Delta menatap segurat senyum kering dari Hyun Naree, wanita itu berdiri di depan pintu dengan penampilan menawan seperti biasa. Ia cukup terkejut mengetahui wanita itu bertamu ke rumahnya, mereka sudah lama tidak bertemu, dan setelah bertahun-tahun, Delta hampir tidak menemukan tanda-tanda penuaan dari Hyun Naree. Tidak seperti dirinya, yang penampilannya jauh terlihat menua.
"Sudah lama tidak bertemu, Delta." Hyun Naree menyapa sopan-selalu seperti itu sejak dulu meski mereka adalah musuh.
"Kau belum banyak berubah," begitu komentar Delta terlanting Hyun Naree nampak senang, lalu masuk ke dalam rumahnya.
"Terima kasih, Delta. Kukira kau akan langsung memakiku."
Delta menyusul dan tidak mau repot-repot menyuguhi Hyun Naree air minum, barang-barang mahal yang dipakai wanita itu cukup menyadarkan Delta kalau Hyun Naree tidak butuh air dari rumahnya yang terlalu sederhana ini.
"Mana berani aku memaki orang yang sudah sangat berjasa dalam hidupku."
Hyun Naree menaruh tasnya di atas pangkuan, duduk rapi seperti ibu negara. Ia mengerti kalimat Delta, meski sudah lama tidak bertemu hubungan mereka tidak bisa dilupakan begitu saja. Mereka punya sesuatu yang tidak biasa, yaitu hubungan kekeluargaan yang unik.
"Kau pasti penasaran dengan tujuanku kemari."
Delta mengangguk tipis. "Apa yang membawamu ke sini?"
Tanpa mau membuang waktu, Hyun Naree mengeluarkan sesuatu dari tasnya, sebuah dokumen. Delta segera meraihnya dan membaca tiap tulisan yang tertera di sana. Memberi waktu selang beberapa menit, Hyun Naree membuka suara lagi setelah Delta selesai memahami segala isinya, sementara itu, meski sudah tahu isi di dalam dokumen itu Delta justru tanpa eskpresi di depannya.
"Bagaimana? Kau terkejut, 'kan?"
"Hyun Naree, kau yakin?" Delta menatapnya dengan mulut yang hampir menganga.
Hyun Naree mengangguk. "3 tahun aku menyelidikinya Delta, dan inilah yang kutemukan."
Delta meremas rambutnya setelah melempar kertas itu ke atas meja. "Takdir macam apa ini?" ucapnya sambil tertawa sumir.
Rasanya seperti mereka sedang berlakon di atas teater sandiwara, dan dunia adalah panggungnya. Kini, Delta percaya tidak ada yang namanya kebetulan, semuanya adalah takdir.
"Untuk itulah, jangan libatkan Sujin dalam permasalahan keluarga ini, Delta. Dokumen itu adalah data pribadi milik Liu Sujin. Setelah membacanya, kau pasti paham kenapa aku tidak ingin Liu Sujin terlibat di sini."
Delta diam saja.
"Ayo berkerja sama denganku, aku berencana membuat Taehyung bercerai setelah bayi itu lahir."
Meski baru menerima fakta mengejutkan soal Liu Sujin, Delta nampak tidak setuju oleh perceraian itu. "Jangan pisahkan anak dari ibunya lagi, Hyun Naree."
"Sial!" Hyun Naree mengepalkan tangannya. "Liu Sujin adalah anak Liu Yuhan! Kau yang membuatnya kecelakaan agar rahasia kita tidak terbongkar! Jika Liu Sujin tahu bayangkan apa yang terjadi!"
"Kita ini musuh, tetapi di beberapa keadaan kau kelihatan seperti sekutu, ya?" Delta melempar tawa jenaka.
Bertahun-tahun yang lalu, ketika mereka masih tinggal di bawah atap yang sama, Hyun Naree memiliki dokter pribadi. Pria itu adalah Liu Yuhan, seorang dokter yang izin praktiknya dicabut. Tetapi, untuk beberapa alasan Hyun Naree membutuhkan dokter seperti Liu Yuhan untuk beberapa pekerjaan gelap.
Setelah menggunakan jasanya, Hyun Naree langsung memecat Liu Yuhan. Namun, titik krusialnya adalah pria itu tahu rahasia mereka, memanfaatkan kondisi itu Liu Yuhan justru menggunakan 'rahasia' mereka sebagai alat untuk memeras uang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Senoparty
FanfictionPada pertemuan pertama mereka Sujin langsung mengerti bahwa Kang Taehyung tertarik padanya, hal demikian juga dirasakannya. Tetapi sayangnya Sujin masih terlalu awam untuk tahu siapa pria itu, tanpa sadar keterlibatannya dengan Taehyung membuat Suji...
