18

751 69 10
                                        

HAPPY READING COK!!

.

.

.


siang ini sesuai dengan jadwal rutin jennie, ia harus menemui dokternya untuk kontrol. untuk kali ini ia ditemani dengan daddy dan hye kyo, sebenarnya joy ingin ikut namun tiba tiba saja ada urusan mendadak yang tidak bisa ia abaikan. 

setelah mobil berhenti tepat di depan rumah sakit, woobin dengan telaten membantu putrinya untuk duduk di kursi rodanya, hal yang tak biasa terjadi sebenarnya karena biasanya jennie akan berusaha berjalan dengan mandiri tanpa bantuan kursi roda setiap kali datang ke rumah sakit, namun karena kondisinya yang tiba tiba lemas tadi pagi membuatnya mau tak mau menggunakan alat bantu tersebut. 

"gwenchana sayang, semua akan baik baik saja. ingat ada daddy, eomma, mommy, appa, dan saudara saudaramu yang lain yang akan selalu disampingmu nee" jennie mengangguk lesu mendengar kalimat penyemangat dari sang ayah. 





"selamat siang jennie" sapa dokter oh ketika melihat pasien yang akhir akhir ini terjadwalkan sebagai pasien tetapnya. 

"siang dok" balas jennie dengan senyumannya, hal yang membuat dokter oh kagum adalah ini, pasiennya yang satu ini selalu menebarkan senyuman serta pembawaannya yang begitu kalem seakan tak pernah mendapatkan masalah besar  dalam hidupannya. 

"bagaimana untuk kabarnya belakangan ini hmm?"

"dia semakin mudah kelelahan dok, pagi tadi bahkan mengeluh lemas. kesadarannya pun begitu tipis, membuat kami khawatir setengah mati" ucap woobin dengan diselingi sedikit candaan, dokter oh tersenyum lalu menuntun jennie untuk merebahkan dirinya diatas bangsal.

jarak bangsal dengan tempat jennie memang tak begitu jauh, namun hal itu mampu membuatnya sedikit mengalami sesak napas

"lelah?" tanya dokter oh ketika berhasil membaringkan tubuh jennie yang sedikit berkeringat. jennie mengangguk lemah dengan mencoba mengatur nafasnya

dokter oh kemudian menyibak baju jennie lalu sedikit menekan bebraa bagian perut pasiennya itu, hal ini membuat jennie semakin menggeliat tak nyaman karena rasa sakit yang mmuncul seiring dengan tekanan yang dokter o berikan "apa ini sakit?" jennie mengangguk brutal

"uhuk uhuk" nafas yang kini mulai memberat, membuat woobin dan hyekyo beradu tatap dengan perasaan takutnya 

"atur nafasmu nee, saya yakin kamu bisa" jennie diam, namun tetap mencoba melakukan arahan yang diberikan dokternya. 

"uhuk uhuk... harkhh" dokter oh dengan segera menaikkan kepala bangsal kemudian kembali menekan dada jennie bersama stetoskop yang di gengamnya

"mengapa kondisinya seperti ini? apa telah dia lakukan akhir akhir ini?" tanya dokter oh sedikit kesal

"kami tidak tahu pasti, karena saya kami baru menjemputnya kemarin dari rumah ibunya" dokter oh menghela nafas kasar 

"jennie, dengar. saya akan memberimu oksigen, tolong hirup dengan baik" jennie mengangguk tak sabaran dengan tubuh yang mulai menggeliat tak nyaman

setelah memberi jennie masker oksigen serta mengecek tanda tanda vitalnya, dokter oh mempersiakan beberapa obat untuk diberikan nanti pada jennie "saya akan beri injeksi obat untuknya, ini hanya untuk jangka pendek. untuk obat yang akan di konsumsinya nanti, kemungkinan akan saya tambah" woobin hanya mengangguk patuh kemudian berjaalan mendekati jennie yang masih mencoba mengatur napasnya 

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 25, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

What about me?Where stories live. Discover now