Pada pertemuan pertama mereka Sujin langsung mengerti bahwa Kang Taehyung tertarik padanya, hal demikian juga dirasakannya. Tetapi sayangnya Sujin masih terlalu awam untuk tahu siapa pria itu, tanpa sadar keterlibatannya dengan Taehyung membuat Suji...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terigger warning! ⚠️ Terdapat konten diluar moral! cerita ini hanya fiksi, karangan penulis untuk hiburan semata. Bijaklah memilih bacaan!
Menurut Jimin sebagai seorang Desainer Interior, Sujin bukanlah klien yang rewel. Seumur-umur, baru kali ini pekerjaannya begitu terasa mudah. Pekan lalu Taehyung datang padanya, menyewa jasanya untuk mendesain kamar bayi sesuai kemauan Sujin. Desain itu rampung bahkan kurang dari satu minggu karena Sujin tidak minta desain yang aneh-aneh.
"Aku masih tidak percaya kau menghamili perempuan baik-baik seperti Sujin," komentar Jimin ketika Sujin meninggalkan mereka, ia bicara pada Taehyung setelah melihat perut Sujin benar-benar bulat. "Hanya satu kali serius?"
"Aku hebat, 'kan? Langsung hamil padahal baru satu kali tembak. "
"Yak!" Jimin melotot. "Kau tidak sopan aku lebih tua darimu!"
"Tau umurmu sudah tua sana pergi menikah."
Jimin cuma membalasnya dengan muka sinis.
Taehyung sedang memastikan mesin gordennya berfungsi, sepersekian detik kemudian gorden itu terbuka secara otomatis. Siang ini, Jimin datang bersama mesin gorden yang Sujin pesan, mereka baru saja melakukan diskusi di kamar kosong yang nantinya bakal digarap menjadi kamar bayi.
Sebenarnya banyak ruangan kosong di rumah Taehyung, ukurannya bahkan lebih luas. Namun si nyonya rumah justru minta ruangan kecil, maksudnya, tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar. Cuma kamar yang bisa dihuni dengan nyaman, tanpa sesuatu yang berlebihan.
Tiba-tiba Jimin berdeham, seolah ingin mengatakan sesuatu. Ini menyangkut hal lain, Jimin tidak yakin buka suara, tapi mulutnya sudah terlanjur bicara.
"Aku minum-minum dengan Hyewon."
Taehyung tidak salah dengar, dan ia langsung mengejek Jimin. "Buruk sekali seleramu, Jim."
"Hei, maksudku. Aku pergi ke bar bersama mantan pacarmu, bahkan kalian pernah bertunangan. Apa kau tidak marah?"
Taehyung berbalik menatap Jimin di belakangnya. Ia merasa itu bukan masalah yang serius, jadi Taehyung tidak suka kalau Jimin bicara seperti orang yang merasa bersalah. Tetapi, Jimin harus tahu satu hal.