Pukul 2 dini hari.Semuanya tentu semakin terlelap di alam mimpi masing masing.
Si bungsu terbangun kala mendapati panggilan alam secara mendadak.Dengan sedikit malas dia berjalan ke arah kamar mandi.
Setelah selesai dengan urusannya di kamar mandi dia ingin kembali tidur.
Tapi saat dia baru saja terduduk, terlintas secara mendadak ucapan gurunya di sekolah tadi.
"Oh iya, disuruh bawa kerajinan tangan!!"Jeongin seketika panik
Dia bingung harus gimana,mau bilang ke papa sama kakaknya takut dimarahin.
Alhasil dia cuman nangis doang,tapi suara tangisannya justru membuat semua kakaknya terbangun.
Nggak semuanya sih,cuman Changbin sama Hyunjin doang yang enggan untuk bangun.
"Loh,Jeje kenapa!?"karna panik Minho langsung lompat dari tempat tidur buat nyamperin adek bungsunya.
"Jeje kenapa?"selalu kalimat yang sama yang dikeluarkan Abang abangnya tapi tetap hanya dibalas tangisan.
Setelah Jeongin tenang dan udah berhenti nangis mereka coba buat tanya lagi.
"Jeje kenapa?"tanya Minho lembut
"Kak...hiks...Jeje...lupa...hiks...ada...pr...hiks..."Jeongin masih sesenggukan
Mereka semua saling menatap
"Pr apa?kakak bantu kerjain"ucap Minho lagi
"Buat kerajinan tangan"kaget.mau buat kerajinan tangan apa disaat malam menjelang pagi kayak gini.
Yang paling utama...bahan bahannya dicari dimana?
"Aduh,kok baru bilang sekarang sih dek!?"Jisung tetiba jadi panik
"Hiks...maaf kak...Jeje lupa"Jeongin nangis lagi,
Mereka bener bener berpikir keras sekarang.Masalahnya juga mereka nggak ada yang lulus kalau buat kerajinan tangan, hancur semua yang ada.
"Oh ya... minta tolong kak Hyunjin,dia kan kreatif orangnya"Felix memberi ide.
Mereka semua langsung setuju.Ya kelebihan Hyunjin dia tuh emang kreatif anaknya tapi kurang di bidang akademik.
Mereka melihat ke arah Hyunjin, keliatan nggak ada niat buat bangun.
Seungmin langsung mengambil bantal dan menimpuk mukanya Hyunjin,buat si empu langsung bangun.
"Siapa yang mukul muka aku!?"ucap Hyunjin
"Aku"Seungmin menjawab dengan santai
Minho yang melihat adanya tanda tanda dua orang ini mau adu bacot langsung menengahi.
"Kenapa sih, ribut ribut?"Changbin terbangun karna suara dari si dower
"Kita butuh bantuan kamu jin"ucap Minho
"Hah?bantuan apa kak?"ucap Hyunjin
"Oh bisa aja sih,tapi buat apa dulu ini?"
"B-buat miniatur rumah kak"
"Oalah mudah mah itu"Hyunjin meng-pd
"Tapi rumah kita kak yang dijadikan modelnya,harus sama semua nggak boleh ada yang kurang"beh bukan cuman Hyunjin tapi semuanya melongo denger penjelasan Jeongin
"Dek,rumah kita besar loh.Belum lagi ada taman depan taman belakang,kolam renang,ini itu"Hyunjin bukan pamer ya tapi emang bener model rumahnya kayak gitu.
"Nggak ada pilihan lagi selain minta bantuan papa juga"Changbin yang dari tadi cuman diem doang ternyata dengerin
Setelah mengumpulkan niat mereka setuju untuk bangunin bapak tersayang mereka.
Persetan dengan reaksinya yang sudah dipastikan bakal marah karna dibangunin jam segini.
Tok Tok Tok
Chan terganggu dengan ketukan berkali kali di pintu kamarnya.
"Papa~~"suara anak anaknya terdengar dari luar
Mau nggak mau Chan terpaksa bangun, walaupun ngantuk berat
Ceklek~~
Chan berdiri di depan pintu dengan mata yang tertutup
"Ashgdhh?"entah apa yang dia katakan
"Papa cuci muka dulu sana,kami tunggu di ruang tengah ada yang mau diomongin"to the point Minho
Mereka semua langsung pergi meninggalkan Chan.Chan juga milih untuk ngikutin yang anaknya bilang.
"Ada apa?"sekarang Chan udah sadar
Mereka menceritakan semuanya kembali,dan....
"YANG BENER AJA!?"sudah mereka dugong begitu reaksinya.
Chan terdiam sebentar,pusing dia jadinya.
"Oke,kita buat aja sama sama tugas Jeje"
"Tapi bahan bahannya pa?"tanya Hyunjin
Chan mengajak anak anaknya ke halaman belakang rumah.Ada sebuah gudang disana,saat dibuka Chan dan yang lain mulai mencari bahan bahan yang dibutuhkan.
Chan memang suka mengumpulkan barang barang yang sudah tidak terpakai.Supaya kalau ada kebutuhan mendesak kayak gini nggak usah repot-repot cari bahan diluar.
Semua bahan sudah terkumpul,mereka mulai meneliti rumah mereka sendiri yang entah kenapa Chan jadi ngerasa rumahnya terlalu besar dan luas.
;) memang gitu kenyataannya pak
Finally mereka berhasil menyelesaikan semuanya pada pukul 5.30
Jeongin jadi ngerasa tenang dan itu juga membuat yang lainnya senang
"Makasih kakak,papa,udah bantuin Jeje.Jeje janji mulai sekarang kalau ada pr bakal langsung Jeje kerjain"ucap Jeongin
"Sama sama boy"Chan memeluk Jeongin diikuti yang lainnya
*So sweet
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Papa Chan
HumorKisah bagaimana sabarnya seorang Chan mengahadapi tujuh anaknya yang aneh dan bobroknya di luar angkasa.
