•
•
•
•
Happy Reading
••©••
Karina keluar dari kamar mandi menghampiri sang suami yang masih tertidur pulas di atas ranjang.
"Hee, bangun". Ia menguncang pelan tubuh Heeseung.
"Em, lima menit lagi sayang". Ujar Heeseung dengan suara seraknya tanpa membuka mata.
"Ish, bangun dulu. Aku mau nunjukin sesuatu sama kamu". Karina menarik tangan Heeseung agar suaminya itu bangun.
"Mau nunjukin apa?". Heeseung bangun dengan mata yang masih terpejam.
"Nih". Karina memberikan benda persegi panjang berwarna putih pink ke tangan Heeseung.
"Apa sih say___". Heeseung membelalakkan matanya saat melihat benda persegi panjang berwarna putih pink itu menunjukkan garis dua.
"Sayang, ini beneran?". Tanyanya menatap tak percaya ke arah Karina. Melihat Karina mengangguk, Heeseung langsung memeluk istrinya. Rasa kantuknya seketika menghilang saat mengetahui kabar bahagia dari istrinya.
Cup
Cup
Cup
Cup
Heeseung mencium kening, kedua pipi Karina dan terakhir mengecup bibirnya.
"Makasih sayang. Akhirnya aku bakal jadi ayah". Ia meraih tangan Karina lalu mengecupnya.
"Kamu seneng?".
"Banget. It's my dream sayang". Karina tersenyum melihat Heeseung sangat antusias mendengar kabar kehamilannya.
"Oh iya. Kamu udah periksa ke dokter?".
"Belom. Rencananya habis ini aku mau nelfon Ningning buat minta nomer Tante Hyuna".
"Kamu telfon Ningning aja. Aku mau mandi dulu".
Heeseung pergi ke kamar mandi meninggalkan Karina yang kini beranjak untuk mengambil ponselnya.
"Halo".
"Halo eonnie. Ada apa?".
"Eonnie mau minta nomer Tante Hyuna dong".
"Wait, kenapa eonnie mau minta nomer Tante Hyuna?. Jangan bilang__".
"Iya".
"Aaa~ congrats eonnie".
"Thanks".
"Aku kirim nomernya ya".
"Iya. Makasih ya".
"My pleasure".
"___udah dulu ya eonnie, aku mau masak. Jay lagi kurang enak badan, jadi aku mau masakin dia dulu. Mungkin kecapean dia gara-gara habis pulang dari jepang".
"Heeseung juga susah dibangunin. Ini aja baru bangun karena eonnie bangunin".
"Capek banget kayaknya sampe siang baru bangun".
"Mungkin".
"Aku tutup ya eonnie. Nanti aku kirim nomernya. Bye".
"Bye".
Panggilan di akhiri oleh Ningning. Karina mengecek pesan yang di kirim Ningning. Mengirim pesan pada dokter Hyuna membuat janji untuk memeriksa kandungannya. Setelah itu ia menaruh ponselnya kembali lalu pergi menuju dapur.
