"Udah di bilang tadi bareng gue aja." Balas Naka terkekeh.
"Lo ninggalin gue kak." Timpal Kana cemberut.
Naka yang melihatnya terlanjur gemas dan mencubit pipi Kana pelan.
"Adik gue satu ini sok imut yahh..." Timpalnya tersenyum sambil terus memperhatikan siswa yang terus berdatangan.
Arnaka Putra Wijaya adalah Kakak kembarnya Arkana yang selalu tepat waktu dalam segala hal, itu sebabnya Arnaka menjadi ketua osis di SMA Tunas Harapan.
"Kana mau masuk duluan deh, dah telat, bye kak."
"Iya dek." Jawab Naka singkat.
๑๑
Kana berjalan memasuki kelasnya yang berada di lantai dua dengan memainkan handphonenya.
Bruk..!
Kana menabrak seorang siswa yang berjalan berlawanan arah dengannya hingga membuat handphonenya terjatuh. Gadis refleks menunduk sambil mengusap layar ponselnya.
"Eh, sorry gue gak sengaja sorry banget ya." Ujar Kana tak enak hati sambil terus menunduk melihat ponselnya yang pecah kacanya. Sedangkan siswa yang di tabraknya langsung meleos pergi tanpa memperdulikannya yang meminta maaf. Kana yang melihat itu hanya menghela nafas, dirinya berjongkok mengambil benda pipih yang telah hancur karena terjatuh tadi.
"Ya ampun Kana... Lo ngapain diem di sini?"
Kana yang mendengar namanya di panggil langsung mendongak menatap sekilas. "Hp gue jatoh Kay."