Jungwon berteriak sambil menangis mencari Jongseong. Kebiasaan tidur bersama Jongseong membuatnya tidak bisa lepas barang sedikitpun. Ketika bangun dan tidak mendapati Sang Ibu di sisinya, membuat Jungwon kecil merasa tidak dicintai karena ditinggal begitu saja disaat dirinya tengah tertidur. Sunghoon segera menghampiri Jungwon dan memberi isyarat kepada Sang Mertua agar memberikan Jungwon kepadanya.
"Ibu sedang istirahat Jungwon, sekarang Jungwon bersama Ayah dahulu." Bujuk Sunghoon agar Jungwon berhenti menangis.
Jungwon segera menoleh kepada Sunghoon yang kini ada di hadapannya. Segera Jungwon mengulurkan tangannya agar digendong oleh Sunghoon. Tangisannya berhenti walaupun pipinya yang gembul masih basah karena air matanya.
"Ayah? Jungwon mempunyai Ayah seperti Riki?" Tanya Jungwon sambil menatap Sunghoon penuh harap, matanya membola menuntut jawaban atas pertanyaannya.
"Iya, Jungwon mempunyai Ayah seperti Riki. Jungwon senang?" Jawab Sang Nenek seraya mengelus dengan lembut rambut Jungwon.
Jungwon yang masih terisak menganggukkan kepalanya. Ia peluk leher Sunghoon, meletakkan kepalanya di pundak Sang Ayah. Buat Sunghoon dan Sang Nenek tersenyum senang. Membuat Jungwon berhenti menangis sangatlah susah. Tangisannya hanya akan reda karena Jongseong, Sang Ibu. Bahkan makanan favoritnya juga tak dapat sekalipun meredakan tangisannya ketika sedang merajuk dan kini hadirlah Sunghoon yang dapat Jungwon panggil Ayah.
"Sunghoon, terima kasih. Ibu banyak berhutang budi kepadamu. Kau berkelilinglah dahulu, Ibu akan menemui Jongseong. Sekarang, ini adalah rumahmu. Jangan sungkan untuk melakukan apapun."
"Terima kasih."
Pundak Sunghoon ditepuk beberapa kali oleh Ibu Jongseong. Tidak pernah Sunghoon bayangkan dirinya akan diterima di keluarga Jongseong yang berbeda 180 derajat dengan kehidupannya.
__________
"Suamimu tampan juga. Kau dapatkan dia darimana?" Tanya Heeseung yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya, ikut memperhatikan Jungwon dan Sunghoon yang sedang bermain di taman istana. Ia lirik Jongseong yang kini tersenyum lebar tampakkan giginya yang rapi, buatnya ikut tersenyum karena akhirnya Jongseong mendapatkan kebahagiaan sebagaimana mestinya.
"Tentu saja, dia lebih tampan daripada dirimu." Jongseong balas dengan ketus tanpa menoleh ke arah Heeseung, bibirnya masih tampilkan senyuman indah.
Heeseung terkekeh mendengar jawaban Jongseong yang terdengar ketus. Dipandanginya Jungwon dan Sunghoon yang tertawa lepas. Heeseung ikut bahagia melihatnya karena ia tahu bagaimana Jungwon yang selalu bertanya mengenai siapa ayahnya, dimana ayahnya, dan semuanya tentang ayahnya.
Heeseung merupakan saksi bagaimana kehidupan yang keras menekan Jongseong dari segala sisi sehingga sebabkan Jongseong melarikan diri dari istana. Semua itu terjadi dengan dibantu olehnya. Bahkan Heeseung sampai rela mendapatkan hukuman cambuk 50 kali karena sudah membantu Jongseong untuk kabur. Heeseung hanya tidak ingin melihat Jongseong tertekan denham kehidupan sempurna namun fana.
"Aku turut senang karena Sunghoon hadir di hidupmu. Bahkan dengan cinta kalian, lahirlah Jungwon yang kini menjadi teman Riki. Maaf karena dulu aku tidak dapat membantumu dengan maksimal. Kau pantas mendapatkan kebahagiaan ini karena banyak rintangan yang sudah kau lalui, Jongseong. Jangan pernah merasa sendiri, masih ada aku dan Sunoo yang akan selalu membantumu dalam situasi apapun dan sekarang kau juga mempunyai Sunghoon dan Jungwon."
Jongseong menghela nafas. Jika diingat kembali kehidupannya sebelum bertemu dengan Sunghoon terasa menyedihkan. Hidupnya hanya betkutat di sekitar istana. Tidak ada kebebasan, baik berpendapat maupun bertindak. Hidupnya seperti disetir oleh Sang Ayah. Semua yang dilakukan memang demi kebaikannya tetapi Jongseong tidak menyukainya, terlebih kepada para pejabat yang hanya diisi oleh manusia serakah. Itu semua membuatnya muak.
"Bantuanmu sudah lebih dari cukup, aku banyak berhutang kepadamu. Terima kasih." Herseung tersenyum mendengar balasan Jongseong. Diusapnya kepala Jongseong yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.
"Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian."
Jongseong mengaminkan doa Heeseung. Semoga kebahagiaan selalu menyertai keluarga kecilnya bersama Sunghoon dan Jungwon.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hi guys, long time no see 😬 Maaf karena membutuhkan waktu lama untuk update, semoga kalian suka dengan chapter ini dann chapter ke depan sudah mulai memasuki Jungwon era remaja jadi mohon ditunggu 🥰