ada yang tidak suka

30 1 0
                                        

Setelah Naka membawa Arkana kedalam kamarnya, Naka langsung berjalan menghampiri Gala yang sudah ada di kamar miliknya sambil terduduk di lantai dengan ponsel di tangannya sambil menyandarkan punggungnya di kasur.

Naka berjalan menghampiri Gala lalu duduk di sampingnya, "jelasin." Ucap Naka membuat Gala menghela nafas. "Salah Lo! Lo kan tau Kana gak bisa tidur kalo gak di temenin." Timpal Gala merasa kesal pada Naka. Membuat Naka yang tadinya berucap dingin, langsung menatapnya. "Gue bilang jelasin jir, bukan marah marah." Ucap Naka yang juga merasa kesal.

Tidak mau berdebat, Gala langsung bercerita. "Singkatnya Kana jalan ke dapur trus gue tanya katanya gak bisa tidur, trus Kana mau ngambil obat tidur katanya, makanya gue larang trus tiba tiba Kana tidur aja, udah." Ucap Gala bercerita, tanpa menceritakan dirinya yang memeluk Kana dan mengusap kepala Kana tadi.

Mendengar penjelasan singkat dari mulut Gala membuat Naka mengerutkan kening lalu berkata. "Yang lengkap dodol!" Katanya.

"Itu udah lengkap." Balas Gala lalu berdiri dan menaruh ponselnya di nakas dan segera tidur, Gala tidak memperdulikan Naka yang masih memanggil namanya karena dirinya tidak bercerita detail.

"Gal"

"Gal!"

Panggil Naka membuat Gala berdecak kesal. "Ckss! Tidur aja, besok lanjut." Katanya membuat Naka langsung diam.

Setelah merasa mengantuk, Naka juga menyusul tidur, tapi dirinya memilih tidur di sofa kamar saja, lagian ini sudah jam setengah dua lewat, Naka tidak mau telat berangkat sekolah lagi jika terus tidur di kasurnya yang empuk dan nyaman itu.

๑๑

Keesokan harinya, Kana, Gala, dan Naka berangkat sekolah bersama setelah sarapan. Sebenarnya Kana ingin berangkat sendiri, tapi dikarenakan mobilnya yang sengaja di tinggalkan naka semalam, mau tidak mau Kana mengiyakan ucapan Naka saat menyuruhnya berangkat bersama.

Hari ini, Kana sengaja memakai pita rambut merah muda yang dia beli bersama sahabatnya, tapi ada rasa tidak enk hati di dalam hati Kana sat mengingat Dina yang juga mempunyai pita rambut ini, tapi malah Dina meninggal dunia sebelum Meraka sempat memakai barang couple itu.

Jujur saja, rasa bersalah masih menghantui pikiran kana, tapi tidak ada gunanya juga terus terpuruk dan memikirkan hal yang membuatnya terus merasa bersalah, Kana sudah berdamai dengan dirinya sendiri bahwa tidak akan terus berlarut dengan rasa bersalah.

Didalam mobil Naka, Kana memberitahu Kayla, Syafira, Rania dan Liyana untuk memakai hiasan rambut itu agar terlihat couple nantinya. Dan idenya itu malah membuat sahabatnya mengiyakan. Kata Syafira memang harus di pakai agar Dina bisa melihatnya dari atas sana.

Gala yang duduk di depan bersama Naka, hanya sesekali melirik Kana yang bermain ponsel di belakang. "Matamu melemahkanku....saat pertama kali ku melihatmu..." Ucap Naka bersenandung sambil tersenyum melirik Gala dan Kana secara bergantian.

Merasa dirinya di sindir membuat Naka memutar bola matanya dan menatap kearah lain, hal itu membuat Naka tertawa renyah di buatnya. "Hahahaha...kayaknya bentar lagi gue bakal jadi nyamuk, bener gak dek?" Ucap Naka tertawa lalu bertanya pada Kana yang tidak menyadari bahwa Naka sedang menyindirnya dan Gala.

"Hm?" Gumam Kana sekilas. Hal itu semakin membuat tawa Naka meledak dibuatnya. Bagaimana tidak, ternyata Kana sedari tadi tidak menyadari bahwa dirinya tengah menyindirnya, atau tidak mendengar karena Kana terus bermain ponsel di belakang sana.

Mendengar Naka tertawa ngakak, membuat Kana menoleh, "kenapa sih? Kok ketawa? Gak ada yang lucu malah ketawa Lo, kak." Timpal Kana membuat Gala yang mendengar langsung tersenyum simpul sambil menatap tengil Naka disampingnya seakan berucap, 'kasian, malah gak di tanggapin sama Kana.' dan hal itu langsung membuat Naka mendengus dan berdehem menjawab Kana. "Gak papa." Katanya.

Setibanya disekolah, Naka memarkirkan mobilnya di parkiran khusus murid SMA Tunas Harapan. Ketika Naka turun bersama Gala diikuti oleh Kana dari belakang, membuat siswa dan siswi yang melihatnya malah berbisik, bertanya mengapa Gala si anak baru itu malah turun dari mobil si kembar Kana dan Naka.

"Mereka kok bareng ya?" Tanya salah satu siswi yang juga masih diparkiran dengan temannya.

"Kana capek banget woy!" Ucap para siswa yang selalu terpesona dengan kecantikan cewek cantik seperti Kana yang notabene adalah siswi tercantik dan terpintar di SMA tunas harapan.

Sementara mereka yang mendengar bisik bisik itu, hanya diam sambil berjalan menuju kelas. Sesekali kana menjawab sapaan siswi yang menyapanya saat berjalan. "Yaelah, gue ditinggal!" Ucap kesal Naka yang tertinggal di belakang Kana dan Gala.

  Kana berjalan bersisian dengan Gala saat ini, biasanya jika berangkat bersama, Kana akan bersisian dengan kakaknya tapi sekarang posisi Naka malah terganti oleh Gala membuat yang Lin memekik histeris.

"Aaa...mereka jadian bukan?"

"Cocok banget lagi, cantik and ganteng."

Ucapan ucapan itu terus terdengar di telinga Kana dan Gala begitu juga Naka yang berjalan di belakang adiknya dan sahabatnya itu, Naka yang mendengar langsung perkataan orang orang yang menyebut adiknya, kana dan sahabatnya, Gala adalah pasangan yang cocok membuatnya tersenyum senang, begitu juga Gala yang merasa senang mendengar ucapan yang terlontar dari orang lain, dengan begini tidak akan ada yang berusaha menjauhkan kana darinya, dan yang pasti semakin luas peluang Gala untuk terus dekat dengan Kana.

Tapi, disisi lain, terlihat seorang cewek berambut pirang dengan makeup tebal di wajahnya sedang menatap Kana dengan tatapan tidak suka. "Liat aja, gue juga bisa kok di bilang cocok sama kak Gala." Gumamnya lalu berlalu dari kerumunan siswa siswi yang terus membicarakan kana yang cocok dengan Gala.

๑๑

Saat menaiki tangga menuju kelas XII IPA Naka dengan senang hati merangkul Kana dan menggeser Gala yang berjalan berdampingan dengan adiknya. "Anjay yang di jodohin satu sekolah..." Ucap Naka membuat kana merasa malu dengan Gala yang mendengarnya, "cie...pipinya merah.." ucap Naka menggoda Kana dan melirik Gala yang diam saja tapi terpancar kesenangan di matanya. "Pokoknya, kalo Lo jadian sama Kana, gue orang yang paling pertama yang mukul Lo kalo kana nangis." Ujarnya membuat Kana menepuk lengan Naka di bahunya. "Ish...apaan kayak gitu, gak bakal juga!" Timpal Kana.

Mendengar penuturan Kana membuat Naka lagi lagi menatap jahil adiknya itu, "cie...yang udah percaya sama calon pacarnyaa..." Sambung Naka meledek lalu berlari sebelum kana memukulnya nanti.

"Sabar deh gue punya kakak kayak Lo!" Teriak kana membuat Gala terkekeh melihatnya.

Gala kembali menyamakan langkahnya dengan Kana lalu menoleh kepada Kana dari samping, "jadi, Lo beneran? Mau jadi pacar gue?" Tanyanya.

Pertanyaan Gala membuat Kana menoleh dan mendapati wajah tampan milik Gala di sampingnya. Saat melihat mata dan alis Gala yang tebal itu, tidak tau kenapa membuat Kana merasa senang dan terus mengagumi paras tampan milik cowok bernama Agala Sabumi itu.

Emm...tapi cowok itu malah nanya aja, dia gak nembak gue..." Ucap Kana sambil menghentikan jalannya dan meletakkan jarinya di dagu tanda berfikir dengan mata yang tetap ke atas dan kearah Gala secara bergantian.

Mendengar ucapan Kana lantas membuat Gala mendekatkan wajahnya sambil bertanya, "berarti mau?" Kepada Kana yang di jawab anggukan oleh Kana sambil tersenyum manis di depan Gala.

Hal itu lantas membuat Gala secara spontan memeluk Kana sangking senangnya, perlakuan Gala membuat Kana merasa terkejut tapi hanya sebentar, kemudian Kana tersenyum dengan tangan yang hendak membalas pelukan Gala padanya.

Tapi, pergerakannya terhenti saat seseorang berdehem, "ehem!"

Deheman itu membuat Gala dan Kana terkejut dan saat melihat kearah atas, ternyata itu adalah Naka dengan senyum jahilnya yang tidak pernah pudar disana. Melihat itu Gala langsung mengumpat pelan, "sialan!"

Mendengar umpatan tertahan dari Gala membuat Naka lagi lagi menggelakkan tawanya yang membuat Kana yang tadinya malu, langsung mengejar Naka dan meninggalkan Gala yang kesal disana.

AGALA SABUMI Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang