Setelah pulang sekolah, gala meminta Kana untuk berbicara di sebuah kafe dekat sekolah. Hal itu membuat Kana yang tidak ambil pusing langsung menyetujui dan menyuruh Naka untuk pulang terlebih dahulu.
Di sinilah mereka, di dalam kafe yang hanya sedikit pengunjung dan suasananya lumayan tenang untuk hanya mengobrol berdua.
Sebenarnya tidak ada hal penting yang harus gala omongin dengan Kana, gala hanya ingin lebih dekat dengan Kana dan membuat Kana merasa nyaman.
Tidak tau sejak kapan, tapi yang jelas gala mulai menyukai Kana. Gala senang melihat cara berbicara Kana yang terlihat dewasa dan sedikit lucu saat berbicara dengan Naka. Gala juga ingin merasakannya, gala ingin merasakan perhatian dari seseorang dan tujuan adalah Arkana.
Kana memandang gala yang terdiam saat duduk tadi, membuatnya berdehem. "L-lo, mau ngomongin apa sama gue?"
Gala sedikit terkejut tapi keterkejutannya tidak sampai terlihat oleh Kana. "Gak papa. Gue cuman mau ngobrol aja." Ucap gala sambil menetralkan degup jantung yang sedari tadi ia tahan.
Jujur, gala tidak tau caranya memulai pembicaraan, dia yang sering diam dan terlihat dingin itu kini sedang berusaha berbicara untuk membuat gadis cantik di depannya ini tertarik dengannya.
"Okey, gue pikir mau ngomong penting, ternyata mau ngobrol." Gumam Kana membuat gala menatap Kana yang tampak tersenyum.
Senyumnya manis dan cantik. jarang sekali gala melihat gadis secantik Kana, atau bahkan tidak pernah.
"Gue suka sama Lo." Ucap gala jujur tak ingin menutupi apa yang ingin dia ucapkan, Kana melototkan matanya mendengar gala yang cuek ini malah tiba tiba ngomong suka Kana.
"Lo serius gal?" Tanya Kana memastikan, dan pertanyaan mendapat anggukan dari gala.
"Kanapa? Maksudnya gue kapan?" Lagi Kana bertanya.
Dengan santai gala menjawab pertanyaan yang tampak sedikit penasaran dari Kana.
"Dari dua bulan lalu." Kata gala lagi dan pernyataan yang di lontarkan gala membuat wajah Kana yang semula putih berubah menjadi sedikit kemerahan. Bagaimana tidak, sebelum dua bulan itu Kana sudah lebih dulu menyukai gala, lebih tepatnya setelah di rumah sakit itu Kana sudah menyukai gala.
"Tapi gue gak tau Lo suka apa ngak sama gue na, gue cuman mau Dekat sama Lo, kalau memang Lo belum atau ngak suka sama gue, its ok." Ucap gala membuat Kana menggeleng.
"Ng-ngak kok." Ujar Kana lalu terdiam. "Gue-juga-suka." Lanjut Kana lalu mamalingkan mukanya ke arah samping, tak ingin melihat wajah gala yang ntah berubah seperti apa.
Gala yang mendengar ucapan Kana langsung tersenyum senang, ternyata gadis ini menyukainya.
"Mm tapi jangan jadian dulu ya?" Ujar Kana yang mulai menatap gala kembali, pertanyaan itu membuat gala bertanya sambil mengangkat alisnya.
"Kenapa?"
"Gak papa, gue mau temenan aja dulu, gak papa?" Lagi Kana bertanya, gala menatap Kana lalu tersenyum. "Gak masalah, yang penting gue udah tau perasaan Lo sama gue." Ucap gala tulus membuat Kana kembali tersenyum.
Gala kembali menatap Kana yang terdiam canggung. "Gak usah canggung Kana, gue gak gigit." Ucap gala bercanda.
"Gimana ngak, gue kaget aja Lo yang secuek tembok malah suka sama gue gal," kata Kana memulai obrolan ringan di antara mereka.
Gala tertawa pelan mendengar ucapan Kana. "Lo juga, gue pikir Lo gak suka sama gue, gue tadi udah mikir pasti gue di tolak." Ungkap gala lagi.
"Hahaha, bisa aja Lo." Tawa kana yang lembut membuat gala diam lalu kembali berbicara. "Nanti malam mau jalan sama gue?" Ajak gala dengan hati hati, takutnya Kana Tidak mau.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGALA SABUMI
Ficção Adolescente⚠️FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA⚠️ Agala Sabumi dan Arkana Putri Wijaya High rank: #4 telah #20 acident #24 kisahku #21 yang
