Chapter 19

116 6 0
                                        

Malam hari yang tenang ini,Chan dan anak anak absurdnya mau ngerujak.

Sebenarnya bukan anak anaknya sih yang ngide,tapi bapak Chan nya.Tumben dah tu si bapak,punya pikiran absurd.

Mana udah jam 12 malam lagi.Ini anak anaknya pada anteng tidur dibangunin paksa sama Chan.

Terus mereka di ajak ke dapur buat bikin rujak.Pas mereka lewati meja makan,kaget karna udah penuh sama berbagai buah buahan.

Chan memang udah rencanain dari tadi siang,jadi dia langsung beli semua bahannya.Tapi emang jadwal buatnya aja yang di luar angkasa.

Yaudah dengan masih rada ngantuk,mereka mulai bantuin Chan motong motong buah.Setidaknya mereka udah cuci muka tadi dah lumayan sadar.

Eh pas lagi serius motong buah,Chan baru ingat kalau dia lupa metik mangga.

Di halaman belakang rumah mereka ada pohon mangga,Chan sengaja nggak beli mangga tadi karna dia liat mangganya udah pada mateng.Tapi malah lupa metiknya.

Dan dengan santainya Chan nyuruh anak anaknya metik mangga di pohon.

"Kalian semua sana ke belakang petik mangga"suruh Chan

"What!?pa yang bener aja,malam malam gini disuruh metik mangga.Papa aja sana"ucap Hyunjin

"Nggak liat papa lagi repot gini,masih banyak lagi yang mau dipotong buahnya.Udah sana cepet ambil!"

"Udahlah pa nggak usah pakai mangga,ini aja udah banyak loh buahnya"ucap Minho

"Nggak bisa,rujak tuh nggak afdol kalau nggak ada mangganya,udah sana cepet ambil mangganya.Kalau bisa yang masih muda ya,enak tuh asam asam"

Anak anaknya menatap heran sang ayah sambil memasang wajah julid masing masing.

Ini ayahnya lagi ngidam atau gimana.

Karna nggak ada pilihan mereka pasrah aja pergi ke pekarangan belakang rumah.

Halaman belakang rumah mereka tuh terang banget,Chan masang lampu sampai 5 biji,jadi mereka nggak takut sama sekalian.

Tapi pas udah hadap hadapan sama pohon mangganya,ini gimana cara ngambilnya coba?

Mereka cuman saling tatap doang.

"Ini gimana cara ngambilnya?"tanya Jisung

"Ada tangga nggak?"ucap Minho sambil celingukan liat kanan kiri depan belakang berharap muncul tangga gitu tiba tiba

"Kita nggak punya kak"tutur Changbin

"Terus gimana ngambilnya?mana tinggi banget lagi"

Mereka diam sejenak mikirin ide untuk ngambil mangganya,kalau nggak diambil bisa bisa bapaknya ngambek lagi.

Kalau bapaknya ngambek uang jajan mereka terancam.

"Nggak ada cara lain selain di panjat"
Ucap Felix

Ni anak diem diem muncul ide.

"Bener sih harus dipanjat"Minho setuju

"Yaudah sekarang siapa yang mau manjat?"tanya Jisung

Sedangkan mereka semua langsung memalingkan muka,pura pura nggak tau.

"Hey,inget uang jajan kalau papa ngambek gegara mangga"beh ucapan Jisung langsung kenak di mereka

Tapi ya mereka masih diam tatapan.

"Kamu aja sung"ucap Changbin

"Loh kok aku?aku kan nggak bisa manjat"balas Jisung

"Terus siapa?"setelah Hyunjin ngomong gitu,Minho, Changbin,Felix, Jisung,dan Jeongin langsung berdirinya ngumpul.

Jeongin mah maunya deket Seungmin aja tapi ditarik terus ditahan sama Minho biar nggak kabur.

Menyisakan Seungmin dan Hyunjin berdiri berdua doang dihadapan mereka.

"Loh kalian kenapa ngumpul gitu?"tanya Seungmin heran

"Ini tuh sebagai tanda kalau yang berdiri disini yang nggak bisa manjat pohon"

Seketika Seungmin langsung paham sama ucapan mereka.

"Jadi maksudnya aku sama kak Hyunjin yang manjat?"Seungmin langsung konek sedangkan Hyunjin masih planga plongo.

Mereka berempat minus Jeongin ngangguk,kalau Jeongin dia juga masih planga plongo aja.

"Ih!kenapa kita berdua?"akhirnya Hyunjin konek

"Ya kan kalian berdua doang yang bisa manjat pohon"ucap Changbin

"Nggak"ucap Seungmin
"Aku juga nggak!"Hyunjin

Minho menarik napas sejenak sebelum ngomong,dia harus mengeluarkan kata kata yang bisa luluhin hati batu dua adiknya ini.

"Ayolah,kalian nggak kasihan sama papa,dia udah capek capek motong buah sebanyak itu,tapi ujungnya sia sia gegara mangga doang"

"Yaudah kalau gitu kalian aja yang ambil"Seungmin masih kekeh nggak mau

"Diantara kami semua kan kalian berdua yang paling tinggi,kita mah pendek pendek"Jisung harus mengorbankan harga dirinya dengan ngaku kalau dia pendek.

"Yang paling utama pikirin uang kita"ucap Changbin,ni anak otaknya duit aja.

Seungmin sama Hyunjin juga nggak mau ambil resiko nggak dikasi uang sama Chan sih, tapi masih belum ada yang mau ngalah.

Akhirnya setelah mikir beberapa menit,Seungmin yang ngalah buat ambil mangganya.

Sementara Jeongin nggak rela Seungmin yang ambil mangga,dia udah nyuruh Hyunjin aja yang manjat karna dia takut kalau Seungmin nanti jatuh.

Tapi tetap Seungmin yang manjat,awalnya sih lancar Seungmin metik mangganya.Setelah dia dapet dia jatuhin mangganya ke bawah dan ditangkep yang lain.

Tapi tetiba pas mau naik lebih tinggi dia kepleset dan jatuh.

"AAAKKHH!!"anggap suara teriakan Seungmin ya.

"SEUNGMIN!!"
"KAK SEUNGMIN!!"

"Kenapa ini!!?"

Kali ini chapter nya agak panjang.

Keluarga Papa Chan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang