Berlebihan

871 113 30
                                        

Taehyung mengajak jungkook berkeliling perkebunan milik mereka, jungkook antusias karna katanya hari ini ada panen buah-buahan.

"Aku ingin ikut memetiknya. "

"Kau ingin jadi pekerja di kebun? "

"Terdengar menyenangkan. "

"Kau akan menyesal. "

"Huh? "

Jungkook masih setia mengikuti langkah taehyung.

"Apa masih jauh? "

"Kenapa, kau mulai menyesal? "

"Ania, aku hanya bertanya jaraknya. "

"Dari sepanjang jalan tadi itu perkebunan kita, hanya saja pintu masuk nya lumayan agak jauh. "

"Apa tak ada kendaraan untuk segera sampai di pintu masuknya? "

"Ada."

"Lalu kenapa kita berjalan dari rumah sampai sejauh ini? "

"Kalau naik kendaraan bukan jalan-jalan namanya. "

Jungkook agaknya mulai merasa menyesal dan tak sungguh-sungguh ingin berkebun.

"Nahh, sebentar lagi sampai. "

"Syukurlah."

Taehyung terkekeh merasa senang mengerjai kekasihnya.

"Buah apa yang akan kita panen hari ini? "

"Apel."

"Kajja! " Seru jungkook  bersemangat, namun semangatnya langsung luntur saat dilihat sepanjang mata memandang adalah kebun pohon apel.

"Ayooo, kenapa diam! "

"Kita akan memanen ini semua? "

"Tentu saja. "

Jungkook mengikuti taehyung yang berjalan ke tengah kebun.

"Mau kemana? "

"Disana ada pondok untuk para petani beristirahat. "

"Aku mau kesana saja. "

Taehyung terkekeh diam-diam ia senang menjahili jungkook.

Taehyung menikmati angin sepoi-sepoi dari pondok itu dan melihat para petani yang mensortir besar buah apel untuk mereka jual .

"Kalian mau jus apel? "

"Sepertinya sangat segar. " Imbuh taehyung

"Akan aku buatkan. "

"Ne gomawo. " Taehyung berseru senang

Jungkook nampak acuh saja walau dara adalah seorang gadis cantik di desa itu.

"Kau mati rasa? "

"Apanya? "

"Dia sangat cantik. "

"Untukmu saja jika kau mau, aku maunya kim taehyung. "

"Aku mau kesana dulu. " Taehyung akan berjalan kearah dara pergi namun jungkook langsung menariknya dan mendudukan taehyung di pangkuannya.

"Lepas kook, nanti ada yang lihat. "

"Semua orang tahu kau kekasih ku. "

"Yea tapi tidak begini. "

"Diam, aku tidak akan membiarkan kau ganjen pada yang lain. "

"Aku tidak begitu. "

"Jangan sampai, aku akan mengurungmu di istana ku jika itu terjadi. "

"Aku juga mau diikat. " Goda taehyung yang langsung membuat wajah jungkook memerah.

"Ide bagus. " Jungkook balik menggoda dan taehyung mengaku kalah, ia tak kuat melihat nada nakal dari mulut jungkook

"Kook lepas nanti eomma lihat. "

"Biar saja. "

"Kookkkkkk."

"Kau tak bisa bohong jika kau bahagia. "

Taehyung balas memeluk jungkook dan mencium pipi jungkook.

"Mengaku saja kau bahagia kita berdua disini dan menghindar dari semua cerita runyam di Seoul."

"Hmmm... Disini terasa lebih ringan, dimana hanya ada kau dan aku, rumah kecil kita. "

"Ingin tinggal disini? "

"Tidak jika tanpamu. "

"Aku juga tidak mau di Seoul jika tanpamu. "

"Jadi? "

"Kita harus terus bersama. "

"Dimana pun itu! "

"Yeaaa sayang. "

"Ini jus apelnya oppa. "

"Ah ne gomawo.. Woahhh segar sekali."

"Ini untukmu oppa. " Dara memberikan jus apel pada jungkook

"Untukmu saja, aku bisa minum bersama taehyung. " Jawab jungkook acuh

Taehyung melirik pada jungkook dan menyenggol dengan sikunya berharap jungkook tak terlalu pada dara.

"Ah ne, baiklah. Oppa aku kembali bekerja lagi . "

"Ne,, hati-hati yeaa. "

"Ck " Jungkook berdecak kesal

Taehyung tersenyum menggoda jungkook.

"Jangan cemburu aku hanya tidak enak, keluarganya semua bekerja pada kita, dia juga baik. "

"Ga perlu pake senyum segala. "

"Aku cintanya cuma sama jungkook oppa. "

Jungkook berdeham malu-malu dipanggil oppa dengan nada manis oleh taehyung.





TBC

Why I Love U || EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang