"Sunghoon!"
Jongseong kembali bermimpi buruk. Di mimpinya Sunghoon dihajar habis-habisan oleh monster lainnya yang tidak terima jika Sunghoon masih hidup. Monster yang menyerang Sunghoon tak hanya satu. Sunghoon dikepung sebabkan Sunghoon tidak dapat melawan dan berakhir kalah.
Jongseong menangis histeris kembali teriakkan nama Sunghoon. Dirinya takut jika mimpi buruknya itu akan menjadi kenyataan. Sungguh, Jongseong tidak akan pernah sanggup hidup jika tidak ada Sunghoon yang menemaninya.
Sunghoon yang mendengar teriakan Jongseong segera menghampiri. Didapatinya Jongseong yang terisak menangis. Wajahnya memerah.
"Sayang, kau kenapa? Hm?"
Sunghoon usap air mata di pipi Jongseong yang masih mengalir. Wajahnya siratkan kesedihan yang begitu dalam. Buat Sunghoon berikan kecupan di kening Jongseong dan memeluknya erat.
"Aku bermimpi buruk, Sunghoon. Aku-aku melihatmu dihajar oleh banyak monster, dan-dan kau kewalahan menghadapi mereka semua. Lalu-lalu kau hanya terkapar tidak berdaya dengan penuh luka di sekujur tubuhmu Sunghoon." Jelas Jongseong terbata-bata sambil menangis. Mimpinya begitu buruk, sangat buruk. Membuat dadanya sesak karena susah bernafas.
Sunghoon tidak berkata apapun, ia biarkan Jongseong menangis sambil dipeluk dan diusap kepala kekasihnya itu. Sunghoon tahu jika mimpi Jongseong bisa menjadi kenyataan kapan saja. Karena Sunghoon bahkan sudah diintai oleh sekawanannya itu seperti sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eternal Love
Kısa Hikaye- hoonjay - m/m relationship - dom!hoon sub!jay - mpreg
