku mengejar ayam."
Ucapan Jungwon hasilkan tawa dan Jongseong bersyukur karena Jungwon, hidupnya menjadi lebih warna. Bahkan mempertemukannya kembali dengan Sunghoon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eternal Love
Kurzgeschichten- hoonjay - m/m relationship - dom!hoon sub!jay - mpreg
