•
•
•
•
Happy Reading
••©••
Saat ini enhypen berada di Namyangju, Gyeonggi-do. Bukan hanya enhypen, mereka juga mengajak pasangan masing-masing yang kebetulan juga mendapat cuti untuk merayakan tahun baru. Walaupun mereka berada di tempat kelahiran Heeseung, namun mereka memilih menyewa tempat camping untuk menikmati malam tahun baru.
"Kenapa tendanya cuma 7?". Tanya Ningning sambil melihat Jay yang menurunkan barang-barang mereka dari mobil. Pasalnya tempat ini di sewa oleh Jay dengan harga puluhan juta, tapi kenapa hanya ada 7 tenda sedangkan mereka ada 14 orang. Pemandangan di sini sangat indah walau masih sore hari, apalagi jika malam hari.
"Kan kita ada 7 pasang, by". Jawab Jay tanpa melihat ke arah Ningning.
"Niat banget kalian". Ujar Karina yang mendengar percakapan sepasang suami istri itu. Ia tau ini rencana ke tujuh pemuda yang memiliki pemikiran yang sama itu. Mereka memang cocok menjadi sahabat karena sepemikiran.
"Eonnie, ini mau di taro di kulkas juga?". Tanya Wonyoung sambil menunjukkan wine pada Karina.
"Sini biar gue yang simpen". Bukan Karina yang menjawab, tapi Jungwon yang berada tak jauh dari Wonyoung, lalu mengambil wine yang di pegang Wonyoung.
Tempat camping yang di sewa Jay menyediakan 7 tenda dengan 1 kasur dan 1 lemari di masing-masing tenda. Ada juga dapur kecil di samping tenda. Di dalamnya berisi kulkas dan peralatan masak beserta piring dan gelasnya. Tak jauh dari dapur ada 2 kamar mandi dan toilet. Jay menghabiskan hampir 45 juta untuk menyewa tempat camping itu dalam semalam. Biasanya tempat ini bisa di gunakan untuk 50 orang lebih, namun Jay menyewa satu lokasi itu agar tidak ada orang lain yang camping di sana.
"LEESEO". Teriak Minji saat melihat Leeseo terpeleset dan terjatuh.
Mendengar teriakan Minji, semua orang mengalihkan pandanganya ke arah Minji yang menghampiri Leeseo. Reflek mereka berlari ke arah Leeseo dan Minji.
"Ada yang sakit?". Tanya Jungwon yang menatap Leeseo khawatir.
"Sshh__". Ringis Leeseo saat ingin berdiri.
"Kayaknya kaki terkilir deh. Gendong dulu Won, kita obati di sana". Ujar Heeseung.
Jungwon pun menggendong Leeseo membawanya ke kursi yang tersedia di dekat tenda. Setelah mendudukkan Leeseo di kursi, Jungwon membuka sepatu Leeseo untuk mengecek pergelangan kakinya.
"Arghh__sakit oppa". Leeseo reflek mencekram bahu Jungwon saat Jungwon menggerakkan kakinya.
"Tadi beli es batu kan?!, pake es batu aja. Jangan di gerakin dulu Won, takutnya tambah parah". Ucap Jake.
"Bentar, gue ambil es batunya dulu". Ujar Ningning lalu pergi mengambil es batu di kulkas. Tak lama kemudian Ningning datang dengan es batu yang di bungkus plastik.
"Nih". Ningning menyerahkan es batu itu pada Jake yang langsung di terima oleh sang empu.
"Sayang, pinjem bandana kamu". Yujin pun melepas bandana slayer yang ia jadikan ikat rambut lalu memberikannya pada sang suami. Jake ikut berjongkok di samping Jungwon setelah menerima bandana dari sang istri. Ia memindahkan es batu dari plastik ke bandana itu lalu ia ikat agar bisa mengompres kaki Leeseo.
