📼
"Aku tanya sekali lagi, kenapa kamu bilang kalau belum siap untuk menikah? Kita udah bicarakan ini sebelumnya dan kamu bilang kalau mau terima apapun keputusan Ayah sama Papa."
Dean memijat keningnya pening. Sejujurnya, dia tadi tidak ada niatan mengatakan itu sama sekali. Pikirannya yang tidak fokus juga terkejut mendengar keputusan mereka membuat Dean tidak bisa berpikir. Ketika sampai di rumah, Shella langsung merampas ponselnya dan menginterogasi nya.
Wanita itu marah. Dean tidak melakukan pembelaan apapun karena memang ini kesalahannya tidak berpikir lebih dulu sebelum berbicara. Beruntung Reza dan Damian menyetujui permintaannya di mana pernikahan akan di lakukan minggu depan.
"Aku bicara sama kamu, Dean! Jangan cuma diam! Atau kamu bilang begitu karena gak mau nikah sama aku? Iya?!"
"Kalau memang kamu gak mau nikah sama aku, ya udah! Pergi sana sama selingkuhan kamu!"
"Pasti kamu punya seling-"
Cup
Omelan Shella terhenti begitu Dean secara tiba-tiba mempertemukan bibir keduanya. Pria itu menarik tengkuk Shella untuk memperdalam ciuman mereka. Wanita itu awalanya memberontak, namun sentuhan yang Dean berikan di tubuhnya membuatnya terbuai.
Ciuman Dean tidak pernah lembut. Selalu terkesan kasar dan terburu-buru hingga mampu membuat Shella yang katanya ahli dalam ciuman itu kewalahan. Dean mendorong tubuh Shella mundur menuju sofa tanpa melepaskan pangutannya.
"Akan aku pastikan tidak ada orang ketiga dalam hubungan kita."
📼
Sepasang kaki jenjang itu melangkah menyusuri lorong perusahaan. Para pekerja yang ada di sekitar sontak membungkuk dan menyapa begitu berpapasan dengan calon istri atasan mereka itu. Reo yang melihat kedatangan Shella pun mempersilahkan wanita itu masuk ke ruangan Dean yang tertutup rapat.
"Shel, aku minta tolong kasih ini ke Dean sekalian," pinta Reo memberikan dua map berwarna coklat kepada Shella.
"Memangnya kamu gak masuk?"
Reo menggeleng. "Dean gak bolehin orang lain masuk. Kamu buruan masuk gih!" sahutnya.
Rasa penasaran Shella semakin meningkat. Semalam setelah adegan panas mereka, wanita itu mengancam akan memutuskan hubungan mereka apabila Dean masih belum mau terbuka kepadanya. Pria itu terlalu tertutup akhir-akhir ini membuat orang lain salah paham.
Dean pun menyetujui dan mengatakan untuk datang ke perusahaan saat pekerjaan Shella selesai. Wanita itu sengaja tidak mengabari Dean kalau dia datang lebih awal dari waktu yang dia kabarkan. Tangannya perlahan bergerak memutar engsel pintu sebelum mendorongnya masuk.
Matanya melebar ketika melihat begitu banyak foto bayi hingga anak remaja berlumuran darah serta tulisan semacam laporan berserakan di lantai. Lebih terkejutnya lagi, dia melihat ada Rangga dan Chico yang duduk di sofa.
"Lho, kalian berdua bukannya lagi keluar kota?"
Suara Shella yang terdengar tiba-tiba membuat ketiga pria yang semula fokus pada kegiatan masing-masing tersentak kaget. Rangga dan Chico kompak menoleh pada Dean dengan tatapan tajam.

KAMU SEDANG MEMBACA
Berondong? [RORASA] √
Fanfiction(spin off "Married?!" Dean-Shella version) Dean berulang kali mendekati banyak gadis untuk di jadikan pasangan demi membatalkan perjodohan yang sudah di rencanakan. Namun, tidak ada satupun yang cocok dengan seleranya. Sampai akhirnya malam itu, seo...