»Jay & Ningning

1K 48 0
                                        






Happy Reading

••©••

Saat ini Jay dan Ningning berada di rumah sakit. Jay yang baru sampai di dorm enhypen setelah selesai latihan untuk album baru enhypen, di telfon oleh sang ibu jika istrinya mengalami kontraksi. Ia buru-buru pergi ke rumah sakit setelah izin pada member enhypen yang lain. Ningning baru pembukaan 2, dan ia menyuruh sang ibu untuk istirahat di ruangan lain yang tersedia karena ia memesan ruang VIP. Jam menunjukkan pukul 2 dini hari. Jay pun belum istirahat sama sekali. Ningning memilih lahiran normal karena ia ingin. Sebenarnya bisa saja Jay membayar mahal untuk bekas operasinya jika Ningning mau melahirkan sesar. Namun istrinya itu memilih melahirkan normal karena kehamilannya baik-baik saja dan bisa lahiran normal.

"Cukup". Ningning menolak suapan makanan dari Jay.

"Kamu baru makan dua suap loh by".

"Sshh, aku kenyang". Ningning sesekali meringis ketika merasakan sakit di perutnya.

"Operasi aja ya". Ucap Jay sambil menaruh makanan di atas nakas samping brankar Ningning.

"Gak mau. Tante Hyeri juga bilang gak papa kalo lahiran normal".

"Tapi kamu kesakitan". Ia meraih tangan istrinya. Mengusap kepalanya dan tangannya.

"Gak masalah. Emang kayak gini prosesnya".

"Aku yang masalah. Aku gak tega ngeliat kamu kesakitan gini by".

"Aku masih bisa nahan kok".

"Tapi___".

"Sst udah. Ini keputusan aku. Kamu cukup dampingi aku, okey?".

"Okey". Jay menghela nafas pasrah.

"Kamu tidur gih. Aku tau kamu belum istirahat sama sekali"

"Gak papa. Aku mau nemenin kamu aja".

"Nanti kamu sakit gara-gara kecapean".

"Biarin. Lagian mana bisa aku tidur, sedangkan kamu kesakitan kayak gini". Ia mengusap keringat di dahi istrinya.

"Tapi kamu butuh istirahat".

"Aku bakal tidur kalo kamu mau di operasi".

"Ck, jangan maksa aku deh".

"Yaudah kamu jangan maksa aku juga".

Beginilah jadinya jika sepasang suami istri memiliki ego yang sama dan sama-sama keras kepala. Namun beruntungnya mereka masih bisa mengatasi permasalah yang di sebabkan oleh ego mereka.

Pagi hari di ruang VIP Ningning, terlihat Jay tertidur di sofa. Sedangkan Ningning berada di ranjang pasien memainkan ponselnya. Ia sudah lahiran 2 jam yang lalu. Bayi laki-laki mirip Jay itu kini tertidur di box bayi yang berada di samping ranjang Ningning.

Oek Oek

Ningning reflek menaruh ponselnya saat mendengar tangisan putranya. Dengan perlahan Ningning turun menuju box bayi sambil mendorong tiang infusnya.

"Anak mommy haus kah?". Ia mengambil bayinya perlahan. Menggendongnya lalu membawanya ke ranjang pasien untuk menyusuinya.

"Loh sayang, baby-nya bangun?". Yoora, Mama Jay yang baru saja masuk membawa beberapa plastik bertanya pada sang menantu.

"Iya Ma. Mungkin haus".

"Kenapa gak bangunin Jay?. Kamu gak boleh banyak gerak loh sayang". Ia menaruh 3 kantong plastik berisi makanan di atas meja.

LibertéCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang