kabar duka

74 1 0
                                        

"untuk pertama kalinya kamu menyapa"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"untuk pertama kalinya kamu menyapa"
....

๑๑

Naka sedang berkumpul bersama teman-teman nya di kafe yang sudah mereka tempati saat berkumpul biasanya.

Mereka mengobrol dengan tenang sambil sesekali tertawa santai.

"Hahaha... Naka dari dulu gak punya pacar." gelak tawa Veroz menggema di ruangan kafe itu, mengundang perhatian banyak orang di sana.

"Ketawa lo kecilin." Peringat Ali yang sedari tadi tidak nyaman dengan perhatian orang-orang yang menatap mereka yang tampak berisik.

"Ck yaelah, gue juga bayar kali, suka suka gue lah mau ngapain." Timpal Veroz tanpa ambil pusing.

Di sini juga ada Gala yang ikut bergabung dengan Naka dan yang lain, teman teman Naka tampak menerimanya dengan senang hati jadi Gala juga Tampak leluasa bersama teman barunya.

"Dari tadi cuman ngobrol bjir, kita belum pesen minuman, makanya pada liatinnya kayak gitu." Sambung Ali lagi.

"Eh iya anjir, lupa!" Teriak Veroz ketika melihat meja mereka tampak kosong.

Naka menggeleng melihat tingkah Veroz yang urakan, tampang ganteng tapi urakan, pikir Naka tak habis pikir.

"Pesan aja apa aja, ntar gue bayar." Sahut Gala yang sedari tadi diam. Sontak Veroz Devon dan Agha melotot dan tertawa senang. "Aseeek di Traktirrr." Ucap mereka serempak.

"Taunya traktiran Mulu." Kekeh Reygan.

Devon memutar bola matanya. "Yee, bilang aje Lo senengg."

"Emang." Singkat Reygan tak ambil pusing langsung mengambil buku menu dari pelayan kafe. "Saya pesen spaghetti carbonara, dan es Americano—" berhenti sejenak, dan mengarahkan menu ke arah Gala. "Lo apa Gal?"

"Desert strawberry sama es Americano aja." Jawab Gala singkat.

Reygan mengarahkan pandangannya ke arah waiters itu. "dah ini aja mbak." Ujarnya. Sementara yang lain langsung melotot. "Enak aja, gue juga mau milih!" Sentak Veroz dan mengambil menu itu dari tangan waiters.

"Ini—ini—ini." Tunjuk Veroz tak tinggal diam, Gala sedikit syok dengan tingkah dua orang itu namun dia tidak mempermasalahkannya.

Saat asyik memperhatikan teman temannya memesan makanan, tiba-tiba ponsel Naka berdering. Cowok itu segera menekan tombol hijau saat melihat nama Arkana di layar ponsel.

"Udah selesai? Udah sampe rumah apa belum dek?" Tanyanya membuka suara.

"Maaf, ini dengan keluarga pemilik handphone?" Suara seorang pria dewasa mengagetkan Naka.

"Iya benar, ini siapa? di mana adik saya?" balas Naka dingin kepada si penelpon. Ucapan Naka membuat yang lain termasuk Gala menoleh ke arahnya.

"Kenapa?" Tanya Agha.

AGALA SABUMI Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang