(Disclaimer : Abaikan jam yg di chatnya ygy~ hehehe)
« "Mba Pacar" »
•••
Hari pertama Arin masuk kerja setelah beberapa minggu ke belakang ia memutuskan untuk cuti, hatinya sungguh berbunga-bunga. Ia jadi merasa seperti anak remaja yang sedang kasmaran, serta tak pernah ia rasakan jatuh cinta akan seindah ini. Mungkin karena Arin jatuh cinta dengan orang yang benar.
"Gue takut lo kesambet, daritadi senyam-senyum mulu lo. Today's Monday, if you forget, Miss Arindi Brahmana," kata Tiffany yang tiba-tiba saja sudah berada di hadapan Arin.
Mendengar suara tersebut, Arin sontak sedikit terjingkat kaget. Untung suasana hatinya sedang sangat baik, jadi, Tiffany aman dari amukannya.
"Bisa ketuk pintu dulu, nggak?"
"Kuping lo buka lebar-lebar makanya, gue udah ngetuk berkali-kali, ya, anjir. Gue takut lo kenapa-kenapa, jadi gue langsung masuk aja. Lo, kan, masih dalam suasana galau."
"Sok tau," gumam Arin sambil menyunggingkan senyum tipis.
Merasa heran dan penasaran, Tiffany mengamati raut wajah Arin baik-baik.
"Lagi kasmaran lo? Wandi udah lo buang setelah kemarin-kemarin nggak lagi komunikasi sama dia? Jangan gitu, Rin, selesaiin dulu masalah lo sama Wandi, baru kenal sama orang baru," oceh Tiffany memberikan saran atau mungkin lebih ke sebuah ceramah, entahlah.
Arin melirik tajam Tiffany. "Berisik banget, ini masih pagi, jangan ngasih ceramah ke gue," balasnya sewot. "Dan ya, gue lagi kasmaran tapi nggak sama orang baru. Lo jangan sok tau, deh."
Tiffany kembali mengamati Arin. Kali ini dengan tatapan yang seolah mengintimidasi. Namun, yang ditatap membalas hal itu dengan tatapan santai.
"Udah, nanti gue pasti cerita. Sekarang lo mau ngapain? Ini masih di kantor, kita harus fokus kerja, profesional."
Meskipun penasaran sekali, tetapi Tiffany juga tidak ingin menunda pekerjaan. Selain itu, ia juga tidak ingin lembur.
"Oke, lo hutang cerita ke gue, ya," balas Tiffany mengalah sambil menyerahkan beberapa berkas file untuk dipelajari Arin.
***
"Jadi, aku boleh panggil kamu pakai sebutan 'sayang' lagi, kan?" tanya Arin dengan wajah lucunya.
Wandi terkekeh pelan. "Boleh banget, Mba Arin sayang. Bukannya udah manggil juga dari kemarin, ya?"
Gila. Benar-benar gila. Arin sangat yakin kalau wajahnya kini tengah merah merona seperti kepiting rebus. Kepalanya tertunduk guna menyembunyikan rasa malunya. Ia belum terbiasa dengan sebutan 'sayang' yang keluar dari mulut Wandi langsung.
"Pelan-pelan, dong, Wan. Jantungku detaknya makin kenceng pas kamu manggil gitu, aku belum terbiasa sama panggilanmu itu," ucap Arin malu-malu.
Lagi-lagi Wandi terkekeh. "Kalo gitu, mulai sekarang aku akan sering-sering panggil Mba Arin sayang. Biar kamu cepat terbiasa," balasnya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Arin yang masih menatapnya dengan malu.
Wandi sialan emang, gue salting banget ini tolong... Lembut banget pas dia manggil gue sayang, astaga! Jadi ketagihan dengerinnya, batin Arin menjerit kegirangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mba Pacar [WENRENE]
FanfictionWandini Soekmadjaja, mahasiswi umur dua puluh tiga tahun yang mendadak mendapatkan "Jackpot" tak terduga. Arindi Brahmana, seorang wanita karier berumur tiga puluh tahun yang memilih "Dare" ketika bermain bersama kawan-kawannya dan berakhir mengenca...
![Mba Pacar [WENRENE]](https://img.wattpad.com/cover/350393704-64-k552582.jpg)