harapan

33 1 0
                                        


Malamnya, Kana, gala dan Naka sudah berada di ruang tengah sambil mengobrol akrab, tidak lupa juga dengan cemilan yang banyak di atas meja serta jus jeruk milik Kana di sana.

Malam ini, gala di tawari oleh Naka untuk menginap di rumah mereka. Kakak kembarnya Kana itu sangat antusias menyuruh gala untuk menginap sebelum gala yang meminta terlebih dahulu.

Naka juga tampak senang saat mengetahui bahwa gala dengan cepat mengangguk setuju, Naka jadi merasa ada teman mengobrol di rumah. Jika dengan Kana, adiknya itu sangat senang bermain laptop hingga larut malam dan berakhir Naka yang sendirian terus. Perlu di ketahui bahwa Naka sebenarnya cowok yang tidak terlalu aktif bermain ponsel dia lebih suka tidur atau hanya sekedar mengerjakan tugas saja.

"Dek" panggil Naka saat menatap Kana yang terus memakan jajanan di atas meja sambil matanya tidak lepas dari tv.

Kana menoleh sebentar lalu kembali ke posisi awalnya, "hm?"

"Makanannya jangan di habisin dongg.." ucap Naka membuat Kana mengulum bibirnya sendiri dan menatap gala yang duduk di sofa single, "iyaa...ini terakhir." Gumam Kana akhirnya.

Mendengar itu Naka menggeleng Tidak habis pikir, tapi anehnya Kana yang selalu makan banyak malah masih tampak kecil saja badannya, tidak pernah sekalipun badan Kana terlihat besar atau gemuk, aneh sekali.

Naka menoleh pada Naka yang duduk di sebelahnya, kebetulan sofa single yang di duduki Naka dibuat mepet dengan sofa panjang yang diduduki Kana dan gala saat ini. "Noh liat, kelakuannya kayak gini kalo di rumah, beda sama pas di sekolah." Bisiknya pada Gala. "Lo suka sama modelan kana?" Lanjutnya lagi.

Bukannya setuju dengan ucapan Naka, Gala justru memandang wajah Naka dengan malas. "Gue suka yang kayak Kana, gak suka cari muka." Ucapnya lalu menatap sekilas Kana yang masih diam dengan mulut yang masih mengunyah makanannya.

Tentu saja ucapan gala membuat Naka menganga Tidak percaya. Memang benar apa yang dikatakan oleh Gala, tapi Naka yang sudah melihat kelakuan Kana sejak kecil merasa jengah, walaupun tidak Naka pungkiri ucapan Gala itu ada benarnya, dan Naka juga tidak menyukai cewek yang sok caper dan alay, Naka hanya menyukai yang netral seperti adiknya ini, tapi bukan berarti Naka menyukai Kana.

"Lo gak makan?" Tanya Naka kepada Gala yang di dengar juga oleh Kana. "Loh, Lo belum Gal?" Timpal Kana sambil menggeser posisinya mendekati Gala, hal itu di lihat langsung oleh Naka yang membuat cowok itu mendengus menatap kelakuan adiknya yang seakan tampak perduli dengan temannya itu.

Melihat Kana yang mulai mendekatinya, Gala langsung melirik Naka sekilas lalu mengarahkan tatapannya kembali pada Kana yang menyentuh lengannya. "Belum, gue males. Biasanya juga gue gak makan malam." Jawab Gala membuat Kana melongo, "makan dong, nanti sakit Lo! Cepet makan, gue temenin." Ucapnya dan segera menarik Gala agar mengikutinya ke meja makan.

Hal itu sontak membuat Naka terkekeh geli saat Gala menatapnya kembali seakan meminta pertolongan agar menyuruh Kana supaya tidak menyuruh Gala untuk makan. "Hahaha, rasain. Jiwa keibuan Kana keluar juga di Lo!" Teriakan Naka menggema di ruangan itu, tapi tidak di dengar Kana dan gala, sebab mereka yang sudah berjalan masuk ke dapur.

๑๑

Kana mengeluarkan makanan yang berasa di lemari penyimpanan dan menghangatkannya sebentar, karena saat malam hari art di rumahnya akan beristirahat setelah sudah memasak makan malam. Jadi Kana memutuskan untuk menghangatkan makanan itu terlebih dahulu agar lebih enak jika di makan.

Setelah itu, Kana menatanya di atas meja yang membuat Gala tersenyum simpul, "rasanya kayak udah nikah."  Barin Gala.

Saat Kana duduk didepannya, Gala mendongak dan tersenyum lalu berucap. "Makasih, Lo gak usah repot Na..." Ucapnya membuat Kana menggeleng cepat. "Ngak papa...gue gak suka aja ada orang yang gak makan malam, nanti, bisa bisa sakit perutnya..." Nasehat Kana yang membuat Gala mengangguk. "Makasih, gue makan ya?" Katanya.

"Iya, makan aja..." Jawab Kana sambil menggeser kursinya hendak berdiri. Kana menggambil air minum untuk gala dan meletakkannya di depannya.

Gala mulai memakan makanannya dengan diam, sebenarnya Gala merasa canggung saat makan di lihati oleh Kana, tapi kapan lagi coba dirinya seperti ini? Pasti akan sangat jarang.
Di sisi lain, adik Gala, Leskara. Sedang menunggu kakaknya pulang, sebab dirinya yang kembali sendirian di rumah, sebenarnya kara tidak ingin mengganggu waktu kakaknya. Kara juga menyadari bahwa kakaknya pasti sangat membutuhkan sosok teman atau sahabat di hidupnya, apa lagi kakaknya seorang remaja dewasa, pasti masih membutuhkan waktujya sendiri.

"Huhh...ya tuhan, aku harap, kak Gala bisa menemukan seseorang yang baik dan bisa mengerti dirinya. Buatlah kak Gala bahagia tuhan..." Ucap Leskara.

"Kembalikan sikp mama yang dulu tuhan, kami butuh mama yang dulu." Lanjutnya, sambil meneteskan air mata yang sedari tadi telah menumpuk di pelupuk matanya.

๑๑

Sementara di sisi lain, seorang wanita dewasa sedang asik berjoget di bawah terangnya lampu lampu LED flash milik sebuah bartender di tengah tengah kota jakarta.

Wanita itu tampak menikmati alunan musik yang berdentum di dalam ruangan bar yang tidak terlalu luas itu.

Sensasi terbakar serta panas di tenggorokannya membuatnya tampak melupakan dunia yang seakan membuatnya terlena tanpa memikirkan kedua anaknya yang berada di rumah, tidak ada terfikir di benaknya, bahwa seharusnya ada perasaan bersalah yang harus dia perbaiki.

๑๑

Kembali lagi ke tempat Kana, saat ini Kana dan Gala kembali bergabung dengan Naka di ruang tengah setelah selesai makan.

Melihat itu, Naka langsung bersorak. "Wihh...lama banget Lo pada di dapur, abis ngapain hayoo..." Selidik Naka membuat Gala langsung melempar bantal sofa pada Naka, membuat cowok itu tertawa terbahak bahak.

"Hahaha..." 

"Pokoknya, gue gak perduli ya Gal, gue setuju sekarang. Mau Lo jadian kek, mau kawin kek sama Kana, gue gak masalah, udah gue restuin. Tapi kalo restu nyokap bokap, Lo harus berusaha sendiri lah.." ucap Naka tiba-tiba membuat Gala bergumam. "Kawin kawin, nikah bukan kawin!" 

Mendengar itu, lagi lagi tawa Naka menggema, "iya, itu maksudnya haha.." ucapnya.

Kana yang sudah duduk di tempatnya, menatap Naka yang tertawa kencang di kursi single itu, "cks! Berisik kak." Timpal nya membuat Naka lantas terdiam.

"Iya iya, sensi banget sih dek, jangan bilang Lo lagi haid?" Ucapnya membuat kana melotot kearah Naka, "diem gak Lo," 

Melihat dua orang yang tampak beradu mulut itu membuat Gala menggeleng, "Lo berdua emang suka berantem kayak gini?" Tanya Gala akhirnya.

"Ngak!" Jawab Kana dan Naka bersamaan yang membuat Kana berdecak kesal, "Ck! Tau ah!" 

Setelah berucap, Kana langsung berdiri meninggalkan Naka dan Gala dan langsung masuk ke kamarnya.

Gala yang melihat Kana yang tampak ngambek, langsung menatap Naka yang terkekeh di tempatnya sambil bergumam, "ngambek." 

"Udah tau tukang ngambek, malah di kerjain kayak gitu, heran gue." Timpal Gala akhirnya, lalu dirinya juga ikut menyusul Kana ke lantai dua. 

Tapi sebenarnya bukan menghampiri Kana, tapi masuk ke kamar Naka untuk menumpang tidur. 

Hal itu lantas membuat Naka bergumam lagi, "udah kayak rumahnya sendiri aja." Gumamanya.

AGALA SABUMI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang