Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hi! Ihopeyou enjoyed this story!
"Huahh..." Eric menguap. Lantas bangun dan merenggangkan tubuhnya.
Eric melirik ke arah jendela. Masih berusaha membuka matanya bangun untuk sepenuhnya.
Hujan?
"Sshh.. Pantes dingin.." gumamnya sambil menarik kembali selimut. Membuat tubuhnya tergulung oleh selimut. Eric lantas mengambil remote AC dan mematikannya.
Eric melirik ponselnya yang ada di atas meja, lantas mengambilnya. Tubuhnya ia arahkan kembali untuk terlentang di atas kasur. Jarinya tergerak membuka lockscreen.
Eric mengerutkan keningnya.
*1 panggilan tak terjawab dari Nathan *12 panggilan tak terjawab dari Vano *10 pesan dari Vano
Eric kembali menegakkan tubuhnya. Jarinya bergulir cepat membuka pesan. Walaupun wajahnya kini terlihat tenang, tapi hatinya tak berkata demikian.
Siapa yang tidak panik sih tiba-tiba di spam panggilan?
| Vano |
18.57 /Ric /Eric
19.15 /Ric angkat telp gue /ERICC
20.07 /Send a pict 📷 /Mobil ini ngikutin gue dari kemaren, tdi pagi Nathan dikejar /Pke masker klo bisa kemana-mana ric, kita belum tau siapa yang ngikutin sama maksud dia apa
20.30 /Anjir lah ricclo dimana sih?! /Lo gapapa kan?
21.45 /Jawab gue klo udh aktif.
Jarinya dengan cepat menelpon Vano kembali.
"Van- "
"Kemana aja sih dari kemaren?! Gue sama Nathan panik tau nggak? Gabisa hubungin lu!"
Eric berjengit. Menjauhkan ponselnya dari telinga.
"Sori sori gue ketiduran dari sore Van"
"Anjing ni bocah. Makanya jangan di silent hp lo!"
"Iya iya bawel, terus gimana? Siapa itu yang ngejar? Nathan gapapa?" Tanya Eric beruntun.
Terdengar helaan nafas Vano. "Nathan oke. Cuman Ibunya dia pas lagi belanja dibuntutin juga sama tuh orang. Makanya Nathan panik banget."