pitulas

299 32 0
                                        

○♤○

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

○♤○

"gimana bu? dia ngomong apa sama Ibu?"

Tak menjawab, melainkan berjalan melewati dan duduk bersender pada sofa, meregangkan otot yang semula kaku dan begitu pegal sebab terlalu lama berjalan.

Brahma mengekor, mendekat pada Ibu "mau apa dia, mau ngomongin hal aneh-aneh lagi? harusnya tadi aku ikut, jad- aduh!"

Kena cubit.

"diem dulu bisa ga? gausah so tau gitu"

Brahma meringis, makin berumur ko malah cubitan nya makin pedih ya rasanya.

Mereka duduk, dengan Ibu yang pejamin mata dan Bapak yang tiba-tiba datang ikut menimpal "aman?"

Kelopak matanya terbuka, Ibu melirik "aman" di imbuhi kekehan manis.

"tuh denger sendiri, udah gausah watir" menepuk pundak sang sulung dua kali.

Meyakinkan bahwa keadaan akan baik-baik saja, berfikir jernih namun masih saja penasaran. Colek lengan Ibu nya dua kali berturut-turut, sampai akhirnya Ibu muak sendiri.

Jelasin dari A ke Z, gimana akhirnya Zea minta maaf dan sempet mau kabur waktu tau yang di temuin adalah Ibu bukan Brahma si mantan pacar.

"satu kali ya Arzea," jeda "satu kali aja kamu ganggu kehidupan anak saya, dan juga saya mohon kalau ini untuk yang pertama dan yang terakhir kamu muncul di hadapan saya dan keluarga saya" lugasnya menatap nyalang sang gadis di sebrang.

Zea bergeming, mengatupkan bibir rapat-rapat sebelum kembali mendengar ucapan Ibu.

"kesalahan kamu ke Brahma" diam sesaat sebelum akhirnya melanjutkan dengan posisi duduk yang masih sama "sudah Brahma maafkan, saya tau kamu menjadikan anak saya sebagai selingkuhan. Tanpa sepengetahuan Brahma sendiri, kamu menjadikan anak saya kambing hitam"

Lagi. Zea hanya mengunci mulutnya kencang, tak tahu harus bereaksi bagaimana terhadap perkataan jujur dan pemberian maaf dari sang mantan kekasih yang di sampaikan oleh Ibunya.

Kepalang takut juga bingung, Zea terus menundukan kepala sambil kembali mendengar penuturan dari sang wanita berumur di hadapan nya.

"adabmu bener-bener nol Arzea, dengan kebusukan dan luka yang udah lama kering itu kamu masih berani munculin diri sekarang? Blas gak due isin kamu nampakin muka ke Brahma!"

Total bisu. Skak mat dari sang Ibu membuat Zea mati kutu, sekujur tubuhnya kaku.

Motifnya dari awal mau bertemu Brahma adalah untuk bercerita bahwa kehidupan nya setelah tak ada sosok lelaki itu sangat berbeda, dirinya merasa hampa dan entah kenapa kosong.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 12, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

sempiternal - vsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang