Yakin?

604 78 56
                                    

📼

Asap rokok menguar menyelimuti keempat pria yang tengah nongkrong di teras rumah Marcel. Hanya Hanson yang merokok, yang lain tidak terlalu suka terutama Rangga yang merupakan seorang dokter spesialis jantung.

"Mendingan nih ya, lo batalin aja perjodohan nya Cel! Kasihan si Hanni makan hati terus ngadepin manusia toxic kayak lo," celetuk Rangga seraya mencomot pisang goreng buatan adik Marcel.

Hanson dan Dean mengangguk setuju. "Walaupun masih brengsek Dean, lo itu masuk dalam hitungan kasar Cel," timpal Hanson.

Si pemilik nama yang di sebut melempar lirikan sinis. "Brengsek apaan? Gue cuma nyari yang cocok, kalau udah nemu ya beda cerita," balas Dean.

Marcel diam menyimak percakapan serta lontaran nasihat teman-temannya tanpa minat. Rangga menyadari ekspresi malas itu sontak menyenggol lengan pria sepupunya.

"Ck! Kenapa?" sewot Marcel.

"Kenapa mata lo! Dengerin! Jangan kayak gitu ekspresinya! Kasihan noh si Han-"

"Ya terus mau gimana lagi?! Ntar kalau gue batalin, yang ada kena amuk! Gue udah bilang sendiri ke dia buat batalin, tapi dia sendiri yang ngeyel. Katanya gak masalah. Nanti juga gue luluh sendiri. Udah gak usah bahas! Males gue sialan!" bentak Marcel kemudian meneguk habis botol soda di tangannya.

Rangga hanya tersenyum sesekali menggeleng kecil menghadapi sikap tempramen sepupunya itu. Selama botol kaca itu tidak di banting, masih dalam batas aman. Tatapannya beralih pada Dean yang sedang rebahan sambil memainkan game di ponselnya bersama Chico di seberang sana.

"Kalau lo gimana, Yan? Udah ada pacar masa masih nyari yang cocok?"

Hanson dan Marcel langsung menatap Rangga terkejut. Bagaimana bisa pria itu mengatakan hal yang mustahil di lakukan oleh penikmat HTS seperti Dean.

"Beneran? Kok lo bisa ngomong gitu? HTS an nya kali! Mana ada sejarahnya seorang Dean si paling HTS punya pacar!" seru Hanson.

"Ngigau kali si Rangga," imbuh Marcel.

"Beneran anjir! Kagak percaya, tanya aja sana sama mama Sia! Dia cerita sendiri waktu arisan di rumah gue! Malah sampai nunjukin foto ceweknya waktu gue bilang gak percaya," jelas Rangga menggebu.

"Lo belain gue kali, Yan! Jangan diem kayak orang bisu," sambungnya menggeplak lengan Dean yang baru saja menyelesaikan gamenya.

Helaan nafas lelah terdengar. Dean bangkit dari posisinya. Meneguk kopinya sebelum menjawab kebingungan teman-temannya.

"Bukan pacar. Kita cuma jalin kesepakatan aja, saling memanfaatkan," ucap Dean.

Mereka semakin bingung dengan jawaban ambigu pria itu. "Maksud nya apaan nyet?! Yang jelas!" desak Hanson kesal.

"Ya gue kenalin dia sebagai pacar biar perjodohan gue gak kejadian, terus nanti gue kenalin diri sebagai mantan suami bi-"

BYURRR

BRAKK

Rangga menyemburkan sodanya dan Marcel yang sedang menelpon seseorang menjatuhkan ponselnya. Sementara itu Hanson menganga tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

Berondong? [RORASA] √Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang