Chapter 14

123 6 0
                                        

Sudah sore sekarang, tapi para anaknya Chan belum pada bangun bangun juga.

Chan keluar dari kamar dengan perasaan gembira dan lega.

Jarang jarang loh dia bisa stay dirumah dari siang.

Chan yang sadar suasana rumah masih sepi,dia jalan ke ruang tengah dan ngambil microphone yang ada di dalam lemari kaca.

Ingat kan Chan sengaja beli microphone untuk bangunin semua anaknya dari tidur.

Chan mulai berbicara di mic

"Anak anakku yang tersayang,come on wake up.Udah sore!"Chan diam dulu selama satu menit

Karna nggak ada respon dia mulai ngomong lagi.

"Wake up all!"tetap nggak ada respon.Oh tunggu Chan punya ide

"Kalau kalian nggak bangun juga,papa nggak jadi ajak kalian pergi"

Setelah Chan ngomong gitu nggak lama dia dengar suara pintu dibuka dan dibanting, disertai dengan suara langkah kaki yang tergesa gesa.

Ditangga anak anaknya udah berebut buat turun duluan ke bawah.

"Ayo pa,kita pergi"ucap Changbin

Ini anaknya ngajak pergi dengan rambut masih acakan terus baju yang compang camping.Mana masih setengah sadar tapi dipaksa sadar.

"Kalian ini mau pergi tapi penampilannya kayak gitu?"

"Nggak apa apa pa,mau dalam kondisi apapun namanya orang tampan bakalan selalu tampan"siapa yang ngomong?tentu seorang Hyunjin yang pede nya lebih tinggi dari langit.

"Terserah, kalian mandi sekarang dah sore"perintah Chan

"Jadi pergi kan pa?"tanya Minho

"Iya jadi.Udah sana siap siap"

Kalau orang lain yang nggak tau tentang keluarga mereka, mungkin bakal mikir Chan ini tipe ayah yang selalu tepatin omongan sama anak.

Padahal dilubuk hati Chan yang terdalam dia iyain mau anaknya karna nggak mau anaknya tantrum.

Kalau sampai anaknya tantrum dan marah sama dia, behh panjang urusan.

~~

Chan duduk di ruang tengah sambil main hpnya sendirian.Nggak sendiri sih ada Seungmin sama Jeongin yang nemenin dia.

Chan udah duduk di sana dari satu jam yang lalu tapi anaknya nggak selesai selesai pakaiannya.

Padahal Seungmin sama Jeongin udah siap bahkan sebelum Chan selesai pakaian mereka udah stay di ruang tengah.

Maklum lah,Seungmin ini anaknya tu kelewatan simple,dan nggak suka lama lama juga.

Jadi abis mandi dia cuman pakai kaus putih lapis kemeja sama celana pendek selutut.

Jeongin juga make yang simple Hoodie sama celana jeans doang

Saat mereka bertiga yang ada di ruang tengah lagi sibuk main hp masing-masing, akhirnya turun lah anak anaknya Chan.

Pastinya dengan outfit yang sedikit lebih ribet dari dua adeknya.

"Lama banget sih,papa sama adek kalian capek loh nungguin"ucap Chan kesal

"Ya maaf pa,tadi aku sibuk nyariin baju aku"Minho

"Iya pa,baju kami tadi pada ilang semua"jelas Jisung

"Kok bisa ilang,kan dilemari kalian bajunya?"tanya Chan

"Kalau kayak gini sih, pasti gegara kak Hyunjin"tebak Seungmin yang dapat anggukan dari semuanya

"Hyunjin tadi bongkar lemari kami semua pa.Katanya mau cari pasangan yang cocok buat outfitnya,tapi abis itu nggak di beresin lagi"jelas Felix

Hyunjin memang anaknya fashionable,tapi selalu buat orang kesusahan.

"Aduh kenapa nih nyebut nyebut nama orang tertampan di rumah ini"
Hyunjin turun dari tangga dengan ala ala orang fashion show

Mereka semua yang dibawah melongo liat penampilan Hyunjin

Mereka semua yang dibawah melongo liat penampilan Hyunjin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Anggap Hyunjin versi masih kelas 5 SD)

"Kok pada bengong,kagum ya liat outfit aku"mau bilang kepedean tapi emang dia tampan.

"Jin papa cuman mau ajak kalian makan sama jalan jalan doang,bukan mau bawa kamu ke Citayem fashion show"

"Ih nggak masalah pa,aku tuh harus selalu tampil menawan,biar para girls makin lope lope sama aku"

Sumpah mereka rasanya pengen nabok mukanya nyebelin Hyunjin.

"Benerin dulu tuh bahasa Inggris baru ngomong "sarkas seungmin

"Biarin wlee"

"Udah jangan berantem,ayo pergi sekarang"

Mereka semua pergi dengan adanya kerusuhan yang dibuat sama Hyunjin.Untung hari ini Chan istirahatnya cukup jadi pasrah aja denger anaknya pada adu mulut.

Keluarga Papa Chan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang