Saat ini semua murid SMA Tunas Harapan sudah pulang lebih awal dari biasanya akibat guru yang ternyata mengadakan rapat dadakan pangi ini. Hal itu justru membuat murid murid yang mengeluh bosan langsung berseru Senang.
Kana yang tadi tertidur akibat bosan, malah tidak di bangunkan oleh Kayla, sebab tadi Kayla sempat berjalan jalan keluar kelas sambil membawa tasnya, jadi setelah tau bahwa jam pulang di majukan lebih awal dirinya langsung berlari ke parkiran dan langsung tancap gas tanpa terfikir olehnya bahwa Kana masih tertidur di kelas.
"Dek, bangun!" Panggil Naka sambil menepuk lengan Kana yang tertidur dengan kedua tangan yang di jadikan sebagai bantalan. Dikelas ini hanya tersisa Naka dan gala, dengan Kana yang masih tertidur tanpa merasa terganggu sedikitpun. "Nyenyak banget lagi tidurnya." Ucap Naka.
Gala yang sedari tadi duduk sambil menunggu, langsung menghela nafas pelan. "Gendong aja." Usulnya, membuat Naka berdecak. "Masalahnya dia bawa mobil sendiri."
"Tinggal aja, besok pagi Kana bareng Lo. Daripada lama nunggu Kana gak bangun bangun." Sahutnya membuat Naka mulai berfikir. "Yaudah deh, daripada nunggu sampe sore." Gumamnya menyetujui. Tanpa fikir panjang lagi, Naka langsung mengangkat Kana ke gendongannya.
"Nih, pegang." Ujarnya memberikan tas millik Kana kepada gala untuk di pengang. Lalu mereka berdua berjalan menuju parkiran mobil, dengan gala yang berjalan di belakang mengikuti Naka.
Naka memberikan kunci mobilnya juga kepada gala yang di angguki mengerti oleh gala. Mereka akhirnya mulai masuk kedalam mobil dengan gala yang menyetir, sedangkan Naka memegangi Kana di kursi belakang.
Mobil Naka melaju pelan di jalan raya yang terlihat ramai pengendara, akibat hari yang mulai siang, pasti banyak orang orang yang akan makan siang, hingga ramai sekali jalanan setiap harinya.
Merasa ada guncangan, Kana langsung terbangun dan mendapati wajah Naka yang dilihatnya saat mendongak. "Kak" panggil Kana membuat Naka menoleh. "Bangun juga akhirnya." Gumamnya masih di dengar gala yang menyetir di depan.
Gala menatap kedua Kakak beradik itu dari kaca dasboard mobil. "Mau mampir dulu ngak?" Tanya gala membuat Kana langsung duduk di samping Naka saat mendengar suara gala yang berbicara.
Kana fikir yang menyetir adalah supir pribadi papanya, ternyata gala. "Eh, ada Lo!" Ucap Kana kikuk karena merasa malu.
"Mampir kemana?" Tanya Naka membuat gala menatap nya dari dasboard. "Makan." Jawab gala singkat.
Mendengar itu, Naka mengganggu setuju, lalu dia menatap Kana di sampingnya, "mau kan dek?"
"Mau." Jawab Kana juga singkat.
Akhirnya gala memberhentikan mobil Naka di tempat makan yang lumayan ramai. Disana ada warung makan bertema Sunda yang terlihat asri dan nyaman. Tanpa pikir panjang, ketiga remaja itu langsung turun dari mobil dan mengambil tempat duduk untuk mereka. Di sana juga terdapat meja bundar kecil dengan empat kursi di setiap sisinya.
Seorang wanita menghampiri mereka dengan membawa selembar kertas dan sebuah pena di tangannya. "Punten, Aa teteh, mau pesan apah?" Tanya wanita itu dengan ramah, di sambut senyum Ramah juga oleh Kana. "Em...apa aja yang ada Buk?" Ucap Kana dengan sopan.
Wanita itu menyerahkan selembar kertas yang dia bawa tadi kepada Kana, sedangkan gala dan Naka hanya diam saja. Mereka akan menerima makanan apa yang akan Kana pesan.
Selagi menunggu Kana melihat lihat, wanita itu menatap gala dan Naka secara bergantian, lalu tersenyum. "Aa ini teh siapanya neng geulis? Pada karasep pisan euy." Tanyanya membuat gala dan Naka saling menatap satu sama lain.
Kana yang mendengar itu, seketika terkekeh pelan tanpa mengalihkan pandangannya pada menu yang di pegangnya. "Ini kakak saya buk, kalo yang ini teman saya." Ucap Kana saat tidak mendengar jawaban apapun yang di lontarkan gala dan Naka.
Wanita itu mengangguk antusias, "ohh, ibu pikir yang ini teh pacarnya neng geulis. Ternyata ngak ya?" Katanya lagi membuat Kana mengangguk sambil memberikan kertas menu di tangannya. "Ini buk, pesan nasi tutug oncom aja deh, sama es jeruk nya ya buk." Pesan Kana di angguki wanita itu.
Setelah wanita itu pergi, Kana menatap gala dan Naka secara bergantian. "Mulut kalian pada kenapa sih? Orang nanya bukannya di jawab malah diem aja." Sambut Kana membuat Naka terkekeh. "Kan udah ada adek gue yang paling ramah ini, jadi gak usah deh, susah susah jawab." Jawab Naka sambil tersenyum menampakkan giginya.
Mendengar itu, kana mendelikkan matanya pasrah. Tidak menunggu waktu lama, akhirnya pesanan Kana sudah di antar kemeja mereka dengan orang yang berbeda.
"Emm...enak bangett..." Seru Kana saat menyuap nasi beserta lauknya kedalam mulutnya. Perilaku itu dilihat jelas oleh gala, membuat gala juga tersenyum melihat itu.
Naka hanya mengangguk mendengarnya, "iya, enak kan gal?" Tanya Naka pada gala.
Tidak ada sahutan yang di lontarkan gala, membuat Naka lantas menoleh ke depannya. Naka lantas menggeleng saat melihat gala yang tersenyum sambil hendak menyuap. "Yaelah, kayaknya bentar lagi gue jadi nyamuk." Batinnya lalu melanjutkan makan.
๑๑
Setelah selesai makan dan membayar semuanya, mereka langsung kembali ke mobil, tapi kali ini Kana yang akan menyetir. Tadinya Naka Tidak memperbolehkan Kana yang meminta untuk menyetir tapi karena Kana memaksa, akhir Naka mengiyakan saja.
"Okeyy, let's go home." Ucap Kana setelah menyalakan mobil milik Naka.
Mobil akhirnya tancap gas meninggalkan warung itu dengan kecepatan sedang. Kana menoleh pada kedua orang di belakangnya, sambil sesekali melihat arah depan sebagai kehati-hatian. "Ini pulangnya nganter gala dulu kan?" Tanya Kana membuat gala langsung menyela. "Kerumah kalian aja, gue nanti naik taxi aja dari sana." Ucapnya membuat Kana mengerutkan keningnya.
"Kenapa? Kan bisa sekalian gue anterin." Tanya Kana lagi.
Gala menggeleng, "ke rumah kalian aja, gak papa, gue cuman mau mampir. Boleh kan?" Kata gala lagi seraya bertanya, membuat kana ber-oh, lalu menjawab," boleh."
Akhirnya Kana terus melakukan mobil itu hingga sampai di depan rumahnya. Setelah itu mereka turun memasuki rumah, begitu juga gala yang ikut masuk. "Duduk dulu gal." Ucap Kana di angguki oleh cowok itu.
Jangan tanyakan kemana perginya Naka, sebab Naka yang sedari tadi mengantuk, langsung masuk kamarnya untuk melanjutkan tidurnya. Gala juga tidak mempermasalahkannya, dirinya duduk dengan tenang sambil bermain ponsel.
Sangking asiknya bermain, gala tidak menyadari Kana yang ternyata sudah mengganti baju dengan baju rumahan. Kana juga datang sambil membawa minum dan sebungkus biskuit brownies berukuran besar. "Nih, minum dulu gal." Ucap Kana. Gala yang mendengar langsung berhenti bermain ponsel saat Kana yang juga ikut duduk di hadapannya.
"Oh ya, malam ini gue niatnya mau di sini. Gak papa?" Ucap gala bertanya, membuat Kana langsung mengangguk. "Gak papa dong, lagian mama sama papah gue gak ada di rumah. Kita cuman bertiga doang sama bibi. Eh berempah deh, sama pak satpam." Ujar Kana membuat gala terkekeh.
"Gue gak enak, nanti gue bilang Naka dulu deh." Gumamnya lagi, membuat Kana mengangguk. "Yaudah deh."
Gala mengambil es jeruk bikinan Kana lalu meminumnya, "Lo suka banget sama jeruk?" Tanya gala. Sebab setiap minum yang mereka minum saat bersama Kana, gadis ini selalu memesan minuman berasa jeruk.
Pertanyaan gala satu ini membuat Kana terkekeh, "hahaha, kok tau? Gue suka banget emang, kata kak Naka waktu gue kecil makanya di kasih jeruk sama mama." Jawab Kana semetara gala juga terkekeh. "Kok Naka tau kalau Lo yang makan, kan kalian besar bareng?" Tanya gala.
Kana lantas tertawa mendengarnya. "Nahh, itu yang gue pikirin, tapi males gue berdebat sama kakak, bisa bisa gue yang kalah." Katanya. Gala menggeleng mendengar ucapan Kana. Dari sini gala tau bahwa Naka adalah orang yang Tidka mau kalah, dan Kana orang yang terlalu malas berdebat.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGALA SABUMI
Novela Juvenil⚠️FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA⚠️ Agala Sabumi dan Arkana Putri Wijaya High rank: #4 telah #20 acident #24 kisahku #21 yang
