•
•
•
•
Happy Reading
••©••
Di salah satu apartemen mewah di Seoul, kini sepasang manusia tengah menikmati makan malam di balkon yang sudah di hias secantik mungkin.
Pemuda tampan yang sudah menghabiskan makanannya terlebih dahulu itu beranjak untuk melihat pemandangan indah kota Seoul di malam hari. Beberapa menit lagi akan terjadi pergantian tahun. Itu sebabnya dua insan berbeda gender itu memutuskan untuk bertemu di tempat yang lebih privasi. Karena di luar sana sudah pasti banyak orang-orang berlalu lalang untuk merayakan tahun baru.
"Katanya Oppa mau ngomong sesuatu?".
Gadis cantik bermarga Jang itu berdiri di samping pemuda dengan julukan ice prince itu. Mata indahnya ikut menyelusuri indahnya kota Seoul.
Pemuda dengan julukan ice prince yang tak lain adalah Sunghoon itu menoleh pada sang empu. Menatap intens wajah cantik yang entah sejak kapan bisa membuat jantungnya berdetak cepat saat berada di dekat gadis cantik itu. Senyumnya, binar matanya dan tutur katanya yang lembut itu berhasil mencuri hati pemuda tsundere itu.
Tangan Sunghoon terangkat untuk mengelus kepala Wonyoung yang membuat sang empu menoleh. Kedua pasang mata itu bertemu. Berdiam diri hingga ucapan pemuda ice prince itu membuat gadis bermarga Jang itu membeku.
"Jadi milik gue".
Senyuman terlihat di bibir gadis bermarga Jang itu setelah berhasil mengendalikan diri.
"Oppa nembak aku?!".
"Ya~, gitulah".
Sunghoon kembali menatap indahnya kota Seoul. Kedua tangannya di tekuk hingga kedua sikunya menumpu di pembatas balkon.
"Gak ada kata-kata romantis gitu?!".
"Gak ada".
"Ck".
Gadis bermarga Jang itu berdecak mendengar jawaban pemuda tsundere itu.
"Jadi mau gak, jadi pacar gue?".
"Emang oppa nanya?, enggak kan?!".
"Iya sih. Gue gak suka penolakan".
"Dasar pemaksa".
Ucapan Wonyoung membuat Sunghoon menatapnya dan di tatap balik oleh sang empu.
"Apa?!, benerkan".
Wonyoung terdiam setelah berucap karena di tatap intens oleh pemuda tsundere itu. Mata indah itu menatap Sunghoon yang menatap intens dan melihat Sunghoon yang mengikis jarak di antara mereka.
"O-oppa mau ap___".
Bibir pink itu berhenti bergerak saat sesuatu menempel di atasnya. Sunghoon, sang pelaku itu melumat bibir pink yang menurutnya terasa manis. Salah satu tangannya memegang tengkuk sang gadis kala merasa gadis itu ingin melepaskan ciuman mereka.
