Taehyung yang menjadi cinta kedua/orang ketiga dalam rumah tangga jungkook . Ia terus mempertanyakan apa yang membuat ia begitu tak mampu menolak jungkook dalam hidupnya walaupun ia harus dibenci semua orang . Dan sampai kapan jungkook mampu menyemb...
"Tempatnya sangat nyaman ,tidak seperti yang kubayangkan ."
"Seperti apa yang kau bayangkan ?"
"Seperti untuk orang-orang sakit ."cicitnya sambil mengutip kedua jarinya diudara
"Haha jadi kau beranggapan orang yang datang kesini adalah mereka yang sakit ,begitu ?"
"Nde ."
"Kau merasa dirimu sakit ?"
"Aniooo ." Ucapnya pelan dan ragu
"Aku disini sebagai teman untukmu bercerita ."
"Aku harus memulai dari mana ,,aku bahkan tak pernah bercerita apapun pada keluargaku ,aku juga tidak punya teman atau sahabat ."
Jaejoong tersenyum lembut .
"Kau ingin kopi ?"
"Disini ada ?"
"Kau boleh meminta apapun disini ,aku menyediakannya ."
"Aku sedang tidak minum kopi karna sulit tidur setahun terakhir ini ."
"Jinjja ,kau bisa bertahan selama itu ?"
"Sistim imun ku tentu turun ,aku jadi mudah sakit ."
"Wajahmu tampak cerah dan tidak terlihat seperti itu." Jaejoong terus mencoba mengorek tanpa taehyung sadari ,taehyung menyentuh wajahnya dan tersenyum malu-malu .
"Nyonya bisa saja ."
"Eoh ,aku namja sepertimu ."
"Jinjja-yo ?"
"Ne ,kita mungkin namja yeppo ,orang sering salah mengira hahahha ."
Taehyung mulai nyaman mengobrol bersama jaejoong . Asisten jaejoong menghidangkan aneka buah didepan mereka ,taehyung tersenyum senang melihat buah anggur muscat yang akhir-akhir ini menjadi favoritnya .
Jaejoong mengobrol ringan dan terus memancing taehyung agar merasa nyaman mengobrol dengannya sambil terus mencatat .
"Kenapa kau bisa memutuskan datang kemari ?"
"Obat dari bang shihyuk sudah tidak mempan untuk mengobati ku ."
Jaejoong tersenyum .
"Obat apa ?"
"Tidak tahu ."
"Kau membawanya ?"
"Ne ." Taehyung mengeluarkannya dan memberikannya pada jaejoong . Jaejoong memeriksanya dan tertawa setelah dengan sangat penasarannya mencium wangi yang menguar .
"Itu obat apa ,kenapa anda tertawa ?"
"Rasanya pasti manis ?" Tanya jaejoong
"Ne ,seperti permen susu dengan rasa buah-buahan ." Jawab taehyung polos
Jaejoong tak bisa menahan ledakan tawanya membuat taehyung keheranan .
"Kau merasa baikan setelah meminumnya ?"
"Aku sedikit lebih tenang karna rasanya nya seperti membawaku bernostalgia ke masa kecil ."
"Ne ,baiklah ."
"Itu tidak berbahaya kan ?"
"Ania ini tidak berbahaya kok ,tenang saja ." Jaejoong menyeka air mata disudut matanya
"Ahh syukurlah ." Ucap taehyung lega
Jaejoong menatap wajah polos taehyung dengan senyuman hangat membuat taehyung kikuk .
"Kau sudah menikah ?"
"Mmm aniaa ..mmm belum ."
"Kekasih ?"
Mata taehyung tak fokus ,tangannya terpaut dengan gugup .
"Apa ini alasanmu tak nyaman ,apa dia kasar ?"
"Kadang ,tapi ia tak begitu ."
Jaejoong mengernyit .
"Dia kadang melakukannya , dia tempramen ?"
"Hanya saat tertentu ,saat dia tertekan saat mabuk ."
"Kau banyak terluka ?"
"Aniaaa ,,aku tak masalah untuk itu ."
Jaejoong menatap dalam taehyung .
"Kau juga tidak dekat dengan keluargamu ,jadi kemana tempatmu bercerita ,kau menulisnya dibuku ?"
Taehyung terdiam cukup lama lalu ia menggeleng .
"Kau memendamnya untukmu sendiri ?"
"Diriku adalah versi terbaik dari sosok yang aku inginkan ,aku tak bisa percaya siapapun ,aku juga dianggap perfeksionis oleh orang lain ,aku tak bisa mentolelir sedikitpun kesalahan yang ku perbuat ,aku pikir aku serakah ." Ucapnya dengan pandangan kosong
Jaejoong menatap iba anak didepannya .
"Sekosong itu ." Tambah taehyung
"Kau bilang kau punya kekasih ,dia bisa mengimbangimu ?"
Taehyung mengangguk .
"Dia yang memberiku kehangatan dan orang yang selalu mengusap kepalaku saat aku merasa aku hancur ,tapi aku tak bisa menjadi apa-apa untuknya hiks aku hanya beban untuknya ,aku tak berguna sama sekali untuk hidupnya hiks ,padahal aku sangat bergantung padanya hiks ,aku sakit saat ia mabuk dan melihatnya seperti sesuatu yang hancur berkeping-keping hiks .. aku merasa bodoh ."
Jaejoong menggenggam tangan taehyung .
"Aku diejek lemah saat aku menangis ,aku dikatakan tak bersyukur saat aku mengeluh ,aku disebut beban saat aku sakit dan tak bisa melakukan tugasku ."
"Oleh kekasihmu ?"
Taehyung menggeleng .
"Orang-orang disekitarku hiks .. ."
"Kau marah ?"
"Tidak ,aku sudah biasa mendapatkan itu bahkan sedari aku kecil ."
"Kau menganggap semua itu hal wajar ,biarpun itu menyakitimu ?"
"Aku tidak tahu ,satu-satunya kebahagiaanku adalah saat bersama kekasihku ,tapi aku malah tak berguna untuknya ."