📼
Membiarkan Key dan anak buahnya mengurus Anneth, kini Dean beralih menuju hutan. Reo mengatakan bahwa Damian dan Yolanda mulai mencurigai kepergian Dean karena si bungsu tidak pernah pergi sepagi ini jika bukan untuk bermain dengan nyawa orang lain. Tentu sang ayah mengetahui kelakuan anak-anaknya. Sebab Damian yang memperkenalkan kepada Dean dan Yolanda kepada senjata tajam di usia yang masih cukup muda.
Jadi Reo berinisiatif membawa mereka ke gubuk yang ada di hutan. Kebetulan di dekat gubuk itu ada rumah pohon milik Dean dan Chico saat masih kecil dulu.
Tidak ada yang mengetahuinya selain Chico dan Reo, jadi ada jaminan aman jika mereka melakukannya di gubuk itu tanpa mengundang kehebohan. Dean segera keluar dari mobil, di susul oleh Reo. Mata nya menelisik satu persatu pria yang berdiri kaku dengan tangan dan kaki terikat. Mulut mereka di sumpal oleh alas kaki yang semula mereka kenakan.
"Syukurlah tidak ada wanita yang terlibat. Aku tadi sempat gelisah takut ada salah seorang wanita yang ikut serta," ucap Reo lega. Setidaknya dia selamat dari kesadisan Yolanda.
Dean mengernyit tidak yakin dengan ucapan Reo. "Bagaimana bisa seyakin itu?" tanyanya ragu.
Kesal, Reo sudah tidak bisa mempertahankan sandiwaranya menjadi asisten yang teladan di depan para calon mayat di sana. "Gue tanya ke bini lo semalem. Kalau masih ragu, bilang ke dia! Jangan gue!" sewot nya kemudian pergi meninggalkan gubuk.
"Cowok kok ngambekan!"
Kembali pada tujuannya. Dean mengambil pisau lipat dari saku piyama nya. Mendekati karyawannya yang sudah melotot ketakutan. Tanpa mengatakan apapun, pisau itu bergerak menggorok leher pria itu. Menyobek mulut hingga sampai ke telinga. Menusuk perut dengan beringas. Karyawan lainnya juga Dean perlakukan sama seperti sebelumnya.
Sampai pada acara terakhir, sebuah pistol di ambil dari atas meja. Menargetkan pistol itu ke kedua mata dan kening mereka secara bergantian. Suara nyaring tembakan terdengar di tengah hutan yang sepi. Burung-burung yang semula hinggap di sarang mereka mulai beterbangan pergi lantaran terkejut oleh suara tembakan.
📼
Yolanda menghela nafas sebal seraya melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 7 pagi. Kata art tadi Dean pergi subuh. Itu artinya sudah lama adik nakalnya pergi. Keberadaannya tidak dia temukan di semua tempat. Mata bulat itu mulai menatap waspada ke arah pintu kamar Dean yang masih tertutup.
"Ini kalau sampai Shella bangun bisa- HEH! KAMU HABIS NGAPAIN MULUTNYA BERDARAH GITU?!"
Di tengah kekhawatiran yang melanda, Yolanda tiba-tiba di kejutkan oleh kehadiran adik tercinta. Tampang adiknya itu sudah seperti zombie pemakan otak, belum lagi piyama yang semula berwarna biru langit menjadi warna merah gelap serta bau anyir menyeruak di sana. Si empu hanya memasang wajah santai. Berbeda dengan sang kakak yang panik.
"Apasih, kak? Santai aja dong, lagian ayah kakak juga pasti udah berangkat ke kantor."
"Kata siapa?"
Raut santai itu berubah menjadi panik. Dia berbalik cepat menatap kaget Damian yang menatapnya heran. Pria itu mendekati putranya yang mengalihkan pandangan ke sembarang arah. Yolanda hanya menyimak tanpa mau ikut campur atau membela sang adik. Percuma juga membela kalau ayahnya sudah mengetahui kenakalan putranya pagi ini.
"Darimana? Pagi-pagi di cariin gak ada," celetuk Damian.
Dean mengusap tengkuknya pelan. Walaupun nadanya terdengar santai, pria di hadapannya ini pasti memiliki niat yang tidak bisa Dean duga. Bisa saja hal buruk menimpanya nanti dan di balik itu semua, yang harus dia lakukan adalah berkata jujur.
"Ngurus rumor."
Jawaban singkat, namun Damian faham maksud dari jawaban tersebut. Sebelumnya memang rumor tentang Dean menghamili wanita lain menyebar begitu cepat. Semalam rumor itu sampai di telinga Damian. Pria itu sebisa mungkin mencegah rumor itu agar tidak sampai terdengar oleh sang kakek.
Dan subuh tadi, dia melihat Dean pergi dengan tergesa-gesa bersama Key. Detik itu pula Damian menghela nafas lega karena putranya segera menanganinya. Nama Dean sudah mulai di sorot sejak penobatan itu. Membuat semua hal yang berhubungan dengan pria itu juga menjadi sorotan dan bahan pembicaraan publik. Jika ada rumor buruk tentangnya, maka nama keluarga juga ikut terseret.
"Tidak pakai pistol?"
"Pakai punya Reo."
"Sudah kamu pastikan mereka tidak buka suara atas perlakuanmu?"
"Aku membunuh mereka."
"APA?!"
Pekikan itu berasal dari Yolanda. Wanita itu berjalan mendekati anak dan ayah itu dengan raut terkejut. Mungkin dia mengira Dean telah membunuh Aneth juga.
"Kamu juga bunuh mantan HTS kamu itu?" tanya Yolanda.
Dean mengernyit bingung. "Kok tau dia pernah jadi HTS aku? Kakak nguntit, ya?" balasnya bertanya.
"Heh! Aku sama Papa tau ya siapa aja yang pernah punya hubungan sama kamu! Kamu kira gak ada yang tau kamu selama ini ngapain aja dan sama siapa aja, hah?"
Damian hanya tertawa kecil melihat ekspresi terkejut Dean. "Kami selalu mengawasi. Mungkin kamu marah karena menyangkut privasi. Tapi kami hanya tidak mau kamu melewati batas. Apalagi pergaulanmu dan teman-temanmu yang tidak jauh dari kebebasan," jelasnya.
Mendadak kepalanya menjadi berat sebelah. Jangan bilang mereka tahu pekerjaan Dean selama ini.
"Yang penting sekarang, cepat bersih-bersih dulu! Keburu Shella tau kalau tunangannya suka bunuh orang. Bisa kabur dia nanti."
"Iya. Shella mana mau punya suami kayak gitu. Bisanya ngaku seniman, gak ada tuh seniman pegang senjata."
"IH APASIH KALIAN?!"
Tawa keduanya pecah melihat ekspresi cemberut Dean. Suka sekali menggoda si bungsu. Apalagi reaksinya seperti anak kecil yang menghentakkan kakinya kuat pergi ke kamar mandi.
📼
Tahun baru semua~ 🎉
Aku update kebetulan lagi bosen tahun baru tapi nolep di rumah. Kalian tahun baru ngapain nih?
Sebelumnya aku mau tanya, kalian mau aku langsung update full sampe end atau bertahap? Kalau mau bertahap, ya udah. Kalau mau full sampe end harus nunggu sampai puasa 😁
Jangan lupa vote dan komennya yaw...
Tolong diingatkan apabila ada kesalahan di beberapa bagian!
Terima kasih atas waktunya...
Aku yakin yang baca ini sekarang, pasti gaada gandengan buat tahun baru. Ngaku aja udah 😇
Sampai jumpa lagi~

KAMU SEDANG MEMBACA
Berondong? [RORASA] √
Fanfiction(spin off "Married?!" Dean-Shella version) Dean berulang kali mendekati banyak gadis untuk di jadikan pasangan demi membatalkan perjodohan yang sudah di rencanakan. Namun, tidak ada satupun yang cocok dengan seleranya. Sampai akhirnya malam itu, seo...