"mas bama sesuk nggo skupi yo"
"porsche ku lho, wes nganggur sue blas ora tau di nggo!"
"mahal kaya begitu tapi gabisa bikin aku meluk kamu kalo dingin di jalan."
🥇 #fam
start : 9-12-22.
fin : -
*note : ff ini banyak kosa kata yang memakai b.jawa d...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
○♤○
Flashback
Awal mulanya ketika Brahma menjadi panitia ospek universitas, waktu itu ia kebetulan menjadi pj kelompok Riani. Suatu kebetulan yang pas sekali ya, pjku ternyata jodohku. Anzaiii!
"absen dulu, cewe dua puluh dua cowo dua puluh delapan ya!"
Teriaknya dari depan, mengenakan busana batik dan celana hitam. Hari ini belum waktunya ospek tapi masih masa pembekalan camaba, kala itu Brahma sudah menginjak semester lima. Udah lengser dari hima, gabut ga ada proker ikut kepanitiaan deh!
Sebelumnya kembali mengingatkan jika Brahma adalah kaka tingkat Riani, sama seperti Zea. Keduanya dengan Brahma selisih dua tahun.
"lengkap ka!" ucap salah satu anak yang berada di barisan paling belakang.
"oke, makasih!" sambil mencatat, kemudian kembali memberi intruksi "hari ini pembekalan camaba, dengerin arahan dan ucapan dari panitia yang nanti di sampein di depan podium . Kalo misalkan kurang jelas bisa tanya temen sekelompok kalo engga bisa tanya kelompok sebelah. Oke!"
"oke ka!"
"sip, semangat!"
Sekarang tinggal menunggu giliran kelompok Brahma di panggil.
Masa-masa itu menjadi salah satu momen bersejarah bagi Riani sebab ia bisa mengenal sosok Brahmana dalam hidupnya, ia bisa berinteraksi tanpa basa basi nomor nyasar atau kenal dari temen. Satu-satunya momen yang di ingat hingga sekarang mungkin saat Riani kepanasan berbaris di depan aula.
Sebenernya ga ada masalah sama cuaca sih, soalnya waktu itu di barisin pagi sekitar jam delapan tapi yang jadi masalah pas banget Riani kedatangan tamu bulanan.
"eh ini ko cewe yang di depan sih, cowo dong. Mau jadi kepala keluarga ko ngetek di belakang cewe, sini maju!"
Tak membutuhkan waktu lama, barisan pun berubah dalam sekejap. Brahma mengecek dengan cara berjalan menyusuri barisan dari depan ke belakang. Detik itu Riani tiba-tiba merasa perutnya mual tidak karuan sampai kram dan kepalanya pun ikut pusing. Mengharuskan nya berjogkok seketika untuk menahan rasa sakit nya.
"ka Brahma ada yang sakit ka!"
Tanpa basa-basi pj kelompok segera berlari ke arah sang pemanggil "kenapa, siapa yang sakit?!" rautnya panik.
"ini ka, Riani. Kayanya datang bulan" jelas Deswita, anak hukum.
Fokusnya pun kian beralih pada Riani yang sudah berjongkok tak berdaya di bawah sana "dek, kita ke uks dulu yuk?"
"tapi ka, kalo ga ikut aku gatau informasinya"
"gampang itumah, ke uks dulu aja ya? Bisa jalan gak?"
Riani mengangguk meng iyakan, awalnya tubuhnya di papah oleh Brahma agar bisa berdiri namun baru satu langkah maju tubuhnya langsung ambruk begitu saja. Membuat kepanikan tercipta di sekitar.