Hari sudah sangat sore bahkan udah mau malam tapi ada seorang anak dengan bibir tebal masih tidur dikamarnya.
Chan yang sudah lelah membangun anaknya dari tadi memutuskan untuk mendatangi langsung ke kamar.
Chan mendobrak pintu dengan tidak santai tapi tidak menggangu anaknya sedikitpun.
"Bangun Hyunjin!!"Chan menggoyangkan tubuh Hyunjin tidak santai sampai Hyunjin langsung terduduk.
Hyunjin masih merem melek berusaha ngumpulin nyawanya.
"Bangun dan mandi! kalau nggak kamu nggak boleh makan malam!!"beh langsung lompat dah si dower dari tempat tidur ke kamar mandi.
Chan menatap kamar mandi yang berisik dengan suara percikan air,mau nangis rasanya ngadepin anaknya yang satu ini.
Skip/Hyunjin dah bersih dah wangi,dia pun turun ke bawah
Di bawah dia ngeliat kakak dan adiknya ngobrol ngobrol sambil berjalan dari luar rumah.
Hyunjin yang emang hobinya suudzon, berpikir mereka melakukan hal yang menyenangkan tanpanya
/Emang bener sih hyun
"Ok pine pine am pain tengkyu"ucap Hyunjin dengan sok sokan ngambek
Nggak tau aja dia,udah dapat tatapan males dari bapak dan sodaranya.
"Minimal perbaiki dulu tu bahasa Inggris"bukan Seungmin tapi minho yang ngomong
"Kayak kakak bisa bahasa inggris aja"
"Udah kalau mau tengkar nggak usah makan kalian berdua"
Mereka makan malam dengan tenang tanpa ada keributan, syukurlah.
Malamnya saat mereka berkumpul di ruang tengah Hyunjin nanya ke mereka tadi pergi ke mana.
"Ada tetangga baru kak"ucap Jeongin
"Ya tadi kami pergi buat nyapa tu keluarga"Changbin
"Kemasukan apa kalian tiba tiba jadi sopan gini"ucap Hyunjin yang sangat menyebalkan sekali
Minho yang udah kesel ngambil tisu di atas meja dan memaksa masuk ke dalam mulut Hyunjin.Hyunjin berontak dengan mulut penuh tisu.
"Tapi ngomong ngomong tetangganya cewek apa cowok?"mulai Hyunjin dengan buayanya
"Cewek"Jisung
Hyunjin tersenyum senang.
Besok paginya Hyunjin udah mandi, pakai pakaian yang rapi bahkan dia bawa banyak hadiah.
Pas turun tatapan tanya dari keluarganya ditujukan ke dia.
"Mau kemana pagi pagi?"tanya Chan
"Mau menghampiri calon masa depan pa"Hyunjin langsung berlari ke luar rumah
Saat sampai di rumah tetangga barunya,Hyunjin merasa gugup banget,tapi dia yakin dia udah ganteng banget jadi dia memberanikan diri menekan bel rumah itu.
Terdengar suara orang membuka pintu dari dalam,saat pintu terbuka Hyunjin cengang ngeliat anak perempuan yang cantik banget.
"Siapa ya?"Hyunjin terpesona banget sama anak perempuan itu
"A...aku...aku..."
DEG DEG DEG
Itu suara jantung Hyunjin kuat banget.
"Kamu nggak apa apa?"ucap anak itu yang juga mendengar suara jantung Hyunjin
Hyunjin menghela napas singkat lalu tersenyum ke anak itu.
"Halo nama aku Hyunjin,salam kenal"Hyunjin tersenyum sambil mengulurkan tangannya
Anak perempuan itu balas senyum sambil menerima uluran tangannya
"Nama aku Yeji"
"Oh ya orang tua kamu ada?"tanya Hyunjin
"Orang tua aku lagi pergi.Emangnya ada apa ya?mungkin nanti bisa aku sampaikan ke orang tua aku"
"Aku cuman mau bilang terima kasih ke orang tua kamu"
Yeji menatap bingung Hyunjin
"Terimakasih buat apa?"
"Terimakasih karna udah melahirkan dan merawat anak secantik,semanis kayak kamu.Bisa dibilang lebih ke anugerah terindah sih kamunya"Hyunjin yang ngomong dia juga yang salting
(Sa ae Lo buaya)
Yeji sih cuman senyum tipis tipis,dalam hati salting juga sih.
Tapi ada 6 orang anak dan satu orang dewasa yang sedari tadi memantau yang Hyunjin lakukan.
Speechless mereka sumpah.Apalagi Chan yang nggak nyangka punya anak udahlah drama queen,dower,ples buaya lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Papa Chan
MizahKisah bagaimana sabarnya seorang Chan mengahadapi tujuh anaknya yang aneh dan bobroknya di luar angkasa.
