5 years later
Jongseong lelah mengejar Jungwon yang sudah bisa berlarian kemana-mana. Istana kerajaan memang sangatlah luas dan setiap harinya Jungwon akan mengajaknya untuk bermain tangkap-tangkapan.
"Jungwon, ayo makan siang dahulu. Nenek sudah membuatkanmu sup ayam." Ucap Jongseong yang masih terengah kelelahan.
Jungwon yang mendengarnya berteriak kegirangan. Sup ayam adalah makanan kesukannya. Ia segera berlari menghampiri Jongseong dan meminta untuk digendong. Tangannya terangkat ke atas buat Jongseong tersenyum dan ia berikan kecupan singkat di dahi sang anak.
"Ibu, bagaimana kalau berburu ayam di hutan? Bukankah itu menyenangkan? Aku dan Ibu akan berlari mengejar ayam sampai dapat. Nanti biarkan Nenek yang memasaknya menjadi sup ayam yang enak."
Jongseong menghela nafasnya, pasrah. Jungwon tipe anak yang jika tidak dituruti keinginannya akan marah dan merajuk tidak mau memakan apapun dan hal itu akan membuat Ayahnya turun tangan.
"Tanya kepada Kakek dahulu, Jungwon."
"Kalau diijinkan, Ibu mau menemaniku? Nanti aku akan mengajak Paman Heeseung juga dan Riki untuk menemaniku. Bukankah akan menyenangkan, Ibu?"
Jungwon berucap dengan penuh semangat. Jongseong yang mendengarnya ikut tersenyum melihat Jungwon tersenyum, menampakkan giginya yang rapi kepada Jongseong.
Jungwon langsung berlari menghampiri kakeknya sesampainya di dalam istana. Dengan semangat memanggil kakek dengan lantang, menggema di seluruh ruangan. Kakeknya hanya tersenyum melihat kelakuan cucunya yang sangat aktif. Digendongnya Jungwon lalu dicium pipi gembulnya. Sedangkan Jongseong menunggu anaknya di dapur untuk menyiapkan makan siangnya.
"Kakek, kata Ibu aku harus ijin kepada Kakek terlebih dahulu."
"Jungwon ingin pergi kemana?"
"Aku ingin berburu ayam hutan bersama Paman Heeseung dan Riki, Kakek. Aku ingin menangkap ayam supaya Nenek bisa memasak sup ayam setiap hari." Jelas Jungwon berapi-api buat kakeknya terkekeh mendengar celotehan bocah umur 5 tahun itu.
"Jungwon masih kecil, tentu belum boleh untuk berburu."
"Aku sudah besar, aku sudah bisa berlari kesana-kemari untuk menangkap ayam." Jungwon masih tak mau mengalah.
"Bagaimana kalau Kakek buatkan kandang yang berisi ayam? Jika Jungwon ingin Nenek memasak sup ayam, Jungwon bisa mengambilnya di kandang."
Jungwon terdiam dan mengerutkan keningnya untuk berpikir. Kepalanya ia anggukkan seolah paham dengan apa yang dikatakan oleh Kakeknya.
"Baiklah, tetapi nanti jika aku sudah besar seperti Paman Heeseung aku ingin berburu di hutan."
"Apapun untuk cucu kesayangan Kakek."
Jungwon tampakkan kembali gigi rapinya, tersenyum senang mendengar ucapan Kakeknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eternal Love
Kort verhaal- hoonjay - m/m relationship - dom!hoon sub!jay - mpreg
