Tuan kim memandang dengan wajah masam pemandangan indah dari lantai tertinggi di perusahaan yang jungkook kelola, ia mengajak jungkook bertemu namun menantunya itu kini sudah berani membuatnya menunggu.
Ceklek
"Maaf membuat appa menunggu "
"Hnnn, kau sudah berubah tak seperti jungkook yang ku kenal dulu "
"Aku sangat minta maaf appa "
"Ada keperluan mendesak apa sampai membiarkan orang tua ini menunggu hmm?"
"Ada sedikit kendala di gudang, aku harus membereskannya dulu sebelum terjadi hal tak menyenangkan yang berkepanjangan "
"Seserius itu? "
"Terjadi selisih hitung yang membuat karyawan marah dan mogok kerja, pekerja merasa mereka dibodohi dan di eksploitasi "
Tuan kim mengerutkan dahinya.
"Apa sudah selesai? "
"Kenapa bisa terjadi seperti itu? "
"Sudah, appa tenang saja "
"Awalnya hanya miss comunikasi saja, namun kian melebar karna merasa paling benar dalam penghitungan, namun semua sudah terkendali karna taehyung mengatur ulang semuanya dalam hitungan cepat dan akurat "
Tuan kim menunjukan wajah tidak suka saat nama itu disebut.
"Dimana anak itu? "
Tok tok
Dan taehyung muncul tepat setelah tuan kim menanyakan namanya.
"Ahh permisi, maaf saya mengganggu... Masalah di gudang sudah selesai dan mereka menandatangani surat damai yang saya ajukan, kesepakatan yang saya buat adalah jika ada dari mereka yang mencoba membuka topik permasalahan yang terjadi tadi hingga menimbulkan pertengkaran lagi maka orang pertama itu akan langsung dikeluarkan tanpa pesangon"
"Kenapa kau membuat nya seperti itu? " Tanya tuan kim
"Itu akan adil dan menguntungkan bagi perusahaan, tidak ada lagi yang menjadi biang kerok dalam masalah kecuali mereka siap tak menerima upah dan tunjangan yang harus nya diberikan perusahaan berdasarkan kesepakatan yang merek tanda tangani. Tak perlu ada kekerasan dan takkan ada aksi massa bagi orang yang dikeluarkan karna mereka sudah menyetujui dan menandatangi kontrak diatas materai yang kubuat sekarang "
Jungkook tersenyum puas dengan ide brilliant kekasihnya.
Tuan kim menarik nafas muak, ia merasa anaknya kalah telak dari kekasih gelap menantunya ini. Harus ia akui tae-hyung memang pintar putar otak di masalah seperting apapun dengan jalan keluar yang tetap menguntungkan perusahaan.
"Kau sudah selesai dengan laporan mulai pada jungkook? "
"Nde, sudah tuan, saya permisi "
Mendadak hening di ruangan itu, tuan kim duduk di sofa sementara jungkook masih berdiri menunggu sang mertua menyuruhnya duduk sebagai sopan santun bawahan pada sang atasan perusahaan.
"Duduk lah, aku ingin bicara! "
"Baik appa "
Jungkook duduk dengan tenang di hadapan sang mertua yang tampak sedang memilah kata untuk membuka obrolan ini.
"Hahhhhhh... Kau tahu aku sangat berharap punya seorang anak laki-laki hebat yang akan mewarisi semua aset dan kekayaan ku, namun aku malah dikaruniai seorang anak perempuan."
Jungkook diam dan mendengarkan, ia mengisi cangkir kecil itu dengan teh yang selalu taehyung sediakan.
"Saat taeyeon menikah denganmu, aku merasa sedikit tenang karna ia menikah dengan laki-laki baik dan pintar seperti dirimu. Aku menyerahkan 50% saham ku untuk kau kelola dan semuanya berjalan seperti yang ku mau, kau bekerja dengan keras dan membuat perusahaan kian besar "
"Silahkan diminum appa, teh ini akan membuat mu sedikit relaks" Sela jungkook
"Jungkook-ah ? "
"Nde appa? "
"Apa waktu 7tahun tak cukup untuk taeyeon mampu membuat mu mencintainya? "
Jungkook sudah menduga kemana arah obrolan ini, ia hanya tak menyangka tuan kim akan lebih lembut dalam menyampaikan, ia pikir tuan kim akan langsung murka dan mengusirnya , mungkin.
"Apa selama 7tahun ini apa melihat gurat bahagia diantara kami? "
Tuan kim menatap wajah jungkook.
"Saya merasa terlalu lancang jika harus mengatakan kami bersama bukan berarti kami saling mencintai "
"Apa gadis itu bukan orang yang kau cari, hingga dia tak bisa meluluhkan hatimu? "
Jungkook menyesap teh hya sebelum menjawab.
"Dia gadis yang baik, lembut dan penyayang "
"Lantas kenapa? "
"Aku butuh sosok yang lebih kuat dan bisa mengimbangi ku dalam banyak hal, orang yang bisa menjadi pendengar yang baik, orang yang bisa meredam emosiku, orang yang bisa mengerti situasi ku, dan bisa mengimbangi ku dalam berbagai hal. Aku dibesarkan untuk jadi seorang pemimpin oleh appa ku, kehidupan yang keras dan bekerja tanpa lelah menjadi keseharianku, itu semua bertolak belakang dengan putri appa. Aku tidak meminta taeyeon bekerja sepertiku, hanya saja bukan dia orangnya "
Tuan kim terhenyak, mendengar jungkook bisa menjabarkan keluhannya tentang pasangan yang ia inginkan.
"Tak ada yang salah dari taeyeon, hanya saja mungkin bukan aku yang cocok menjadi pendamping nya, dan kami mengerti itu hingga selama 7tahun ini kami pun tak pernah memaksakan kehendak satu sama lain "
"Bagaimana bisa kalian bersama selama itu tanpa ada rasa ketertarikan satu sama lain, aku tak bisa mengerti nak, bukankah cinta datang karna terbiasa? "
"Cinta tidak datang karna terbiasa, yang selama ini mengalir mungkin hanya sebuah kasih sayang karna mengerti dan mengenal karna terbiasa, cinta itu datang atas dasar pandangan dan mindset orang itu sendiri, rasa ketertarikan terhadap lawan jenis untuk selalu ingin melihat dan bersama terus menerus "
"Entah apalah itu bagi kalian yang anak muda menyebutnya, jujur saja aku marah saat tahu betapa berantakannya hubungan kalian yang ku anggap selalu baik-baik saja itu. Aku tak mengerti apa maumu dan apa kurangku padamu. Aku memarahi gadis bodoh itu yang tak bisa menaklukkan hatimu selama 7tahun ini "
Jungkook tersenyum kecil mendengarnya tanpa tuan kim sadari.
"Aku yang harus nya datang dan minta maaf pada appa atas semua ini, jangan salahkan taeyeon "
"Tak bisakah kau mundur dan melepaskan anak itu? "
Wajah jungkook mengeras dalam senyum kupu-kupunya.
"Dia tak punya apapun untuk kau banggakan, orang tuanya bukan siapa-siapa untuk kau hormati, ia hanya jadi parasit untuk kau dan taeyeon. Tinggalkan ia dan pindahlah keluar negri, tinggalkan semu kehidupan mu disini dan berbahagialah mulai semua dari awal bersama taeyeon dan aku akan melupakan semua ini seperti tak terjadi apapun "
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Why I Love U || End
Fiksi PenggemarTaehyung yang menjadi cinta kedua/orang ketiga dalam rumah tangga jungkook . Ia terus mempertanyakan apa yang membuat ia begitu tak mampu menolak jungkook dalam hidupnya walaupun ia harus dibenci semua orang . Dan sampai kapan jungkook mampu menyemb...
