Setelah sampai ke area pantai yang tampak ramai pengunjung walaupun sudah malam hari, Kana membuka pintu mobil di sebelahnya dengan hati hati lalu mengarahkan pandangannya kedepan tanpa berkedip dan mengarahkan tatapannya kepada gala yang juga keluar dari dalam mobil dengan senyuman di wajahnya.
Arkana tampak senang melihat suasana malam yang terang di bibir pantai dengan udara sejuk di sekeliling mereka. Lalu arkana meraih lengan gala untuk di tarik menuju bibir pantai yang tampak bercahaya dengan cahaya bulan di atas air membuat kana berjalan kegirangan, Kana tak melepaskan genggaman tangannya di tangan gala membuat gala terus tersenyum senang.
Rasanya pipi gala terasa hangat sangking senangnya, mungkin pipi milik gala sudah memerah sedari tadi.
"Indah banget, gal." Sahut Kana terus melangkah hingga kaki mereka menyentuh air laut yang mengenai kaki saat sudah sampai di bibir pantai yang semakin indah saat di pandang dari sini.
Gala memandang Kana dari samping, melihat senyum Kana yang tak berhenti melengkung ke atas membuatnya semakin cantik dengan cahaya rembulan yang mengenai wajah Kana. "Suka?"
Mendengar pertanyaan gala, Kana lantas mengangguk cepat, pandangan Kana juga dia arahkan kepada
gala. "suka bangettt..."
Gala mengeratkan genggaman tangannya di tangan Kana membuat Kana menoleh, "mau ke tempat yang aku bilang tadi?" Tanya gala.
"Iya, di mana?" Tanya Kana antusias sekali, gala terkekeh lalu menarik lengan Kana pelan untuk berjalan berdampingan dengannya. "Ngak jauh, tapi kalau capek bilang ya." Ucap gala.
Kana mengiyakan, mereka berjalan di tepi pantai sambil sesekali menatap satu sama lain, setelah itu mereka sama aama tersenyum. Sungguh gala sanagt menantikan momen ini, sanagt berkesan dan mampu membuat gala senang bukan main.
"Kalau gue capek, Lo mau ngapain?" Tanya Kana iseng, gala yang di tanya seperti itu menoleh dan mendekatkan wajahnya di depan wajah Kana, lalu berkata. "Di gendong mau?" Tanya gala sukses membuat kana memerah, sedangkan gala tertawa ngakak.
Kana memperhatikan wajah tampan gala yang bertambah tampam saat tertawa, apalagi jika di lihat di tempat yang gelap, membuat wajah gala bersinar di bawah terangnya malam di tempat ini.
Gala menghentikan tawanya lalu memandang Kana lagi, "gue gak berani gendong dan nyentuh Lo na. Cukup pegangan tangan aja kayak gini gue udah senang banget." Kata gala, membuat hati Kana menghangat.
Mungkinkah Kana akan terus menaruh hatinya kepada gala, sungguh perlakuan hangat dan ucapan manis gala yang terdengar tulus ini membuat kana semakin menyukai cowok tampan dan cuek ini tuhan.
Tak terasa langkah Kana dan gala berhenti di bawah bukit yang terlihat tangga tangga kecil dari tanah. "Di sini?" Tanya akana.
Gala menggeleng, "bukan. naik sedikit, bisa?"
Kana menatap gala lalu mengangguk yakin, "sanggup kok." Ucapnya membuat gala semakin memegang tangan lembut Kana.
Gala menyuruh Kana untuk berjalan duluan agar dirinya tidak jatuh jika gala yang berjalan duluan, gala akan berjalan di belakang Kana agar jika Kana terpeleset atau tersandung, gala akan lebih gampang meraihnya.
Untung saja Kana malam ini memakai celana panjang, jika tidak pasti Kana Tidak akan bisa naik ke atas sana.
Setelah naik ke atas, Kana menghentikan langkahnya saat melihat bintang bintang bertaburan dari atas sini.
"Aaa..ya ampun cantik bangett..." Pekik Kana, gala mengulum bibirnya sendiri saat dia berhasil membuat Kana senang walaupun hanya hal sederhana yang dia lakukan dan tempat ini bukan pula buatan gala, tempat yang tercipta secara alami dari tuhan yang gala temukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGALA SABUMI
Novela Juvenil⚠️FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA⚠️ Agala Sabumi dan Arkana Putri Wijaya High rank: #4 telah #20 acident #24 kisahku #21 yang
