Jungkook berlari mengikuti taehyung hingga kedepan ruang IGD, pikirannya berkecamuk, disaat tersulit seperti ini siapa yang harus ia mintai bantuan.
Ia sadar hubungan mereka saja masih jadi rahasia publik dan bukan hal baik untuk mengungkap nya pada siapapun.
Puk
"Eoh? " Jungkook menoleh pada orang yang menepuk bahu nya
"Duduklah, biar dokter memeriksa nya dahulu. Jika kau sepanik ini bagaimana bisa taehyung merasa mampu melewatinya. "
"Ne."
Jungkook duduk ditemani bang Shi-Hyuk disampingnya.
"Ada apalagi sekarang, tidak mungkin kau-? "
"Anii.... Aku tidak mau mengulangi kesalahanku lagi, kali ini aku malah menjaganya. Tapi kau tahu hyung, taehyung selalu bisa menyembunyikan luka nya dalam ketenangan. "
"Yahhhh.. Dia tahu beban yang kau pukul, ia tak mau kau kesulitan dan menanggung nya sendiri. "
"Kali ini apalagi yang ia risau kan? "
"Ia bahkan tahu aku berada di pihaknya dan rela melepas semuanya jika itu perlu. " Bisik jungkook nanar
Bang sihyuk menoleh pada jungkook.
"Apa yang kau katakan? "
"Aku sudah berjanji, dikeadaan terburuk pun aku akan lebih memilihnya. "
"Orang tuamu sudah tahu ini? "
"Ne."
"Apa tanggapan mereka? "
"Appa tak ambil pusing masalah ini dan bersedia membantuku untuk ini."
Bang sihyuk menatap tajam pada jungkook.
"Lalu eomma mu?"
Jungkook menoleh perlahan dan sadar akan tatapan tajam bang sihyuk padanya.
"Tak mungkin kan hyung eomma melarangku, ia adalah wanita terbaik dan orang yang selalu mendukung ku walaupun semua ditentang appa ku, apalagi kali ini appa sendiri memberi ku izin."
"Tak ada yang tak-."
"Ayolah hyung, ia garda terdepan saat keadaan terburuk ku."
"Lalu- . "
"Keluarga pasien? " Tanya seorang dokter kaluar dari ruangan
"Ne, saya suaminya."
"Pasien baik-baik saja, ia hanya banyak pikiran. Tolong buat pasien merasa tenang tanpa tekanan apapun, kehamilannya cukup rentan. Pasien akan dipindah ke ruang rawat dan besok sore sudah boleh pulang jika kondisinya sudah membaik. "
"Terima kasih dokter. "
"Ne.... Dokter bang sihyuk... Saya permisi. "
"Ne.. "
"See? " Tekan bang sihyuk pada jungkook
"Aku akan bicarakan ini pada taehyung. "
"Kau dengar tadi apa yang dokter katakan, anggap semua ini tak ada sampai taehyung membaik dan melupakan segala kekalutan nya. "
"Jika dibiarkan akan makin memburuk hyung. "
"Yhaaaa.. Lanjutkan jika kau ingin bayi itu mati lagi.. Mungkin kali ini bisa jadi bersama ibunya. "
Bang Shi-Hyuk pergi dari sana setelah menepuk bahu jungkook kesal.
Jungkook mengikuti kemana perawat itu membawa ranjang taehyung di depannya.
........
Jungkook tertidur di sofa, ia kelelahan menemani taehyung yang belum sadar ,Ia baru pulang kerja tadi saat taehyung pingsan .
"Enghh " Kelopak Mata taehyung yang masih tertutup itu bergerak gelisah, keringat dingin keluar dari dahinya.
"Tolonggghh kookhhhh. " Nafasnya memburu, ia ingin segera bangun dan keluar dari mimpi buruk itu.
"Sayang? "
"Heyyy.. Sadar.. Aku disini, perlahan ne! "
"Hiksss kookhh? "
"Aku disini sayang, ireona! "
"Jangan pergi! "
"Andwaeeeeeeeee! " Jerit taehyung hingga terbangun dengan tersentak
Jungkook memeluk tubuh itu, taehyung yang bisa merasakan pelukan hangat ini tahu jungkooknya ada disini untuknya, semua hanya mimpi buruk. Jungkook berjanji ia akan bersama taehyung dikeadaan terburuk sekalipun.
"Aku takuttt kook. "
"Tidak ada yang perlu ditakutkan, aku disini selalu bersamamu "
"Jangan lepas pelukannya, aku tidak mau jauh. "
"Iyea sayang, aku peluk sampai kamu tenang dan terlelap lagi.. Ini masih dini hari. "
Taehyung mengangguk dan menitikan air mata nya.
"Stttttt uljima... Baby akan ikut sedih jika eomma nya menangis terus. "
"Kalian akan selalu bersamaku kan hiksss... Aku takkan sanggup membesarkannya sendiri hiks. "
"Aku takkan membiarkan itu terjadi. "
"Sekalipun orang tuamu yang menginginkan perpisahan ini? "
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Why I Love U || End
FanfictionTaehyung yang menjadi cinta kedua/orang ketiga dalam rumah tangga jungkook . Ia terus mempertanyakan apa yang membuat ia begitu tak mampu menolak jungkook dalam hidupnya walaupun ia harus dibenci semua orang . Dan sampai kapan jungkook mampu menyemb...
