"Terima kasih kekasihku, aku akan selalu mengingatnya, kenangan kita."
-Arkana putri wijaya-
๑๑
Saat ini Arkana dan Agala sedang berada di salah satu restoran saat memutuskan untuk pulang, tapi mengingat Kana belum makan apapun, dengan inisiatif Gala mampir ke restoran yang ada di pinggir jalan.
"Kamu mau apa Na?" Tanya Gala saat waiters yang datang membawa buku menu.
Kana berfikir sejenak lalu mendongak menatap waiters perempuan di depannya, apa aja deh mbak, yang penting enak dan bikin kenyang." Ucap Kana membuat waiters itu mengangguk.
"Mas-nya?"
Gala yang terus menatap Kana tidak mau menatap waiters perempuan yang terlihat ingin di perhatikan olehnya, tapi anehnya Kana tidak menyadarinya. "Samain aja sama pacar saya." Kata Gala membuat waiters itu mengangguk canggung, lalu langsung pergi.
Kana yang memperhatikan Gala yang sejak tadi menatapnya membuat Kana mengulum bibirnya gugup. Padahal mereka belum pacaran.
"Gak usah liatin gue terus.." Ucap Kana membuat gala terkekeh. "Di rambut Lo ada hewan." Ujar Gala membuat Kana Reflek menepuk nepuk rambutnya.
"Mana...?" Tanya Kana sedikit panik, Gala langsung berdiri dan mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Kana. "Jangan di pukul pukul dong, nanti sakit." Ucap Gala sambil menurunkan tangan Kana dan mengusap rambutnya yang berantakan akibat Kana yang panik tadi.
Setelah selesai, Gala menatap Kana setelah duduk semula di kursinya. "Maaf, hewannya udah terbang tadi. Jangan gitu lagi ya?" Ucap Gala membuat Kana tersenyum, "iya."
Tidak lama setelah itu, waiters yang tadi, datang sambil membawa dua piring nasi ayam yang terlihat enak. Dengan jus jeruk peras dan meletakkannya di depan Gala dan Kana.
"Makan yang banyak." Ucap Gala sebelum makan. Kana yang mendengar lantas tersenyum. "Iya...bawel deh Lo." Jawab Kana membuat Gala mengangkat alisnya lalu mulai makan.
Setelah beberapa menit, akhirnya Makanan Mereka sudah habis dan Kana langsung mengajak Gala pulang.
Gala mengiyakan dan langsung membayar makanan yang mereka makan di kasir. Setelah itu kembali ke mobil Gala.
Kana menyandarkan kepalanya ke sandaran jok mobil. Dan Gala langsung menyalakan mobil lalu mulai menyetir, sesekali Gala melirik Kana yang terus memandang ke depan dengan mata sayu akibat mengantuk.
Gala tersenyum melihat itu, lalu Gala memberanikan diri untuk menyentuh punggung tangan Kana dan mengelusnya. "Tidur aja kalo ngantuk Na."
Kana menoleh, "tapi nanti Lo nyetir sendiri, gue mau nemenin." Balasnya membuat Gala lagi lagi tersenyum.
Kana menguap sambil menutup mulutnya dengan tangan kiri. Melihat itu Gala tersenyum lagi. "Tu kan udah ngantuk, tidur aja gih." Katanya lembut.
"Dingin." Rengek Kana sambil mengusap lengannya yang terasa dingin.
Tak mau berbicara sambil menyetir, akhirnya Gala memberhentikan mobilnya di bahu jalan. Lalu Gala melepas jaketnya yang sedari tadi dia pakai, dan menutup sisi depan tubuh Kana yang lumayan terbuka akibat Kana yang memakai baju kaos yang pas di badannya.
Gala menyelimutkan jaketnya kepada Kana membuat kana terus memandang Gala yang terlihat perhatian kepadanya.
"Makasih." Gumam Kana dapat di dengar gala, "sama sama cantik, tidur aja ya, perjalanan nya lumayan jauh buat sampe rumah, nanti gue bangunin kalo udah sampai." Pinta gala, membuat Kana mengangguk akibat rasa kantuk yang sudah tidak tertahan. "Hati hati nyetirnya."
Mendengar ucapan Kana membuat Gala lantas mengangguk dan langsung menyalakan kembali mobil, sementara Kana mulai nyaman tidur saat Gala merendahkan ac mobil menjadi hangat.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mobil gala berhenti di rumah Kana, dan terlihat Naka yang menunggu di depan rumah.
Saat Gala turun, Naka lantas berdiri dari duduknya, "mana Kana?" Tanyanya celingak celinguk melihat mobil Gala yang tidak tembus pandang dari luar. Gala menoleh sekilas, menghadap Naka yang bertanya.
"Tidur." Jawab Gala membuat Naka menghampiri mobil Gala dan membuka pintunya pelan. "Adik gue satu ini memang cepet ngantuk kalo udah jam segini." Ucapnya di angguki Gala.
Naka masih berdiri di samping pintu mobil Gala, membuat gala berdecak. "Tunggu apa lagi? Cepat angkat Kana, bawa ke kamarnya." Titah Gala membuat Naka mengerutkan alisnya.
"Lo gak mau angkat?" Tanyanya membuat Gala menggeleng. "Gue gak mau nyentuh Kana, kita bukan muhrim." Ucap Gala.
Naka tampak melongo mendengar kata kata Gala barusan. "Tapi pegang tangannya kan tadi?" Tanya Gala memastikan.
Semetara Gala mengangguk ragu. "I-iya."
"Si goblok. Katanya tadi bukan muhrim?" Timpal Naka membuat gala berdecak, "bukan itu, gue gak berani gendong Kana. Ngerti gak sih Lo?!" Gerutu Gala membuat Naka tertawa. "Ckss..iya..."
Tanpa banyak bicara lagi, Naka langsung menggendong Kana dan membawanya ke dalam. tapi, alih alih membawa Kana ke kamar, Naka malah menidurkan Kana di sofa.
Gala yang juga ikut masuk langsung menatap sinis Naka, "di angkat ke kamar dong, bukan di tidurkan di sini." Ucapnya dingin.
Naka menoleh kearah Gala. "Kana emang suka tidur di sofa." Katanya. Gala memijat pangkal hidungnya melihat itu, "jangan di biasain, masa cewek tidur di sofa."
"Ya mana gue tau, udah kebiasaan dia. Gue kasih tau juga ngeyel, sering gue pindahin ke kamarnya kalo ketiduran di sini, tapi gue balik lagi malah udah di sini lagi dia. Kan capek gue ngangkat ke atas lagi." Keluh Naka membuat Gala terdiam.
Gala berjongkok di depan Kana yang tertidur di sofa, lalu membenarkan rambut Kana yang berantakan ke belakang telinga. Melihat itu Naka tidak mempermasalahkannya, Naka lantas berjalan ke kamar kana yang berbeda di lantai dua untuk mengambil selimut dan bantal milik Kana.
Setelah itu Naka balik lagi dan menyerahkannya kepada Gala. Cowok tampan itu menerimanya dan menyelimuti Kana perlahan, lalu mengangkat kepala kana untuk di taruh bantal agar Kana nyaman.
Semetara naka duduk santai memperhatikan Gala yang sangat telaten dan penuh perhatian kepada Kana membuatnya diam diam tersenyum.
"Jadian aja sama Kana." Ucap naka membuat Gala membalikkan tubuhnya menghadap Naka di belakangnya.
Gala duduk di sofa kecil di samping kana tidur, "Kana mau temenan dulu kayak biasa. Dia mau kenal gue dulu." Jawab Gala. Membuat Naka mengangguk.
"Berarti Lo udah bilang sama dia, kalau Lo suka Kana?" Tanya Naka di angguki Gala.
Naka berdehem sekilas, mulai serius dirinya memandang Naka. "Adik gue cengeng gal." Katanya.
Gala yang mengerti langsung mengangguk, membuat Naka tersenyum. Sepertinya Gala sudah faham dengan ucapannya tanpa harus Naka menjelaskan apa yang dia maksud tadi.
Setelah lumayan lama terdiam, Gala kembali membuka suara. "Bokap sama nyokap Lo mana?" Tanya Gala membuat Naka menggeleng. "Gak tau, paling ada urusan bisnis." Jawabnya.
Gala mangut mangut, "gue balik ya, adik gue takut nyariin." Ucapnya mulai berdiri.
Naka yang mendengar kata adik dari mulut Gala, lantas bertanya. "Adik Lo umur berapa?"
"Tujuh belas tahun." Jawabnya membuat Naka mengangguk, setelah itu Gala pamit pulang kepada Naka.
Sebelum pulang Gala sempatkan untuk menatap Kana yang tertidur pulas, setelah itu keluar bersama Naka ke luar rumah.
Gala langsung memasuki mobilnya dan langsung tancap gas meninggalkan Naka yang masih berdiri di depan rumahnya.
"Gue harap Lo jadi orang pertama dan terakhir buat kan, gue gak mau Lo nyakitin kana, Gala." Gumam Naka setelah mobil Gala sudah tidak terlihat lagi di depan sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGALA SABUMI
Novela Juvenil⚠️FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA⚠️ Agala Sabumi dan Arkana Putri Wijaya High rank: #4 telah #20 acident #24 kisahku #21 yang
