11. I'am Jealous

434 52 23
                                        

Setelah lima bulan, dalam kurun waktu itu, tidak ada banyak yang berubah selain kebencian keluarga Kang yang semakin membesar pada Sujin. Alih-alih menerimanya secara perlahan, justru mereka selalu mencari celah untuk menjatuhkannya sampai-sampai membuat Sujin merasa terkucili.

Dalam lima bulan, di banyak acara keluarga, tidak pernah sekali pun Sujin ikut berpartisipasi. Ketika keluarga Kang membuat pesta, Sujinlah satu-satunya anggota keluarga yang tidak diundang di sana. Saat keluarga Kang menggelar acara amal, Sujin pun cuma bisa menerima gosip-gosip miring atas ketidak hadirannya. Meski Taehyung punya kendali besar, tetapi pria itu tak bisa berbuat banyak atas sikap keluarganya yang semena-mena.

Sejauh ini bukannya Sujin tidak mau mendekatkan diri, ia sudah berusaha menjadi menantu yang baik, tetapi nyaris semua usahanya cuma menjadi bahan kebencian.

Pernah sekali ia mengimbangi gaya hidup mereka, dengan menghadiahi barang mewah saat Hyun Naree berulang tahun. Lalu beberapa hari kemudian, seorang pesuruh datang membawa pesan sambil mengembalikan hadiah pemberian Sujin. Pesuruh itu bilang, "Seleramu payah, aku membencinya. Sebaiknya kau berhenti memakai barang mewah. Jika bukan karena anak haram yang sedang kau kandung kau betul-betul tidak pantas. Berterima kasihlah pada anak itu."

Sejak saat itu, ia sudah tidak peduli lagi. Keluarga Kang Taehyung betul-betul membuatnya jengkel. Meski Taehyung memberinya uang bulanan dalam jumlah besar, Sujin merasa enggan menghamburkannya setelah menerima penghinaan itu, Hyun Naree benar, Sujin tidak pantas untuk bermewah-mewah mengingat asal-usulnya.

Dengan semua yang diterimanya, Ibu Delta adalah orang yang paling sering memberinya nasihat. Ibu Taehyung bilang, lebih baik menjaga jarak sebab sejak awal orang-orang itu membencinya, mau seberapa keras pun Sujin mengambil hati mereka, orang-orang itu tetap akan menganggapnya sampah.

Satu-satunya keluarga yang memperlakukan Sujin selayaknya menantu adalah Delta, wanita itu perhatian, dan bersikap layaknya seorang ibu yang memahami kesulitan anaknya. Delta lebih memahaminya karena wanita itu pernah hidup sebagai menantu keluarga Kang yang arogan.

Pagi ini, pada sekitar kehamilannya yang ke-26 minggu, Delta datang jauh-jauh dari busan untuk menggantikan posisi Taehyung mengantarnya chek up ke rumah sakit. Nyaris tidak ada masalah dalam kehamilannya, jabang bayinya terus berkembang di antara kebencian keluarga Kang yang besar.

"Ibu Delta terima kasih sudah meluangkan waktumu." Mereka berjalan ke halte bus yang tidak jauh dari rumah sakit, menunggu taksi untuk membawa Delta kembali ke busan.

"Aku tau kau pasti sedih jika pergi sendirian."

Sujin tersenyum malu. "Untungnya ada ibu."

"Jadi kapan Taehyung pulang?"

"Seharusnya hari ini, tapi cuaca di jeju sedang buruk jadi menunda pesawatnya selama 3 jam."

"Kau pasti sangat merindukannya."

Sujin menarik napas dalam, membelai perutnya yang besar. Mengingat-ingat kapan terakhir kali Taehyung melakukannya, mungkin dua minggu yang lalu. "Dia jadi sering pergi ke luar kota."

"Itu ulah Kang Taeho." Delta menangkap kesedihan pada wajah Sujin. "Dia sengaja melakukannya, mengirim suamimu ke luar kota untuk memisahkan jarak kalian."

"Ibu, benar. Tetapi kami tidak goyah."

"Bagus sekali." Delta tersenyum bangga, sebelum akhirnya ia melihat taksi tujuannya ia sempat membelai perut Sujin. Sejenak Delta menyadari keriput di tangannya semakin jelas, ia mulai dimakan usia tetapi juga merasa beruntung. "Paling tidak sebelum aku benar-benar menjadi wanita tua rentan, aku ingin melihat masa depan yang cerah."

Senoparty Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang