"Sejuk dan indah, mansion di Seoul ku coba buat seperti Daegu tapi tak bisa dengan udaranya. "
Jungkook menyesap ceruk leher taehyung dalam pelukannya, mereka sedang menikmati pemandangan dari jendela kamar mereka.
"Hahhhhhh ternyata wangi kamu itu udara Daegu. "
Taehyung terkekeh mendengarnya.
"Kau menyamakan ku dengan gunung? "
"Ceruk lehermu ini kaki gunung yang sejuk, pipi mu bebukitan yang indah, dadamu adalah puncak gunung dan yang dibawah sana itu aliran sungai yang menghanyutkan. "
Taehyung tergelak mendengarnya.
"Bisakah tidak overload seperti ini menggombalnya? "
"Aku sungguhan. "
Taehyung kian tergelak.
"Mau apa kita pagi ini? "
"Kau sudah lapar, disini tak ada chef? "
"Ahh kau benar, sepertinya kita harus berusaha mengisi perut kita sendiri. "
"Kita masak? "
"Kajja, aku tidak takut. "
"Aku yang takut oleh masakan kita hahaha. "
"Ayolahhh kalau pun itu beracun kita akan melakukannya bersama. "
"Kita mati konyol haha. "
Mereka turun ke lantai bawah dan sang eomma mengetuk pintu depan.
"Eoh eomma? "
"Eomma antar makanan untuk kalian. "
"Ahhh syukurlah , hampir saja aku pikir kita akan mati karna harus masa masakan kami. "
"Hahahha kalian ini bisa saja. "
"Eomma sudah taruh kimchi dan banchan dikulkas serta beberapa cemilan. "
Eomma kim menghidangkan berbagai masakan utama dan mengeluarkan banchan dari kulkas untuk ia dan taehyung sajikan.
"Wahhhhh daebak, rasanya sangat enak sekali eomma, masakan taehyung juga sama persis dengan buatan eomma. " Puji jungkook
"Syukurlah jika ia sudah mulai mau memasak, kau terlalu memanjakan anakku. "
"Kami sama-sama bekerja, aku tidak mau membebani taehyung dengan masalah lain, eomma tahu dia jarang makan jika bukan aku mengingatkannya. "
"Ne, gomawo... Cinta dan kasih sayangmu begitu besar untuk anakku. "
"Sudah seharusnya eomma. "
"Ayolahhh aku mau sarapan, kenapa kalian membuat ini terasa menyedihkan. "
"Hahaha kau lihat dia yang paling cengeng tapi tidak mau melihat kita terharu. "
"Dia sangat cengeng. " Bisik jungkook
"Dia sangat manja eomma, jangan lihat luarnya yang sangat cool dan karismatik. "
"Hahaha kalian ini, kalian yang menjalani eomma hanya ikut bahagia jika kalian juga bahagia, tapi nak apa orang tuamu sudah bertemu taehyung? " Tanya eomma kim hati-hati
"Taehyung sering berkunjung kerumah, appa merestui kami.. Eomma tenang saja. "
"Kami hanya orang kampung dan orang tak punya nak.. Eomma tidak ingin taehyung tersakiti karna harus menerima penolakan. "
"Jika mereka menolak aku lebih memilih taehyung tentu saja. "
Eomma kim tersenyum mendengar ucapan jungkook.
"Gomawo." Bisiknya
"Kalian makan lah, eomma harus memeras susu sapi di peternakan. "
"Ne, terima kasih eomma, kami nanti boleh kesana? "
"Itu milikmu juga, tentu kalian harus melihatnya haha. "
Eomma kim keluar rumah dan meninggalkan sejoli ini yang makan dengan keheningan, mereka menyuap makanan itu dengan rasa haru, hubungan mereka sudah sejauh ini dan mendapat begitu banyak cinta namun mereka sendiri masih terbelenggu oleh rumit dan kejamnya dunia bisnis.
"Jangan memikirkan hal lain, mangkuk nasimu akan berkuah jika kau terus menangis. "
"Aku tidak sampai hati jika eomma sampai tahu yang sebenarnya. "
"Mereka hanya boleh tahu bahwa kita saling mencintai, semua masalah bisa kita selesaikan sendiri.. Cukup itu yang boleh kau tunjukan. "
Taehyung mengangguk setuju.
Orang tuanya hanya orang kampung yang tidak terbiasa dengan semua kehidupan kota yang rumit, setiap hari mereka hanya bekerja keras mengurus apa yang sudah mereka rintis. Adik-adik taehyung juga jarang membuka sosmed dan hanya sesekali membantu orang tua mereka. Mereka sepertinya tak punya niatan untuk hidup di Seoul dan hanya akan bersekolah di kota mereka agar tetap bisa membantu orang tua mereka mengelola yang sudah ada.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Why I Love U || End
FanfictionTaehyung yang menjadi cinta kedua/orang ketiga dalam rumah tangga jungkook . Ia terus mempertanyakan apa yang membuat ia begitu tak mampu menolak jungkook dalam hidupnya walaupun ia harus dibenci semua orang . Dan sampai kapan jungkook mampu menyemb...
