Jongseong putuskan untuk menitipkan Jungwon kepada Sang Ibu. Wonyoung dan Yujin sudah berpamitan untuk kembali karena masih ada beberapa hal yang harus mereka urus, meninggalkan Sunghoon di sini untuk melepas rindu bersama Jongseong dan Jungwon.
Jongseong mengajak Sunghoon untuk menetap di kamarnya, rasa rindunya kepada Sunghoon sudah tumpah ruah tak bisa ia bendung lagi. Lima tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk bisa bertemu Sunghoon kembali.
"Aku sangat merindukanmu, Sunghoon. Lima tahun bukanlah hal yang mudah untukku. Ditambah terakhir kita bertemu, keadaanmu sangat tidak baik-baik saja. Maafkan aku karena tidak berusaha untuk mencarimu. Aku—"
Ucapan Jongseong terputus karena Sunghoon menciumnya secara tiba-tiba. Sunghoon hanya ingin kebersamaannya bersama Jongseong diisi dengan kebahagiaan setelah badai yang mereka lewati selama ini.
"Jongseong, aku sudah bersamamu dan kau tidak perlu khawatir aku akan meninggalkanmu kembali. Kita bisa melakukan hal-hal yang indah dan menyenangkan bersama Jungwon."
Jongseong pandangi mata jernih milik Sunghoon, yang ia temukan di sana hanyalah ketenangan. Sunghoon datang kembali dengan keadaan yang jauh lebih baik tawarkan kebahagiaan yang sempat hilang menjadikan ketidaksempurnaan datang. Dengan seluruh perasaan rindu, Jongseong kecup bibir Sunghoon sekilas yang buat Sunghoon tersenyum.
Sunghoon balas dengan ciuman penuh gairah. Kedua mata mereka terpejam salurkan keinginan untuk memiliki kembali. Keduanya bertukar saliva, sentuhan juga desahan yang menggema memenuhi kamar milik Jongseong. Rindu yang membelenggu dan bersarang di hati mereka selama bertahun-tahun kini seolah terbebas dari sangkar.
____________
Jongseong tersenyum memandang wajah Sunghoon yang kini tepat berada di hadapannya. Rasanya masih seperti mimpi dapat bertemu kembali dengan Sunghoon. Bahkan, Ayahnya tidak berusaha untuk mengusir Sunghoon dan menyambut Sunghoon dengan sangat baik. Jongseong hanya berharap bahwa ini adalah pertanda baik untuk kehidupannya di masa yang akan datang.
"Selamat pagi." Ucap Jongseong setelah itu berikan kecupan singkat di bibir Sunghoon.
Sunghoon hanya membalas dengan senyuman dan kembali menarik Jongseong ke dalam pelukannya. Sebelum bertemu dengan Jongseong, Sunghoon berpikir hidupnya hanya akan dipenuhi dengan kesendirian. Ia hanya akan sendiri sampai kematian menjemputnya. Pemikiran Sunghoon ternyata dipatahkan oleh kehadiran Jongseong yang kini bahkan memberinya buah cinta.
"Ingin melanjutkan yang semalam?" Tanya Jongseong, tangannya yang menggenggam jemari Sunghoon ia arahkan ke perutnya yang datar. Sunghoon hanya terkekeh, berikan satu kecupan singkat dan setelahnya ia tarik tangannya. Sunghoon tidak ingin mengambil waktu kebersamaan milik Jongseong dengan Jungwon.
"Jungwon mencarimu. Ibumu serta Ayahmu sibuk mencari alasan agar Jungwon tidak menangis lagi. Lagipula aku hari ini akan kembali."
"Maksudmu kembali? Ini rumahmu Sunghoon dan kau tidak boleh pergi kemanapun. Aku tidak akan mengijinkanmu. Jungwon bahkan menanyakan siapa Ayahnya. Bantu aku untuk menjelaskan semuanya kepada Jungwon."
Sunghoon melihat dengan jelas ketakutan yang ada di mata indah milik Jongseong. Ia tarik kepala Jongseong mendekat dan mencium kening Jongseong dengan lembut. Jongseong tidak hanya sekali melihatnya tak berdaya dengan seluruh tubuh dipenuhi darah segar. Siapappun yang melihatnya akan bergidik bahkan bisa mual ataupun muntah sekalipun. Hal itu tentu membekas di ingatan Jongseong sebabkan kenangan terburuk yang pernah ada.
Ibu Jongseong sempat bercerita bahwa tidur Jongseong selama 5 tahun ini tidak pernah tenang sekalipun karena selalu terbayang oleh kenangan buruk yang terjadi.
"Aku hanya sebentar, Sayang. Aku akan kembali kesini untuk hidup bersamamu dan juga Jungwon."
"Sunghoon, memangnya monster-monster itu sudah hilang ditelan bumi? Kalau iya, aku akan mengijinkanmu untuk pergi menyelesaikan urusanmu."
"Sayang, dengarkan aku. Aku hanya—"
"Kau berubah."
Jongseong bangkit dari tidurnya. Meninggalkan Sunghoon seorang diri. Mau tidak mau, ia harus membujuk Jongseong agar tidak merajuk terlalu lama. Mengurus Jongseong yang merajuk bukan sesuatu yang mudah. Sunghoon bahkan menyemangati dirinya sendiri karena mulai saat ini ia akan mengurus dua bayi, Jongseong dan Jungwon sang buah hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eternal Love
Kurzgeschichten- hoonjay - m/m relationship - dom!hoon sub!jay - mpreg
