sisi lain Kana

34 1 0
                                        

Setelah Gala pergi ke kamarnya, tak lama pula Naka menyusul temannya itu lalu membaringkan tubuhnya di samping Gala lalu tertidur bersama.

Sementara di kamar Kana, cewek itu terbangun dari tidurnya sekitar jam satu malam karena haus. Dengan sedikit mengucek matanya yang masih mengantuk, Kana berjalan perlahan menuruni tangga.

Kana berjalan dengan hati hati, sebab dirinya takut terjatuh dikarenakan dirinya yang masih mengantuk. Pandangan Kana tertuju pada meja makan yang tampak seseorang duduk di salah satu kursinya sambil menatap ponsel yang menyala di depan wajahnya dengan keadaan dapur yang gelap.

Kana agak sedikit waswas melihat itu, akibat Kana yang memang baru bangun dan masih mengantuk itu, dia malah melupakan Gala yang menginap dirumahnya malam ini. Dengan perlahan Kana berjalan lalu hendak mengambil sapu di pinggir pintu.

Pergerakan Kana dapat dirasakan oleh Gala yang membuat cowok itu menoleh dan sedikit terkejut saat Kana yang sudah siap melayangkan sapu di atas kepalanya. "Ehh! Lo mau ngapain?" Tanya Gala tampak sedikit takut sambil menutupi kepalanya dengan kedua tangan, takut takut Kana memukulnya.

Kana yang mulai sadar dari mengantuknya, langsung melotot kaget, "Lo?" Bingung Kana, tapi setelah itu dirinya langsung menjatuhkan sapu yang dia pegang. "S-sorry, gue lupa kalau Lo nginep di sini." Ucap Kana kikuk lalu berjalan mengambil teko dan gelas dan menaruhnya di depan Gala.

Kana mendudukkan dirinya di depan gala sambil menuang air di gelasnya dan langsung meminumnya hingga tandas. "Hahhh...legaaa..." Ucapnya membuat Gala tersenyum melihat Kana yang ternyata sangat kehausan.

"Kenapa gak bawa air kekamar, hm?" Tanya Gala membuat Kana balik bertanya, "kenapa Lo gak tidur?" Pertanyaan Kana di balas gelengan kepala oleh Gala, "gue abis nelpon adik gue." Katanya, Kana mengangguk seketika. "Leskara?" Tanyanya memastikan nama yang terlintas di benaknya.

Gala lantas mengangguk mendengar Kana yang menyebutkan nama Leskara. "Iya." Katanya, sementara Kana mengangguk lagi.

"Hoaahh... ngantuk." Celetuk Kana saat menguap di tempatnya. Gala yang melihat itu lantas berucap, "tidur, udah malam, nanti gak bisa bangun.." ucap Gala dengan suara lembut membuat Kana mengulum bibirnya sendiri. "Iya, tapi gue kalo udah kebangun gini, biasanya gak bisa tidur lagi." Katanya.

"Kenapa?" Tanya Gala akhirnya.

Kana yang mendengarnya langsung menghela nafas pelan, "gak tau, dari kecil emang kayak gitu, biasanya gue kalo tidur harus di temenin dulu baru gak bakal bangun, sampe pagi baru gue bangun." Jelas Kana membuat Gala mengangguk.

Sebenarnya Gala tidak tau akan membalas apa, tapi melihat Kana yang terus mengusap dengan mata yang mulai memerah, membuatnya tampak tidak tega. "Lo beneran gak bisa tidur?" Tanya Gala sekali lagi, dan lagi lagi Kana mengangguk. "Hoohh..." Jawabannya sambil menguap lagi.

Gala terdiam sambil menunduk sebentar lalu menatap kembali kana yang sedang mengucek matanya, "jangan di gituin, Na...nanti malah tambah merah." Peringatan Gala membuat Kana mengangguk. "Tidur gih, gue panggil Naka ya? Biar dia yang temenin Lo tidur dulu?" Ucap Gala sambil bertanya, membuat Kana langsung menggeleng, cepat.

"Gak usah Gal, gue gak papa." Sela Kana sambil memegang lengan gala yang hendak berdiri. Kemudian Kana berdiri dan melangkah ke rak yang berada tepat di belakang Gala.

Gerak gerik Kana masih gala pantau, tapi Gala langsung berseru saat melihat Kana yang mengobrak Abrik obat obatan yang tepat berada di atas rak. "Mau ngapain Na?" Tanya Gala cepat sambil ikut berdiri.

Perasaan Gala mulai tidak enak saat melihat gadis itu malah mencari cari sesuatu di tempat obat obatan.

Kana menoleh sebentar lalu mengalihkan pandangannya kembali pada obat obatan di depannya, "nyari obat tidur lah, apa lagi?" Ucapnya.

Perkataan itu membuat Gala langsung meraih kedua lengan Kana dan menggenggamnya lembut, sontak perlakuan itu membuat Kana menoleh lalu terdiam dirinya melihat manik mata jernih milik Gala dengan alis tebal di wajahnya membuat wajah itu terlihat begitu tampan saat di lihat dari dekat.

Gala mengelus lengan putih nan bersih milik Kana lalu berucap, "hei, dengar, ini gak baik buat kesehatan kamu, jadi, stop konsumsi itu lagi, oke?" Ucapnya lembut, seraya bertanya.

Kana yang mendengar ucapan penuh khawatir dari mulut gala lantas menghangat hatinya, kemudian senyum manis terukir di wajah Kana. "Iya, gue juga sebenarnya gak mau, tapi gak bisa Gal." Tutur Kana sambil menunduk.

Mendengar ucapan frustasi dari Kana, membuat Gala merasa prihatin pada gadis itu, gadis yang tampak ceria dan cantik itu ternyata menyimpan masalah Susah tidur pada dirinya. Dengan lembut, Gala membawa kepala Kana untuk di samdarkan pada dadanya lalu gala mengelus pelan rambut Kana yang terurai panjang dan agak sedikit berantakan itu.

Merasa Gala yang memperlakukannya dengan lembut membuat Kana tidak menolak usapan tangan Gala di rambutnya, Kana memejamkan matanya sambil menghirup aroma tubuh Gala yang maskulin dengan wangi segar di tubuhnya membuat Kana merasa nyaman.

Gala terus mengusap rambut Kana sambil memegang ragu pinggang Kana yang mulai lemas di dekapannya, Gala merasakan tubuh Kana yang mulai bersandar pada tubuhnya membuat Gala menoleh pada Kana yang memejamkan mata di dadanya. Ya, Kana tertidur dengan begitu cepat, Gala juga tidak tahu bagaimana itu terjadi begitu cepat, tapi Gala merasa lega saat merasakan Kana yang sudah tertidur dengan nafas yang teratur di pelukannya.

Cetak!

"Ngapain Lo?!"

Suara Naka membuat Gala mendongak menatap sahabatnya yang dengan cekatan berjalan kearah dirinya dan Kana. "Kok peluk peluk Kana?" Ucap Naka dengan nada dingin menatap Gala yang juga menatapnya dingin.

Naka hendak meraih tubuh adiknya dari pelukan Gala. "Na-"

"Kana tidur." Potong Gala saat mendengar Naka yang hendak menarik Kana dari dekapan Gala.

Mendengar ucapan Gala membuat Naka menatapnya bingung, "maksudnya?" Tanyanya dengan wajah yang di buat mengerut bingung.

"Iya, Lo tau Kana gak bisa tidur kalo gak di temenin, tapi Lo malah biarin dia tidur sendiri." Sambung Gala, ucapannya otomatis membuat Naka menepuk jidatnya sekarang, "oh, i-ya, gue lupa Gal, terus kok Kana bisa tidur lagi? Posisi kalian ini lagi, ambigu banget gue liatnya."

Timpal Naka membuat Gala memutar bola matanya jengah, "nanti aja nanyanya, sekarang angkat dulu Kana kekamar." Pinta Gala membuat Naka mangut mangut lalu meraih adiknya dari dekapan Gala dan membawanya ke kamar gadis itu.

Sementara Gala memilih untuk membereskan obat obatan yang sempat berserak akibat Kana yang grasak grusuk mencari obat itu, setelah itu Gala ikut menyusul Naka keatas tapi Gala akan menunggu temannya itu di kamar Naka saja.

AGALA SABUMI Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang