Hasrat

557 83 30
                                    

📼

"Emmhhh shhh..."

Erangan kecil keluar dari mulut salah seorang yang baru saja bangun dari lelapnya. Tubuhnya terasa begitu lemas akibat kejadian semalam. Matanya melirik ke samping di mana seorang wanita cantik masih tidur dengan nyenyak. Tampaknya kejadian semalam cukup membuatnya kelelahan. Lihat saja mata indah itu masih terpejam erat tidak terusik sama sekali ketika Dean menarik lengannya menjauh.

Bayangan bagaimana tatapan sang ibu kembali menghantui Dean. Sejujurnya, dia belum terbiasa dengan perilaku kejam Sia yang dengan tega melakukan itu kepadanya. Pria itu sudah menduga hal ini akan terjadi, apalagi setelah namanya yang sekian lama di sembunyikan dari publik akhirnya di umumkan sebagai pemegang perusahaan dan pewaris utama.

Mengelak juga tidak bisa. Dia harus mencari pekerjaan yang normal untuk menghidupi keluarga kecilnya di masa depan. Seniman saja tidak cukup karena Shella pasti akan mengetahui pekerjaan aslinya yang bisa di bilang aneh bagi wanita karir sepertinya.

"Tuan-"

Salah satu asisten yang baru saja masuk hendak memanggil Dean itu langsung menghentikan ucapannya ketika si pemilik kamar menyuruhnya diam agar Shella tidak terusik. Pria itu kemudian bangkit dan mengajak asistennya untuk berbincang di luar kamar.

"Ada apa Key?" tanya Dean usai menutup kembali pintu kamarnya.

Key, asisten yang di tugaskan mencari informasi penyebaran nama baik Dean itu memberikan lembaran kertas mengenai sosok wanita yang di cari. Dean menerimanya, lalu membaca isi kertas tersebut dengan seksama.

"Setelah saya cari tahu, sepertinya anda memiliki hubungan dengannya di masa lalu. Dia juga beberapa kali tertangkap basah sedang menguntit anda," lapor Key menjelaskan.

Dean mendecih sebal. Benar apa yang Key katakan. Wanita itu adalah salah satu korban HTS Dean saat masih menduduki bangku kuliah dulu. Mereka memang dekat dalam waktu cukup lama di bandingkan korban Dean yang lain. Namun pria itu memutuskan interaksi dengan si wanita dengan alasan ingin fokus kepada Shella yang secara mendadak masuk ke dalam hidupnya.

Sepertinya wanita itu menyimpan dendam kepada Dean karena memperlakukannya seperti boneka yang di campakkan.

"Kalian membawanya?"

"Kami menahannya di apartemen miliknya, tuan."

Tanpa membalas, Dean masuk ke kamar untuk mengambil jaketnya. Kemudian kembali keluar dan mengajak Key pergi menemui wanita itu. Sebelum keluar, Dean menitipkan Shella kepada art di sana. Meminta mereka untuk memastikan agar Shella istirahat sampai dia kembali.

Keduanya masih berada di rumah Damian. Semua penghuni rumah masih tidur, jadi Dean berpesan agar para art menjawab dia sedang berolahraga bersama Key saat penghuni rumah mencari nanti. Key melajukan mobil dengan kecepatan sedang.

Di sepanjang perjalanan, Dean memberitahu Reo untuk membawa para karyawan yang tadi sempat dia kumpulkan ke apartemen mantan HTS-nya. Tidak butuh waktu lama, mobil itu sampai di sebuah gedung tinggi tempat wanita itu tinggal.

"Bisa kalian keluar dulu? Aku ingin berbicara secara pribadi dengan wanita ini," pinta Dean kepada penjaga di sana setelah masuk ke dalam apartemen.

Berondong? [RORASA] √Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang