Tuan kim murka, hari dimana ia harusnya menuai apa yang ia tabur malah hanyut begitu saja.
"Sialannnnn, kenapa bisa kalah?"
Ny kim dan taeyeon duduk ketakutan melihat sang appa yang biasanya tenang dalam menghadapi masalah kini begitu murka.
"Katakan, aku benci kekalahan, kenapa semuanya bisa terjadi huh?"
Sang asisten pribadi diam tak menjawab apapun.
"Telpon si tua bangka licik itu !"
"Tuan jeon tak bisa dihubungi karna sedang perjalanan bisnis "
"Apa?"
"Saya sudah mengatakan itu lusa, tuan jeon kemungkinan menetap selama sebulan diluar negri "
Mata tuan kim tak fokus.
"Jungkook, telpon jungkook.. Katakan aku ingin bertemu "
"Tuan jungkook tak bisa dihubungi, sekretaris nya bilang ia menemani kekasih nya pemeriksaan kehamilan "
"Berapa lama, pemeriksaan kehamilan tak mungkin hingga berhari-hari bukan?"
"Akan saya coba tuan "
"Cepatlah.. Tunggu apa lagi hah?"
"Appa, tenanglah "
"Tenang kau bilang, tenang?"
"Yeobo sudah... Taeyeon benar kau harus tenang "
"Aku kehilangan 5milyar dollar hanya untuk pemilihan presiden ini dan kalah telak. Bagaimana aku bisa tenang hah?"
"Haaaaaaa?" Ny kim dan taeyeon terperanjat mendengarnya
"Yeoboooo.. Kenapa kau tak membicarakan ini dengan ku dulu? "
Tuan kim duduk dan mengurut dahinya, kepalanya rasanya akan meledak. Sebaliknya, jungkook, taehyung dan presiden terpilih sedang melakukan jamuan makan siang.
"Selamat atas kemenangan anda tuan"
"Aigoooo.. Tuan muda terlalu rendah hati, jika bukan karna kekuatan anda saya tak mungkin bisa seperti ini. Tolong sampaikan terima kasih saya juga pada tuan jeon "
Jungkook hanya tersenyum, ia memilah makanan untuk taehyung dan menyajikannya di piring ,Semua menatap itu dan merasa canggung. Ternyata kabar burung tentang jungkook yang punya kekasih benar adanya dan jungkook kian berani menunjukannya sekarang.
Ia sama sekali tak sungkan memberikan ACT of servis didepan banyak orang atau koleganya sekalipun.
Sesekali jungkook mengusap area perut taehyung yang mulai menggembung.
Semua saling tatap dan memberikan lirikan kikuk dengan apa yang mereka lihat.
"Apa tuan taehyung sedang kurang enak badan?" Tanya seseorang
"Ahh ania.. Hanya mengidam "
Mulut mereka menganga.
"Ahhh aku hampir lupa, seperti yang kalian tahu taehyung adalah asisten pribadi sekaligus sekretaris ku dikantor, ia kini adalah kekasihku atau lebih tepatnya calon ibu dari anak yang sedang ia kandung "
Henin seketika.
"Ahhh chukae-yo, chukaehamnida tuan.. Maaf kami tak membawakan apapun untuk istri dan calon bayi anda " Seru seseorang memecah keheningan
"Tidak perlu repot-repot " Ujar jungkook dengan senyuman bangganya , taehyung menggenggam tangan jungkook erat dibawa meja dan jungkook mengelusnya.
"Kami akan mengirim kan hadiah untuk anda tuan sebagai ucapan terima kasih dan juga ucapan selamat atas keturunan jeon "
Jungkook mengibaskan tangannya acuh.
"Kita nikmati saja makanannya " Ucapnya cuek
Acara jamuan itu begitu mewah dan juga meriah, mereka merayakan kemenangan politik besar ini, mereka sudah menyusun sendiri orang-orang yang akan naik kabinet dan tentu jungkook yang memilih semuanya untuk kepentingan bisnisnya dan sang appa.
Semua setuju saja, tohhh ini sudah pasti berdasarkan kebijakan tuan jeon. Merasa hampir dalam genggaman tangan mereka jungkook juga dengan mudah dan santainya mengakui taehyung kini hamil anaknya karna ia tak ingin ada selentingan yang mengatakan jika taeyeonlah yang hamil, jelas mereka orang yahh berbeda dan takkan ia biarkan taeyeon mengambil alih satupun langkah dari dirinya, takkan pernah.
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Why I Love U || End
Fiksi PenggemarTaehyung yang menjadi cinta kedua/orang ketiga dalam rumah tangga jungkook . Ia terus mempertanyakan apa yang membuat ia begitu tak mampu menolak jungkook dalam hidupnya walaupun ia harus dibenci semua orang . Dan sampai kapan jungkook mampu menyemb...
