EIGHTEEN

859 67 1
                                        





Happy Reading

••©••

Enhypen melakukan penerbangan ke Madrid untuk menghadiri acara 'MUSIC BANK IN MADRID'. Selain ENHYPEN, beberapa idol yang akan tampil di acara ini adalah aespa, Boynextdoor, Riize, Nmixx, Kiss of Life, Mamamoo+, dan P1Harmony.

Mereka semua di tempatkan di hotel yang sama. Kamar hotel member Enhypen dan member Boynextdoor bersebelahan. Sedangkan di hadapan mereka ada kamar member Nmixx dan member Mamamoo+. Dan di sebelah kamar member Boynextdoor adalah kamar member Aespa.

"Jadi kenapa kalian berdua di sini?". Seorang gadis bersedekap dada menatap kedua pemuda yang duduk di sofa.

"Ketemu kalian lah. Emang kamu gak kangen sama aku, yang?". Pemuda yang tak lain adalah Heeseung itu menatap sang kekasih yang menatapnya galak.

"Kalian ini. Kalo ketauan gimana?". Ningning yang memang sekamar dengan Karina menatap sengit kedua pemuda yang duduk santai di sofa.

"Aman, by. Kita udah pastiin itu. Mending kamu ikut aku". Jay, pemuda itu meraih tangan sang istri untuk mengajaknya keluar.

Jay dan Ningning memutuskan untuk mengubah panggilan mereka setelah kena teguran oleh sang Mama.

"Mau kemana?".

"Ke kamar sebelah".

"Ngapain?".

"Menurut kamu?. Kita udah gak ketemu hampir 2 bulan loh. Aku kangen tau, by".

"Ya trus ngapain ke kamar sebelah. Kenapa gak di sini aja. Nanti kita ketauan kalo keluar masuk gini".

"Emang kamu mau mereka ngeliatin kita mesra-mesraan?". Jay melirik sepasang kekasih yang kini menatap mereka.

"Mereka kan juga bisa mesra-mesraan". Ningning menatap heran sang suami. Apa suaminya itu lupa kalau Heeseung dan Karina itu sepasang kekasih.

"Tapi mereka cuma bisa sebatas ciuman gak lebih. Eh, bisa juga sih kalo Heeseung hyung khilaf".

Ningning dan Karina menatap tajam Jay saat mendengar ucapan pemuda itu.

"Udah ah jangan banyak mikir. Aku udah gak tahan nih". Jay menarik tangan Ningning untuk pergi dari kamar itu.

"Heh". Ningning menggeplak lengan Jay mendengar ucapan pemuda itu namun masih mengikuti langkah sang suami.

"Awas aja besok adek gue gak bisa jalan". Gerutu Karina.

"Udah jangan mikirin mereka". Heeseung menarik Karina hingga sang kekasih duduk di pangkuannya.

"Hee". Pekik Karina karena kaget tiba-tiba di tarik oleh sang kekasih dan reflek memukul bahunya.

"Sayang kapan kita nikah. Aku juga mau kayak Jay sama Jake". Ucap Heeseung yang menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang kekasih. Memang Heeseung sudah melamar Karina waktu bertemu bulan lalu, namun Karina menolaknya dengan alasan tidak ingin menikah muda.

"Gak usah buru-buru. Kita nikmatin dulu masa pacaran kita. Nikah muda itu gak semulus yang kamu pikir, Hee".

"Tapi mereka berhasil jalanin itu". Heeseung mengangkat kepalanya menatap serius sang kekasih.

"Kamu tau mereka nikah bukan karena keinginan mereka sendiri. Dan dari sudut pandang kita mereka emang terlihat bahagia. Tapi kita gak tau isi hati mereka. Cewek kayak Ningning kamu pikir bakal terima gitu aja sama perjodohan itu. Yujin, dia harus jadi istri sekaligus calon ibu di usia yang masih muda. Apalagi dia seorang idol. Kamu pikir mereka gak stress?. Di saat seharusnya dia cuma mikirin kariernya tapi harus di tambah mikirin gimana caranya hubungan mereka tetap aman dari publik. Idol cewek lebih banyak di benci daripada idol cowok. Percaya gak percaya, pasti ada ketakutan di diri mereka. Aku aja yang cuma pacaran sama kamu ada rasa takut ketahuan. Bukan takut hubungan kita ketauan. Tapi takut fans kamu atau fans aku gak terima sama hubungan kita". Karina mengelus rahang sang kekasih.

"Hee, suatu saat kalo kita udah kebal buat lawan haters, aku siap buat jadi istri kamu, okey".

"I love you". Bisik Heeseung yang kini memeluk Karina.

"Love you too". Karina tersenyum sambil membalas pelukan sang kekasih.

••©••

"Kamu tunggu di sini". Setelah mengucapkan itu Jay pergi berlari menuju kamar mandi yang berada di kamar hotelnya dan Heeseung. Mereka sengaja memilih tidur bersama saat mengetahui Karina dan Ningning tidur di kamar yang sama. Dan ini tujuan mereka, tidur bersama pasangan masing-masing.

"Jadi dia gak tahan karena kebelet bukan karena__aish, gue jadi ikutan mesum karena punya suami mesum". Ningning menepuk dahinya lalu berjalan untuk duduk di ranjang.

Setelah beberapa menit akhirnya Jay keluar dari kamar mandi. Ia menghampiri sang istri yang sedang duduk melamun menatap ke arah jendela yang menampilkan keindahan Madrid.

"Ngelamunin apa?". Bisik Jay di telinga sang  istri membuat Ningning reflek menoleh dan berakhir pipinya di cium oleh sang suami.

"Udah?!". Tanya Ningning sambil menjauhkan tubuhnya dari sang suami dan di jawab anggukan oleh Jay.

"Udah makan?". Jay bertanya sambil mengelus kepala Ningning.

"Udah".

Jay mengangguk mendengar jawaban sang istri. Ia berjalan dan duduk di sofa tak jauh dari sang istri. Jay menepuk pahanya memberi kode sang istri agar duduk di pangkuannya. Ningning pun menuruti kemauan sang suami. Ia bangun dan duduk di pangkuan sang suami.

"Mama ngasih rumah buat kita. Nanti kalo kamu ada waktu luang kita kesana". Ucap Jay dengan tangan yang memeluk pinggang sang istri.

"Rumah?".

"Iya. Hadiah pernikahan buat kita dari Mama. Katanya Mama baru bisa ngasih sekarang karena harus nyesuain sama rumah impian kamu".

"Kenapa kamu terima. Aku gak enak loh sama Mama".

"Kalo kamu nolak Mama bakal sedih. Mama aja kayaknya lebih sayang kamu dari pada aku. Setiap nelfon aku yang di tanyain dulu selalu kamu". Ucap Jay agak kesal sambil memainkan rambut Ningning.

"Kamu yakin kita bisa pertahanin pernikahan kita?".

Tangan Jay yang tadinya memainkan rambut Ningning kini terhenti karena ucapan sang istri.

"Kenapa harus gak yakin?".

"Kita itu dua orang asing yang di paksa bersatu oleh ikatan pernikahan. Jadi ada kemungkinan jika kita gak bisa pertahanin pernikahan kita".

Mendengar ucapan Ningning membuat Jay menarik tubuh Ningning hingga kening mereka bersentuhan.

"Kita udah sejauh ini kamu pikir aku bakal lepasin kamu gitu aja?!".

Setelah mengucapkan itu, Jay langsung mencium bibir sang istri. Ciuman itu menuntut meminta lebih karena ada rasa marah di diri pemuda dengan julukan angrybird itu. Satu tangannya meremas pelan pinggang sang istri dan satu tangannya lagi berada di tengkuk sang istri.

"Jay__kamu__cinta sama aku?". Jay yang saat ini beralih mencium leher sang istri terhenti mendengar pertanyaan Ningning.

"Why?". Tanya Jay dengan suara seraknya.

"Kalo kamu kayak gini, seharusnya kamu cinta sama aku".  Ucap Ningning yang bisa merasakan kemarahan Jay.

"Kalo iya kenapa__?". Jay mencium telinga Ningning membuat sang istri menjauhkan tubuhnya.

"Kenapa bisa". Ningning menatap intens sang suami. Jay yang di tatap intens oleh sang istri sedikit memiringkan kepalanya.

"Karena kamu Ningning".















••®••

LibertéCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang